Ikan Hias Tanpa Filter dan Aerator, 12 Jenis Ini Disebut Mampu Bertahan

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 06:52 WIB
Ikan Hias Tanpa Filter dan Aerator, 12 Jenis Ini Disebut Mampu Bertahan
Ikan Hias Tanpa Filter dan Aerator, 12 Jenis Ini Disebut Mampu Bertahan

JAKARTA - Memelihara ikan hias tidak selalu membutuhkan akuarium dengan peralatan lengkap. Sejumlah jenis ikan disebut memiliki daya tahan cukup kuat sehingga dapat dipelihara sebagai ikan hias tanpa filter dan aerator, selama kondisi air tetap dijaga dan pergantian air dilakukan secara rutin.

Filter dan aerator memang memiliki fungsi penting dalam menjaga sirkulasi serta kadar oksigen di dalam akuarium. Namun, bagi penghobi pemula dengan anggaran terbatas, terdapat beberapa pilihan ikan air tawar yang relatif mampu beradaptasi dengan kondisi akuarium sederhana.

Informasi mengenai ikan hias tanpa filter dan aerator ini dibagikan melalui sebuah video YouTube yang membahas berbagai jenis ikan dengan daya tahan kuat. Jenisnya cukup beragam, mulai dari ikan cupang yang berukuran kecil hingga ikan predator yang membutuhkan wadah lebih besar.

Baca Juga: PHBN Desa Karangtengah Meriah Warga Kompak Lestarikan Budaya

Salah satu ikan yang dikenal kuat adalah cupang. Ikan dengan nama ilmiah Betta tersebut memiliki banyak variasi warna dan bentuk. Popularitasnya juga membuat ikan cupang mudah ditemukan di toko ikan hias dengan harga yang relatif terjangkau.

Selain cupang, ada ikan platy yang dikenal mudah berkembang biak dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Platy juga memiliki banyak pilihan warna sehingga cocok menjadi penghuni akuarium rumahan.

Jenis berikutnya adalah ikan molly. Ikan ini kerap disebut ikan balon karena bentuk tubuhnya yang membulat pada jenis tertentu. Molly termasuk ikan yang mudah dipelihara dan mempunyai kemampuan adaptasi cukup baik terhadap lingkungan baru.

Ikan koi juga masuk dalam daftar. Berasal dari Jepang, koi dikenal memiliki beragam corak warna dan kerap dikaitkan dengan simbol keberuntungan. Meski dapat bertahan pada kondisi tertentu, ukuran tubuh koi perlu menjadi pertimbangan karena ikan ini dapat tumbuh cukup besar.

Baca Juga: Kemerdekaan dan Hari Jadi

Manfish atau angelfish merupakan ikan yang berasal dari kawasan Amazon. Ikan ini dikenal memiliki karakter relatif tenang dan tampilan yang menarik. Namun, ukuran akuarium serta jumlah ikan tetap perlu diperhatikan agar kondisi pemeliharaan tetap sesuai.

Ada pula ikan lemon yang dikenal mempunyai daya tahan cukup baik. Habitatnya yang berasal dari lingkungan danau membuat ikan ini disebut mampu beradaptasi. Meski demikian, ikan lemon memiliki karakter lebih agresif sehingga pemberian pakan perlu diperhatikan ketika dipelihara bersama ikan lain.

Zebra danio juga menjadi pilihan ikan berukuran kecil. Ikan ini populer karena warna tubuhnya yang menarik, terutama jika dipelihara dalam jumlah banyak. Perawatannya relatif mudah dan harganya disebut cukup ekonomis.

Baca Juga: Perda Pilkades Hampir Final Dewan Bidik Nomor Registrasi Turun Akhir Agustus

Ikan sepat hias juga dapat menjadi alternatif. Ikan yang berasal dari wilayah Bangladesh dan India ini mempunyai corak mencolok. Sepat dikenal mampu mengambil oksigen tambahan dari permukaan air sehingga dapat bertahan dalam kondisi tertentu tanpa aerator.

Berikutnya ada pleco atau ikan sapu-sapu. Selain dikenal memiliki daya tahan kuat, pleco juga kerap dipelihara karena kemampuannya membantu membersihkan bagian tertentu di akuarium.

Ikan channa atau gabus hias juga termasuk jenis ikan yang kuat. Habitatnya di sungai dan danau membuatnya memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Variasi jenis channa yang tersedia pun cukup banyak.

Sementara itu, ikan palmas atau ikan naga berasal dari Afrika. Bentuk tubuh dan coraknya menjadi daya tarik tersendiri bagi penghobi ikan predator. Palmas dapat dipelihara tanpa aerator maupun filter dengan catatan kualitas air tetap dijaga dan pergantian air dilakukan secara rutin.

Baca Juga: Perda Pilkades Hampir Final Dewan Bidik Nomor Registrasi Turun Akhir Agustus

Meski banyak jenis ikan disebut mampu bertahan tanpa filter dan aerator, bukan berarti seluruh ikan dapat dipelihara dengan cara tersebut. Ikan tetra, misalnya, membutuhkan oksigen dalam jumlah cukup besar. Penggunaan tanaman air dalam jumlah tertentu disebut dapat menjadi salah satu alternatif pendukung.

Untuk ikan berukuran besar seperti aligator gar dan redtail catfish (RTC), kebutuhan ruang juga harus menjadi perhatian. RTC bahkan dapat tumbuh hingga sekitar satu meter sehingga lebih sesuai dipelihara di kolam berukuran memadai.

Pemelihara juga perlu berhati-hati agar ikan yang dipelihara tidak dilepas ke sungai atau danau. Terutama untuk jenis yang berpotensi menjadi invasif, pelepasan ke habitat alami dapat mengganggu ekosistem.

Pada akhirnya, memelihara ikan hias tanpa filter dan aerator tetap membutuhkan perhatian terhadap kualitas air, ukuran wadah, jumlah ikan, pemberian pakan, serta jadwal pergantian air. Peralatan tambahan memang membantu, tetapi pemilihan jenis ikan dan perawatan yang tepat tetap menjadi faktor penting.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
ikan cupang Ikan Molly ikan hias tanpa filter dan aerator ikan Channa ikan hias