Bukan Ikan Cupang Biasa, Ekor Kembar Ini Dibanderol Rp16 Juta dan Diburu Kolektor

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 09:55 WIB
Bukan Ikan Cupang Biasa, Ekor Kembar Ini Dibanderol Rp16 Juta dan Diburu Kolektor
Bukan Ikan Cupang Biasa, Ekor Kembar Ini Dibanderol Rp16 Juta dan Diburu Kolektor

JAKARTA - Dunia ikan hias kembali dibuat penasaran dengan kemunculan ikan cupang termahal yang memiliki bentuk sirip tidak biasa. Seekor cupang dengan ekor kembar disebut telah mendapatkan tawaran hingga USD 1.000 atau sekitar Rp16 juta. Keunikan bentuknya membuat ikan tersebut menjadi salah satu koleksi yang paling menarik perhatian.

Cupang langka itu merupakan bagian dari koleksi peternak bernama Acung Van Holsten. Tempat pemeliharaannya berada di sebuah kawasan permukiman dan menyimpan berbagai jenis cupang dengan warna, pola, serta bentuk sirip yang berbeda-beda.

Tidak hanya dipasarkan untuk penghobi lokal, sejumlah ikan hasil breeding tersebut juga telah menjangkau pasar internasional. Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Jepang, dan Korea disebut menjadi beberapa negara tujuan pemasaran ikan cupang koleksinya.

Baca Juga: Optimalisasi BUMD, Dorong Pelayanan Masyarakat dan PAD

Salah satu ikan yang paling mencuri perhatian adalah cupang Hellboy plakat dengan ekor kembar. Bentuk ekor tersebut terlihat seperti memiliki dua bagian yang tumbuh berdampingan sehingga memberikan tampilan yang berbeda dari cupang normal.

Keunikan itu bukan hasil penempelan atau pemindahan sirip. Berdasarkan penjelasan dalam video, karakter ekor kembar muncul secara alami dan termasuk hasil yang sangat jarang dari proses breeding.

Bahkan, karakter seperti ini disebut sebagai sebuah “jackpot” bagi peternak. Dari satu kali breeding, jumlah anakan bisa mencapai ratusan hingga sekitar 1.000 ekor. Namun, tidak semuanya akan menghasilkan bentuk langka seperti ekor kembar.

Karena itulah, semakin unik bentuk tubuh dan sirip seekor cupang, semakin tinggi pula potensi nilai jualnya.

Baca Juga: Bagikan 11 Ribu Kantong Udik-Udik ke Warga Bregodo Tani Jadi Pembeda Prosesi

Selain ekor kembar, koleksi Acung juga memperlihatkan cupang dengan dua dorsal atau sirip punggung. Bentuknya terlihat simetris sehingga membuat ikan tersebut tampak seperti memiliki struktur sirip tambahan.

Ikan dengan karakter dorsal kembar itu juga disebut sebagai hasil yang sangat jarang. Dalam penjelasan pemiliknya, kondisi tersebut bukan karena sirip ditempel atau dipindahkan dari ikan lain.

Karakter-karakter seperti inilah yang membuat dunia breeding cupang memiliki pasar tersendiri. Kolektor tidak hanya mencari ikan dengan warna menarik, tetapi juga mengejar bentuk dan karakter yang sulit ditemukan.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Dukung Pembebasan PPB Sawah, Langsung Koordinasi untuk Siapkan Dasar Hukum

Selain dua ikan dengan karakter sirip unik tersebut, terdapat berbagai varian lain di tempat pemeliharaan Acung. Beberapa di antaranya adalah Panda, Avatar Panda, Armageddon, Fancy, Tanco, hingga cupang bonsai.

Varian Avatar Panda disebut memiliki harga sekitar Rp3 juta per ekor. Untuk ikan tertentu, harga sepasang bisa mencapai sekitar Rp5 juta. Sementara cupang bonsai yang berukuran kecil juga memiliki nilai jual tersendiri karena karakter bentuk dan warnanya.

Cupang Tanco menjadi salah satu varian yang turut mendapat perhatian. Karakteristiknya berupa warna yang terkonsentrasi pada bagian kepala. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa warna seperti itu juga tidak mudah dihasilkan melalui breeding.

Baca Juga: Nota Keuangan Sudah Masuk, DPRD Trenggalek Targetkan Perubahan APBD 2026 Rampung 8–9 September

Permintaan dari luar negeri menjadi salah satu bagian penting dalam bisnis ikan cupang tersebut. Pembeli dari beberapa negara disebut memiliki selera khusus terhadap warna tertentu, termasuk pink, Aurora, dan multicolor.

Sementara pasar Indonesia juga tetap menjadi sasaran melalui penjualan langsung dan live lelang di TikTok. Untuk ikan dengan harga lebih terjangkau, sistem lelang digunakan agar penghobi bisa membeli cupang dengan harga mulai puluhan ribu rupiah.

Acung juga memanfaatkan Facebook untuk menjangkau komunitas cupang di berbagai negara. Komunikasi dengan calon pembeli luar negeri dilakukan dengan bantuan penerjemah digital.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa nilai seekor cupang tidak selalu ditentukan oleh ukuran. Kelangkaan, warna, bentuk sirip, dan karakter genetik dapat membuat ikan berukuran kecil memiliki harga hingga jutaan bahkan belasan juta rupiah.

Kemunculan ikan cupang termahal dengan ekor kembar menjadi bukti bahwa karakter langka dapat membuka pasar khusus bagi kolektor dan breeder, baik di Indonesia maupun mancanegara.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
Ikan Cupang Termahal Ikan Cupang Langka Cupang Ekor Kembar Cupang Dorsal Ganda Harga Ikan Cupang