JAKARTA - Siapa sangka ikan cupang yang diternakkan dari sebuah rumah di dalam gang bisa memiliki nilai jual hingga belasan juta rupiah. Salah satu koleksi milik breeder Acung Van Holsten bahkan disebut telah mendapatkan uang muka dari pembeli Amerika Serikat dengan nilai mencapai USD 1.000 atau sekitar Rp16 juta.
Harga fantastis tersebut bukan tanpa alasan. Ikan cupang termahal itu memiliki karakter yang sangat jarang, yakni ekor kembar. Bentuk ekornya terlihat terbelah menjadi dua dan menjadi daya tarik tersendiri bagi kolektor yang memburu ikan dengan karakter unik.
Bisnis ikan cupang milik Acung sendiri tidak hanya mengandalkan pasar Indonesia. Koleksinya disebut telah menjangkau sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Jepang, dan Korea. Permintaan dari luar negeri bahkan menjadi salah satu pasar penting untuk ikan-ikan dengan karakter khusus.
Baca Juga: Bagikan 11 Ribu Kantong Udik-Udik ke Warga Bregodo Tani Jadi Pembeda Prosesi
Dalam kunjungan ke tempat pemeliharaannya, terlihat ratusan ikan cupang dengan berbagai jenis dan warna. Acung menjelaskan, aktivitasnya bermula dari kios, terutama ketika tren ikan cupang meningkat pada masa pandemi Covid-19 sekitar 2020.
Seiring perkembangan bisnis, aktivitas pemeliharaan kemudian dilakukan di rumah. Namun, kegiatan breeding tidak seluruhnya dilakukan di lokasi tersebut. Acung menyebut proses pembiakan utamanya dilakukan di kawasan Cilandak.
Dari proses breeding itulah berbagai karakter unik bisa muncul. Tidak semua ikan yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi. Justru ikan dengan karakter yang sangat berbeda dari kebanyakan cupang menjadi incaran kolektor.
Baca Juga: Bagikan 11 Ribu Kantong Udik-Udik ke Warga Bregodo Tani Jadi Pembeda Prosesi
Ekor kembar menjadi salah satu contoh karakter yang sangat sulit diperoleh. Dari satu pasangan indukan, jumlah anakan dapat mencapai ratusan hingga sekitar 1.000 ekor, tetapi hanya sebagian kecil yang berpotensi memiliki karakter tertentu.
Menurut penuturan Acung, ikan dengan karakter ekstrem seperti ekor kembar dianggap sebagai sebuah jackpot. Kemunculannya tidak bisa dipastikan setiap kali proses breeding dilakukan.
Selain ekor kembar, terdapat pula ikan dengan dua dorsal atau sirip punggung. Bentuk tersebut terlihat sangat simetris dan menjadi keunikan tersendiri. Karakter seperti ini juga disebut bukan hasil penempelan atau modifikasi.
Keunikan genetik semacam itu menjadi salah satu alasan harga ikan cupang dapat berbeda sangat jauh. Cupang biasa yang dijual puluhan ribu rupiah tentu memiliki pasar yang berbeda dengan ikan koleksi yang dicari karena kelangkaannya.
Baca Juga: Jadwal BRI Super League Pekan Pertama, Persip Bandung Langsung Hadapi PSM Makassar
Koleksi Acung tidak hanya berisi ikan dengan ekor atau dorsal unik. Beberapa varian lain seperti Panda, Avatar Panda, Armageddon, Fancy, Tanco, dan bonsai juga diperlihatkan.
Panda memiliki ciri berupa pola warna tertentu pada bagian siripnya. Sementara Armageddon disebut memiliki tampilan yang berbeda karena warna dan pola totolnya.
Ada pula Tanco yang memiliki karakter warna terkonsentrasi pada bagian kepala. Menurut penjelasan dalam video, karakter tersebut juga cukup sulit diperoleh melalui breeding.
Cupang bonsai juga menjadi koleksi menarik. Ukurannya relatif kecil dan disebut tidak dapat tumbuh sebesar cupang pada umumnya. Meski demikian, ukuran kecil tersebut tidak otomatis membuat harganya murah. Beberapa bonsai justru ditawarkan hingga ratusan ribu rupiah bahkan jutaan.
Baca Juga: Rumor Transfer Liga 1 2026-2027: Witan dan Nico Dikaitkan dengan Garuda Yaksa
Untuk pasar Indonesia, Acung juga memanfaatkan TikTok sebagai sarana penjualan. Ikan dengan harga lebih terjangkau dapat dilelang menggunakan sistem open bid sehingga penghobi memiliki kesempatan mendapatkan cupang sesuai anggaran.
Sementara untuk pasar internasional, Facebook menjadi salah satu media yang dimanfaatkan. Komunitas cupang dari Amerika, Kanada, Korea, dan negara lainnya menjadi tempat bertemu antara breeder dan kolektor.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa bisnis ikan cupang tidak hanya mengandalkan penjualan ikan mahal. Breeder dapat menyasar berbagai segmen, mulai dari penghobi pemula hingga kolektor yang mencari karakter langka.
Kisah ikan cupang termahal dengan ekor kembar tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kelangkaan dapat mengubah nilai seekor ikan. Dari sebuah rumah di dalam gang, cupang unik bisa diburu kolektor dari luar negeri dan memiliki harga hingga belasan juta rupiah.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir