10 Ikan Hias yang Bisa Hidup Tanpa Aerator, Mudah Dipelihara Pemula

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:35 WIB
0 ikan hias tanpa aerator yang mudah dipelihara, mulai dari cupang, guppy, molly, komet, platy, hingga sapu-sapu (Pinterest).
0 ikan hias tanpa aerator yang mudah dipelihara, mulai dari cupang, guppy, molly, komet, platy, hingga sapu-sapu (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Memelihara ikan hias di akuarium tidak selalu harus menggunakan aerator. Bagi penghobi pemula yang ingin membuat akuarium sederhana, terdapat sejumlah jenis ikan yang dikenal mampu beradaptasi dengan kondisi tanpa tambahan gelembung oksigen.

Meski begitu, ikan tetap membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Akuarium tanpa aerator bukan berarti bebas dari perawatan. Kualitas air, kepadatan ikan, ukuran wadah, dan rutinitas pergantian air tetap perlu diperhatikan.

Sejumlah ikan hias air tawar juga relatif mudah dipelihara tanpa aerator. Mulai dari cupang yang populer hingga ikan sapu-sapu yang dikenal sebagai penghuni dasar akuarium. Berikut daftarnya.

1. Ikan Cupang

Ikan cupang menjadi salah satu ikan hias air tawar paling populer yang dapat dipelihara tanpa aerator.

Ikan dengan nama ilmiah Betta ini memiliki kemampuan mengambil oksigen dari udara melalui organ labirin. Selain itu, cupang terkenal mudah dipelihara dan banyak dibudidayakan.

Beragam jenis cupang dengan bentuk sirip dan warna berbeda juga membuat ikan ini banyak diminati penghobi.

2. Ikan Guppy

Guppy merupakan ikan hias berukuran kecil dengan beragam pilihan warna dan bentuk ekor. Ikan ini juga dikenal mampu hidup tanpa tambahan aerator.

Berbeda dengan cupang yang umumnya memiliki sifat teritorial, guppy dapat dipelihara secara berkelompok dalam satu akuarium dengan kondisi yang sesuai.

Jenis guppy juga sangat beragam, mulai dari guppy lokal hingga berbagai varietas hasil budidaya.

Baca Juga: 10 HP Sejutaan Terbaik 2026, Ada Baterai 7.000 mAh dan NFC

3. Ikan Komet

Ikan komet merupakan salah satu varian ikan mas koki yang memiliki ciri khas berupa ekor panjang dan lebar.

Ikan ini dapat dipelihara di akuarium maupun kolam. Perawatannya relatif mudah dan dikenal dapat bertahan tanpa aerator apabila kondisi air tetap dijaga.

Namun, ukuran wadah harus disesuaikan dengan pertumbuhan ikan agar tetap nyaman.

4. Ikan Molly

Molly menjadi pilihan lain bagi penghobi yang ingin memelihara ikan tanpa aerator. Ikan ini dikenal mempunyai daya tahan cukup baik dan mudah dirawat.

Molly juga memiliki banyak variasi warna dan jenis. Selain itu, ikan ini termasuk livebearer atau ikan yang melahirkan anak sehingga relatif mudah berkembang biak.

5. Ikan Pedang

Ikan pedang atau swordtail merupakan ikan air tawar yang berasal dari kawasan Amerika. Ciri paling mudah dikenali adalah ekor ikan jantan yang memanjang seperti pedang.

Ikan ini memiliki karakter aktif dan relatif damai sehingga dapat dipelihara dalam akuarium komunitas bersama ikan yang sesuai.

Swordtail juga termasuk livebearer, sehingga induk betina melahirkan anak ikan secara langsung.

Baca Juga: 4 HP Terbaru 2026 yang Baru Rilis, Ada Baterai Jumbo 8.000 mAh

6. Ikan Platy

Platy juga termasuk ikan livebearer yang mudah berkembang biak. Ikan ini dapat dipelihara tanpa aerator selama kualitas air dan kepadatan akuarium tetap diperhatikan.

Platy betina dapat melahirkan sejumlah anak dalam satu periode. Namun, penghobi perlu mewaspadai perilaku ikan dewasa yang berpotensi memangsa burayak.

Karena ukurannya kecil dan warnanya beragam, platy cocok untuk akuarium komunitas.

7. Ikan Lele Hias

Lele tidak hanya dikenal sebagai ikan konsumsi. Sejumlah jenis lele juga dipelihara sebagai ikan hias karena memiliki bentuk dan karakter yang menarik.

Ikan ini dikenal cukup kuat dan dapat dipelihara di akuarium maupun kolam. Dalam kondisi tertentu, lele hias juga dapat bertahan tanpa bantuan aerator.

8. Ikan Gabus Hias

Gabus hias memiliki penampilan yang berbeda dengan gabus konsumsi. Beberapa jenis mempunyai corak tubuh yang menarik sehingga menjadi incaran penghobi ikan predator.

Karakter gabus hias cenderung teritorial. Ikan ini dapat menyerang ikan lain yang masuk ke wilayahnya sehingga lebih aman dipelihara secara terpisah.

Kemampuannya beradaptasi pada kondisi oksigen rendah juga membuat beberapa jenis gabus hias dapat dipelihara tanpa aerator.

Baca Juga: 10 HP Xiaomi Terbaru 2026 yang Resmi Hadir di Indonesia, Mana Paling Worth It?

9. Ikan Mas Koki

Ikan mas koki menjadi salah satu ikan hias air tawar yang populer. Ikan ini dapat dipelihara tanpa aerator, tetapi kualitas air harus menjadi perhatian utama.

Pergantian air secara rutin diperlukan untuk menjaga kondisi akuarium tetap layak bagi ikan. Pasalnya, mas koki dapat menghasilkan cukup banyak limbah sehingga air lebih cepat mengalami penurunan kualitas.

10. Ikan Sapu-Sapu

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan air tawar yang memiliki kemampuan adaptasi cukup kuat. Ikan ini bahkan sering ditemukan di berbagai perairan dengan kondisi yang kurang ideal.

Di dalam akuarium, sapu-sapu juga dikenal membantu memakan lumut dan sisa makanan yang menempel pada permukaan tertentu.

Meski demikian, ikan sapu-sapu tetap menghasilkan kotoran dan membutuhkan lingkungan yang sesuai. Jadi, keberadaannya tidak bisa menggantikan fungsi filter atau perawatan akuarium secara keseluruhan.

Tanpa Aerator Bukan Berarti Tanpa Perawatan

Memelihara ikan hias tanpa aerator memang memungkinkan untuk jenis dan kondisi tertentu. Namun, penghobi tetap perlu memastikan air memiliki kualitas yang baik dan tidak terlalu banyak ikan dalam satu wadah.

Pergantian air secara berkala, pemberian pakan secukupnya, serta menjaga kebersihan akuarium menjadi faktor penting. Tanaman air dan permukaan air yang memiliki pertukaran udara baik juga dapat membantu menjaga ketersediaan oksigen.

Baca Juga: 7 Ikan Hias Tanpa Aerator dan Filter, Ada Cupang hingga Swordtail

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Ikan hias air tawar ikan cupang ikan tanpa aerator ikan hias akuarium