TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Cara merawat ikan cupang perlu dilakukan dengan tepat agar ikan dapat tumbuh dengan baik, tetap sehat, serta memiliki warna dan sirip yang terjaga. Meski dikenal sebagai salah satu hewan peliharaan yang relatif mudah dipelihara, kesalahan dalam perawatan dapat menyebabkan sirip dan ekor ikan cupang mengalami kerusakan.
Bentuk yang lucu dan warna yang beragam menjadi salah satu daya tarik utama ikan cupang. Karena itu, pemilihan wadah, kualitas air, pemberian pakan, hingga cara memindahkan ikan perlu diperhatikan agar kondisinya tetap baik.
Langkah pertama dalam cara merawat ikan cupang adalah memilih wadah atau akuarium yang sesuai. Ikan cupang dapat hidup di akuarium dengan berbagai ukuran, tetapi dalam transkrip disebutkan wadah kecil berukuran sekitar 20 cm kali 15 cm dapat digunakan sebagai tempat pemeliharaan.
Pemilik juga dapat menambahkan batu-batu kecil atau tanaman palsu di dalam wadah agar tampilannya lebih berwarna. Selain wadah, jenis air yang digunakan juga menjadi perhatian penting dalam pemeliharaan ikan cupang.
Air tawar dari sumur disebut sebagai salah satu pilihan yang baik karena memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan habitat ikan cupang, seperti sawah dan rawa-rawa. Jika air sumur tidak tersedia, air PDAM dapat digunakan. Namun, penggunaan chloramin dan klorin perlu dihindari karena disebut berbahaya bagi ikan cupang.
Perhatikan Volume Air dan Cara Memindahkan Ikan
Pemilik ikan cupang juga perlu memperhatikan volume air di dalam wadah. Untuk wadah tanpa penutup, air sebaiknya diisi sekitar 40 persen agar mengurangi risiko ikan melompat keluar.
Saat memindahkan ikan cupang ke wadah baru, prosesnya juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ikan sebaiknya dipindahkan menggunakan wadah kecil yang masih berisi sedikit air.
Pergantian air secara drastis juga sebaiknya dihindari. Air lama dapat dicampurkan dengan air baru agar ikan lebih mudah menyesuaikan diri dengan kondisi air tersebut.
Penggunaan jaring ikan atau menyentuh tubuh ikan secara langsung juga perlu dihindari karena dapat merusak sirip cupang yang halus.
Dalam perawatan rutin, air akuarium disebut dapat diganti setiap tiga hari sekali. Sebelum membersihkan wadah, ikan cupang dipindahkan terlebih dahulu ke tempat penyimpanan sementara menggunakan wadah kecil bersama sedikit air.
Wadah kemudian dibersihkan dari kotoran dan lendir. Namun, pembersihan tidak disarankan menggunakan sabun atau deterjen karena dapat meracuni ikan. Wadah cukup dibersihkan menggunakan spons, termasuk batu dan aksesori yang ada di dalam akuarium.
Setelah wadah diisi kembali dengan air, air tersebut perlu didiamkan beberapa saat hingga suhunya sesuai dengan suhu kamar sebelum ikan dimasukkan kembali.
Baca Juga: SMAN 2 Trenggalek Siap Tampilkan Permainan Terbaik Bermain Lepas, Kompak, dan Tetap Sportif
Penjemuran dan Pakan Bernutrisi
Cara merawat ikan cupang agar warnanya bagus juga dapat dilakukan dengan menjemurnya. Dalam transkrip, penjemuran disebut bertujuan membuat ikan lebih segar sekaligus membantu membunuh bakteri dan jamur yang ada pada kulit serta wadahnya.
Ikan cupang dapat dijemur pada pukul 08.00 hingga 10.00 selama sekitar 15 sampai 30 menit. Namun, penjemuran tidak disarankan dilakukan terlalu sering.
Untuk ikan cupang dengan warna kulit yang didominasi warna hitam, penjemuran disebut tidak perlu dilakukan karena ikan dapat panik dan stres. Jika ikan terlihat panik saat dijemur, ikan perlu segera dipindahkan ke tempat yang teduh hingga kembali nyaman.
Selain kondisi air, makanan juga menjadi bagian penting dalam cara merawat ikan cupang agar cepat tumbuh. Pakan bernutrisi dipercaya membantu pertumbuhan ikan dengan lebih baik.
Beberapa jenis pakan hidup yang disebutkan antara lain kutu air, udang, jentik nyamuk, ulat, dan cacing. Ikan cupang disebut cukup diberi makan dua kali dalam sehari dan tidak perlu diberikan pakan terlalu sering.
Daun ketapang dan daun jati juga disebut dapat diberikan sebagai vitamin. Daun ketapang disebut dapat membantu pemulihan ikan cupang yang terluka karena dapat mengoptimalkan pH akuarium.
Garam Ikan Hias dan Metil Biru
Perawatan ikan cupang yang terluka juga dapat dilakukan dengan memberikan garam ikan hias. Garam disebut berfungsi sebagai penyeimbang osmosis di dalam tubuh ikan serta dipercaya membantu menstabilkan metabolisme.
Takaran yang disebutkan adalah 0,1 persen dari air atau sekitar 10 gram garam untuk satu liter air.
Sementara itu, metil biru disebut dapat digunakan untuk membantu mempercepat pertumbuhan sirip ikan cupang yang patah. Dalam transkrip disebutkan pertumbuhan sirip bahkan dapat berlangsung dalam waktu kurang dari satu minggu.
Dengan memperhatikan wadah, kualitas air, cara pemindahan, pakan, hingga perawatan sirip, ikan cupang dapat dipelihara dengan lebih hati-hati agar tetap sehat serta mempertahankan keindahan warna dan bentuknya.
Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest