7 Ikan Hias yang Bisa Dipelihara Tanpa Aerator, Cocok untuk Akuarium Minimalis

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:30 WIB
7 ikan hias tanpa aerator yang cocok untuk akuarium minimalis, mulai dari cupang, guppy, Endler, moli, platy, hingga Corydoras (Pinterest).
7 ikan hias tanpa aerator yang cocok untuk akuarium minimalis, mulai dari cupang, guppy, Endler, moli, platy, hingga Corydoras (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Memelihara ikan hias identik dengan penggunaan berbagai perlengkapan akuarium, salah satunya aerator. Alat tersebut berfungsi membantu meningkatkan kadar oksigen terlarut di dalam air. Namun, apakah semua ikan hias wajib dipelihara menggunakan aerator?

Jawabannya ternyata tidak selalu. Beberapa jenis ikan memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi air dan bahkan mampu mengambil oksigen langsung dari udara. Hal tersebut membuat sejumlah ikan hias dapat dipelihara tanpa aerator, terutama pada akuarium minimalis dengan jumlah ikan yang tidak terlalu banyak.

Meski demikian, ikan hias tanpa aerator bukan berarti bisa dipelihara tanpa perawatan. Kualitas air, kepadatan ikan, pemberian pakan, serta sirkulasi tetap perlu diperhatikan. Berikut tujuh jenis ikan yang bisa menjadi pilihan.

Baca Juga: 8 HP Terbaru yang Akan Rilis di Indonesia, Ada Baterai 8.000 mAh

1. Ikan Cupang

Ikan cupang menjadi salah satu pilihan paling populer untuk akuarium tanpa aerator. Kemampuan tersebut didukung organ labirin yang memungkinkan cupang mengambil oksigen langsung dari permukaan air.

Cupang juga dapat dipelihara dalam wadah relatif kecil. Namun, sifatnya yang agresif membuat ikan ini umumnya lebih aman dipelihara sendiri.

Walaupun tidak menggunakan aerator, air dalam wadah cupang tetap perlu diganti secara rutin agar kualitasnya terjaga.

2. Ikan Guppy

Guppy dikenal sebagai ikan hias kecil dengan warna dan bentuk ekor yang beragam. Ikan ini juga dapat dipelihara tanpa aerator selama kondisi akuarium tetap terjaga.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah kepadatan populasi. Guppy dapat berkembang biak dengan cepat sehingga jumlah ikan harus dikontrol agar tidak menyebabkan akuarium terlalu padat.

Pemberian pakan juga sebaiknya tidak berlebihan karena sisa makanan dapat menurunkan kualitas air.

3. Ikan Endler

Endler memiliki penampilan yang mirip dengan guppy, tetapi ukurannya lebih kecil. Ikan ini dikenal aktif dengan warna tubuh yang cukup mencolok.

Ukurannya yang mungil membuat kebutuhan oksigen dan produksi limbahnya relatif rendah. Kondisi tersebut menjadikannya salah satu pilihan menarik untuk akuarium minimalis tanpa aerator.

Namun, Endler juga memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat sehingga populasinya perlu diperhatikan.

Baca Juga: 10 HP Sejutaan Terbaik 2026, Ada Baterai 7.000 mAh dan NFC

4. Ikan Moli

Moli merupakan salah satu ikan hias yang dikenal memiliki daya tahan cukup kuat. Ikan ini dapat dipelihara tanpa aerator dengan catatan kualitas air tetap dijaga.

Pergantian air secara rutin menjadi hal penting dalam perawatan moli. Penggunaan tanaman air juga dapat menjadi tambahan yang membantu menciptakan lingkungan akuarium yang lebih baik.

5. Ikan Platy

Platy atau yang dalam transkrip disebut pelati merupakan ikan air tawar yang memiliki karakter relatif damai dan mudah dirawat.

Kemampuan adaptasinya membuat platy dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin membuat akuarium minimalis tanpa aerator. Ikan ini juga memiliki berbagai variasi warna yang membuat akuarium tetap terlihat menarik.

6. Mini Gurami dan Sepat Hias

Mini gurami atau dwarf gourami serta berbagai jenis sepat hias memiliki organ labirin seperti cupang.

Organ tersebut memungkinkan ikan mengambil oksigen dari udara di permukaan air. Karena itu, keduanya dapat menjadi pilihan untuk akuarium yang tidak menggunakan aerator.

Selain kemampuan adaptasinya, mini gurami dan sepat hias juga memiliki corak serta warna yang menarik bagi penghobi ikan hias.

Baca Juga: 10 HP Xiaomi Terbaru 2026 yang Resmi Hadir di Indonesia, Mana Paling Worth It?

7. Corydoras

Corydoras dikenal sebagai ikan penghuni dasar akuarium sekaligus salah satu ikan yang populer di kalangan aquascaper.

Menariknya, Corydoras memiliki kemampuan naik ke permukaan untuk mengambil udara. Hal tersebut membuat ikan ini masih memungkinkan dipelihara dalam sistem dengan aerasi ringan.

Namun, jika akuarium tidak menggunakan aerator, kepadatan ikan harus dijaga agar tidak berlebihan. Kondisi air juga harus tetap bersih.

Aerator Tidak Selalu Wajib

Pada dasarnya, aerator bukan perlengkapan yang wajib untuk semua jenis ikan dan semua kondisi akuarium. Kebutuhannya bergantung pada jenis ikan, ukuran tank, jumlah penghuni, tanaman, serta kualitas dan sirkulasi air.

Oksigen juga dapat masuk ke air melalui permukaan. Tanaman air turut berperan dalam ekosistem akuarium, meskipun tanaman tidak dapat dijadikan pengganti aerasi dalam semua kondisi.

Beberapa ikan lain seperti Channa, Pleco dan Paradise Fish juga dikenal memiliki kemampuan bertahan pada kondisi oksigen rendah. Namun, jenis tersebut tidak selalu cocok untuk akuarium minimalis karena beberapa di antaranya dapat tumbuh besar atau memiliki kecenderungan melompat.

Jadi, bagi penghobi yang ingin membuat akuarium minimalis tanpa aerator, pemilihan ikan harus disesuaikan dengan ukuran tank dan kemampuan perawatannya. Yang terpenting, tidak memasukkan ikan terlalu banyak, menjaga kebersihan air, dan melakukan pergantian air secara berkala.

Baca Juga: 10 HP Xiaomi Terbaru 2026 yang Resmi Hadir di Indonesia, Mana Paling Worth It?

Editor : Fadhilah Salsa Bella
ikan cupang ikan guppy akuarium minimalis kan hias ikan tanpa aerator