Bikin Kaget! Ikan Cupang Unik dari Rumah di Gang Laku Rp16 Juta ke Amerika

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 10:05 WIB
Bikin Kaget! Ikan Cupang Unik dari Rumah di Gang Laku Rp16 Juta ke Amerika
Bikin Kaget! Ikan Cupang Unik dari Rumah di Gang Laku Rp16 Juta ke Amerika

JAKARTA - Ikan cupang yang dipelihara di rumah sederhana ternyata bisa memiliki nilai jual fantastis. Seekor cupang dengan karakter ekor kembar disebut mencapai harga USD 1.000 atau sekitar Rp16 juta. Ikan tersebut menjadi salah satu koleksi paling mencuri perhatian milik breeder Acung Van Holsten.

Harga tersebut jauh berbeda dengan ikan cupang yang biasa ditemui di pasaran. Perbedaan nilai itu muncul karena karakter ikan yang sangat langka. Ekor kembar pada cupang tersebut disebut muncul secara alami dan bukan hasil penempelan atau rekayasa pada bagian sirip.

Yang semakin menarik, ikan tersebut bukan hanya diminati penghobi dalam negeri. Pembelinya berasal dari Amerika Serikat. Menurut penjelasan dalam video, pasar luar negeri memang menjadi salah satu tujuan utama penjualan ikan-ikan dengan karakter unik yang dikembangkan Acung.

Baca Juga: Optimalisasi BUMD, Dorong Pelayanan Masyarakat dan PAD

Acung dikenal fokus mengoleksi dan mengembangkan ikan cupang dengan karakter yang berbeda. Tempat pemeliharaannya dipenuhi berbagai jenis cupang, mulai dari ikan dengan warna menarik hingga ikan yang memiliki bentuk sirip tidak lazim.

Salah satu koleksi yang menjadi perhatian adalah Hellboy plakat berekor kembar. Bentuk ekornya membuat ikan tersebut tampak berbeda ketika berenang. Karakter seperti ini disebut sangat jarang muncul dalam proses breeding.

Dari satu kali perkawinan indukan, jumlah anakan bisa mencapai ratusan bahkan sekitar 1.000 ekor. Namun, tidak semua anakan akan memiliki karakter istimewa. Kemunculan ikan dengan bentuk yang benar-benar langka justru dianggap sebagai keberuntungan atau “jackpot” bagi breeder.

Baca Juga: Bagikan 11 Ribu Kantong Udik-Udik ke Warga Bregodo Tani Jadi Pembeda Prosesi

Selain ekor kembar, terdapat pula ikan yang memiliki dua dorsal atau sirip punggung. Bentuk kedua dorsal tersebut terlihat simetris sehingga membuat tampilannya semakin menarik.

Menurut penjelasan Acung, dorsal kembar tersebut juga bukan hasil pemindahan atau penempelan sirip. Karakter tersebut muncul sebagai keunikan tersendiri pada ikan.

Bagi kolektor, karakter semacam itu memiliki nilai lebih karena tidak mudah ditemukan. Bahkan, sebuah ikan yang secara warna terlihat biasa dapat mempunyai harga tinggi apabila memiliki struktur tubuh atau sirip yang sangat langka.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Dukung Pembebasan PPB Sawah, Langsung Koordinasi untuk Siapkan Dasar Hukum

Tidak semua ikan yang dipelihara Acung memiliki harga belasan juta rupiah. Koleksinya juga mencakup ikan dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Beberapa varian yang diperlihatkan antara lain Panda, Avatar Panda, Armageddon, Fancy, Tanco, hingga bonsai. Avatar Panda, misalnya, disebut memiliki harga sekitar Rp3 juta per ekor, sedangkan beberapa ikan dapat ditawarkan dalam bentuk pasangan dengan harga sekitar Rp5 juta.

Cupang Tanco juga menjadi perhatian karena memiliki pola warna yang terkonsentrasi di bagian kepala. Sementara cupang bonsai mempunyai ukuran tubuh yang relatif kecil dan menjadi salah satu jenis yang diburu penghobi.

Harga ikan tersebut sangat bergantung pada karakter masing-masing. Kelangkaan warna, pola, bentuk sirip, hingga kondisi ikan menjadi pertimbangan dalam menentukan nilai jual.

Baca Juga: Nota Keuangan Sudah Masuk, DPRD Trenggalek Targetkan Perubahan APBD 2026 Rampung 8–9 September

Perdagangan cupang yang dilakukan Acung juga menyasar pasar internasional. Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Jepang, dan Korea disebut menjadi beberapa negara yang pernah menjadi tujuan ikan.

Untuk pasar Asia, warna seperti pink, Aurora, dan multicolor disebut cukup diminati. Permintaan tersebut membuat breeder perlu menyediakan ikan dengan karakter dan ukuran tertentu sesuai keinginan pembeli.

Di Indonesia sendiri, penjualan juga dilakukan melalui TikTok dengan sistem lelang. Ikan dengan harga lebih terjangkau dapat ditawarkan melalui open bid, sementara ikan langka ditujukan kepada kolektor tertentu.

Baca Juga: BRI Super League 2026-2027 Dimulai 4 September, Ini Regulasi dan Jadwal Pekan Pertama

Acung juga memanfaatkan Facebook untuk menjangkau komunitas cupang luar negeri. Dengan bergabung dalam komunitas internasional, peluang bertemu kolektor dan pembeli dari negara lain menjadi lebih besar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bisnis ikan cupang memiliki segmen pasar yang sangat beragam. Dari ikan yang dilelang puluhan ribu rupiah hingga ikan cupang termahal senilai sekitar Rp16 juta, semuanya bergantung pada keunikan dan tingkat kelangkaannya.

Bagi breeder, kemunculan satu ikan dengan karakter yang tidak biasa bahkan bisa menjadi peluang besar. Sebab, semakin sulit sebuah karakter ditemukan, semakin tinggi pula daya tariknya di mata kolektor.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
Ikan Cupang Termahal Ikan Cupang Langka Cupang Ekor Kembar Cupang Dorsal Ganda Harga Ikan Cupang