Panduan Lengkap Budidaya Ikan Guppy bagi Pemula agar Cepat Beranak dan Panen Melimpah

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:30 WIB
Panduan lengkap budidaya ikan guppy pemula. Pelajari cara memilih indukan, pemijahan massal, perawatan indukan hamil, hingga pembesaran burayak.
Panduan lengkap budidaya ikan guppy pemula. Pelajari cara memilih indukan, pemijahan massal, perawatan indukan hamil, hingga pembesaran burayak.

TRENGGALEK - Budidaya ikan guppy kini semakin diminati oleh para pecinta ikan hias maupun pelaku usaha mikro. Selain ukurannya yang mungil dan penampilannya yang cantik, ikan guppy memiliki nilai ekonomis yang tinggi di pasaran. Kendati ukuran tubuhnya tergolong kecil, harga jual ikan hias ini relatif mahal, terutama untuk varietas yang memiliki corak dan sirip yang indah. Bagi pemula yang ingin memulai usaha ini, proses pengembangbiakan ikan guppy tergolong sangat mudah dan menawarkan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Salah satu daya tarik utama dari budidaya ikan guppy adalah ketahanan hidup anakannya atau yang biasa disebut burayak. Meskipun dalam satu kali melahirkan indukan betina hanya mengeluarkan sekitar 20 hingga 70 ekor anakan, tingkat kelangsungan hidup burayak bisa mencapai 100 persen jika mendapatkan perawatan yang tepat dan intensif. Ikan guppy juga dikenal sebagai jenis ikan hias yang sangat cepat berkembang biak dengan siklus reproduksi yang terbilang singkat.

Untuk memulai penangkaran, langkah awal yang paling krusial adalah memilih indukan berkualitas. Pemilihan indukan betina sebaiknya dilakukan pada ikan yang sudah berumur 3 hingga 4 bulan karena pada usia tersebut betina sudah matang secara reproduksi. Sementara itu, untuk indukan jantan, pilih ikan yang sehat dan memiliki warna yang cemerlang serta sirip yang lebar. Aspek genetis sangat menentukan hasil keturunan, sehingga untuk mendapatkan anak ikan yang bagus, pemijahan harus mengawinkan indukan berkualitas unggul. Pembudidaya juga bisa melakukan persilangan antarjenis untuk menghasilkan variasi corak baru yang lebih menawan.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele

Persiapan media pemijahan juga tidak boleh diabaikan. Wadah yang digunakan bisa memanfaatkan akuarium, kolam terpal, wadah beton, atau bahkan ember plastik dengan ukuran minimal 30 x 30 cm. Apapun jenis wadah yang dipilih, kualitas air menjadi kunci utama. Gunakan air bersih yang telah diendapkan setidaknya selama 24 jam sebelum digunakan, dengan kedalaman air minimal 25 cm. Untuk menjaga kualitas lingkungan air dan menyerap zat beracun, tambahkan tanaman air seperti ekor kucing. Pemasangan aerator juga disarankan guna membuang gas-gas merugikan serta menunjang perputaran oksigen di dalam wadah.

Proses pemijahan dapat dilakukan secara massal agar lebih cepat, murah, dan praktis. Perbandingan ideal di wadah pemijahan adalah 1 ekor jantan dan 5 ekor betina, atau 5 jantan dan 10 betina jika menggunakan wadah yang lebih besar. Tata caranya dimulai dengan memasukkan indukan betina terlebih dahulu pada pagi hari, kemudian disusul indukan jantan pada sore harinya. Proses pemijahan massal ini biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu.

Keberhasilan pemijahan dapat dideteksi setelah dua minggu. Indukan betina yang berhasil dibuahi ditandai dengan bentuk perut yang membuncit serta munculnya titik hitam di sekitar area perut. Setelah tanda-tanda kehamilan ini terlihat, indukan betina harus segera dipisahkan ke wadah khusus perawatan agar tidak terganggu oleh kejaran ikan jantan.

Secara umum, masa kehamilan ikan guppy berlangsung antara 25 hingga 30 hari. Selama periode ini, indukan hamil memerlukan asupan nutrisi ekstra berupa pakan hidup seperti kutu air dan cacing sutra yang diberikan secara teratur pada pagi dan sore hari. Pemberian pakan bergizi ini terbukti dapat mempercepat proses kelahiran anakan.

Setelah melahirkan, burayak ikan guppy yang baru lahir jangan langsung diberi makan. Anakan ikan masih memiliki cadangan makanan di tubuhnya untuk 3 hingga 5 hari pertama. Setelah cadangan tersebut habis, burayak mulai dapat diberi pakan halus seperti infusoria atau artemia. Perawatan burayak dilakukan di kolam pendederan khusus yang dilengkapi aerasi sedang, tanaman air seperti hydrilla atau eceng gondok untuk berteduh, serta paparan sinar matahari terbuka agar warna tubuh ikan tumbuh cemerlang. Pergantian air di kolam pendederan wajib dilakukan secara berkala setiap 3 hari sekali.

Kunci keberhasilan komersial dari budidaya ini sangat ditentukan oleh banyaknya populasi jantan yang berhasil dibesarkan. Pasalnya, pasar ikan hias lebih memburu ikan guppy jantan yang memiliki sirip lebar dan warna atraktif, dibandingkan betina yang warnanya cenderung kusam. Dengan perawatan yang terencana dari tahap pemijahan hingga pembesaran, budidaya ikan guppy mampu menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Baca Juga: SMAN 2 Trenggalek Siap Tampilkan Permainan Terbaik Bermain Lepas, Kompak, dan Tetap Sportif

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
ikan guppy Budidaya Ikan Guppy Cara Memijahkan Guppy Burayak Guppy Usaha Ikan Hias