TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Jenis ikan cupang memiliki karakter, bentuk sirip, warna, hingga kebutuhan perawatan yang berbeda-beda. Mulai dari Half Moon yang dikenal dengan ekornya menyerupai setengah bulan, Plakat yang bertubuh kompak, hingga Wild Betta yang mempertahankan karakter alami cupang liar.
Ikan cupang selama ini dikenal sebagai salah satu ikan hias yang banyak menarik perhatian. Warnanya yang beragam, bentuk sirip yang mencolok, serta karakter unik menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak hingga kolektor berpengalaman.
Namun, dunia cupang tidak hanya terdiri atas beberapa varietas yang umum dikenal. Dalam transkrip video kanal Holybutterfly, dibahas 10 jenis ikan cupang populer dengan karakteristik dan kebutuhan perawatan yang berbeda.
Salah satu jenis ikan cupang yang dibahas adalah Half Moon. Nama tersebut mengacu pada bentuk ekornya yang menyerupai setengah bulan. Cupang ini memiliki beragam warna, mulai merah terang, biru metalik, hingga kombinasi warna lainnya.
Half Moon disebut berasal dari Thailand dan negara-negara Asia Tenggara. Jenis ini membutuhkan perhatian dalam perawatan karena siripnya yang lebar rentan mengalami kerusakan. Ruang berenang yang cukup diperlukan agar ekornya tidak mudah sobek.
Untuk kondisi air, suhu yang disebutkan dalam transkrip berada di kisaran 24 hingga 28 derajat Celsius. Arus filter juga sebaiknya tidak terlalu kuat karena dapat berisiko merusak ekor cupang.
Baca Juga: SPPG Tamanan Masih Suspend Lakukan Pembenahan Belum Akukan Pencabutan
Plakat hingga Crown Tail Memiliki Karakter Berbeda
Jenis ikan cupang berikutnya adalah Plakat. Berbeda dengan cupang bersirip panjang, Plakat memiliki sirip lebih pendek dengan tubuh yang lebih kompak. Warnanya dapat terlihat pekat dan solid, seperti merah, biru tua, atau hitam.
Cupang Plakat dikenal lebih agresif, terutama ikan jantan yang menunjukkan sifat teritorial. Dalam transkrip disebutkan bahwa jenis ini berasal dari wilayah Thailand dan Kamboja serta pernah dikenal sebagai ikan pertarungan.
Sirip pendek membuat Plakat lebih tangkas saat berenang. Perawatannya juga disebut relatif lebih mudah karena tidak memerlukan perhatian sebanyak cupang dengan sirip panjang. Meski akuariumnya tidak harus terlalu besar, tetap diperlukan ruang yang cukup untuk bergerak.
Untuk pakan, Plakat disebut menyukai makanan tinggi protein seperti pelet cupang, cacing darah, dan kutu air. Pemberian pakan dalam porsi kecil tetapi sering juga disebutkan untuk menjaga aktivitas dan kesehatannya.
Jenis lain yang memiliki penampilan mencolok adalah Crown Tail. Ciri utama cupang ini terdapat pada bentuk sirip yang menyerupai mahkota, dengan ujung runcing dan celah yang dalam. Crown Tail dapat memiliki warna merah, biru tua, hingga kombinasi warna eksotis.
Menurut transkrip, Crown Tail pertama kali dikembangkan oleh peternak cupang asal Indonesia pada akhir 1990-an. Siripnya yang dramatis membuat jenis ini membutuhkan perawatan hati-hati.
Dekorasi tajam atau kasar perlu dihindari karena dapat merusak sirip. Arus air yang terlalu kuat juga disebut dapat membuat Crown Tail kesulitan berenang, kelelahan, bahkan mengalami stres.
Baca Juga: SMAN 2 Trenggalek Siap Tampilkan Permainan Terbaik Bermain Lepas, Kompak, dan Tetap Sportif
Double Tail dan Dumbo Ear Punya Bentuk Sirip Unik
Double Tail menjadi salah satu jenis ikan cupang yang mudah dikenali karena ekornya terbelah menjadi dua bagian. Cupang ini disebut sebagai salah satu varian langka yang dihargai karena keunikan genetiknya.
Selain ekor terbelah, Double Tail memiliki tubuh lebih pendek dan lebar. Bentuk tersebut membuat ikan ini disebut lebih rentan mengalami kesulitan berenang dan stres sehingga kondisi air harus dijaga tetap stabil.
Suhu air yang disebutkan untuk Double Tail berada pada kisaran 24 hingga 28 derajat Celsius, dengan pH sekitar 6,5 hingga 7,5. Arus air kuat dan dekorasi yang terlalu padat juga perlu dihindari.
Ada pula cupang Dumbo Ear atau Elephant Ear. Jenis ini memiliki sirip dada besar dan lebar yang menyerupai telinga gajah. Saat berenang, sirip tersebut mengembang dan bergerak seperti sayap.
Dumbo Ear hadir dalam warna putih, biru, merah, hingga kombinasi warna. Jenis ini membutuhkan ruang berenang cukup luas agar sirip dadanya tidak mudah rusak. Suhu air disebut perlu dijaga stabil antara 24 hingga 27 derajat Celsius.
Sementara itu, Wild Betta menawarkan pesona berbeda. Jenis cupang liar ini tidak menonjolkan warna cerah atau sirip panjang seperti Betta splendens modern. Warnanya cenderung lebih gelap dengan corak metalik sederhana.
Beberapa spesies yang disebutkan antara lain Betta imbellis, Betta smaragdina, dan Betta mahachaiensis. Wild Betta disebut lebih menyukai air tenang dan sedikit asam, dengan pH 5,5 hingga 6,5 serta suhu sekitar 22 hingga 26 derajat Celsius.
Terlepas dari perbedaan karakter setiap jenis ikan cupang, transkrip tersebut menekankan pentingnya menyediakan lingkungan yang nyaman, makanan sehat, serta menjaga kebersihan akuarium. Dengan perawatan yang sesuai, keindahan warna dan sirip cupang dapat tetap terjaga.
Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest