Trik Praktis Pemijahan Massal Ikan Guppy agar Indukan Cepat Hamil dan Beranak

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:35 WIB
Simak trik pemijahan massal ikan guppy agar cepat hamil. Mulai dari seleksi indukan, rasio jantan-betina, hingga penetasan burayak secara praktis.
Simak trik pemijahan massal ikan guppy agar cepat hamil. Mulai dari seleksi indukan, rasio jantan-betina, hingga penetasan burayak secara praktis.

TRENGGALEK - Pemijahan merupakan tahapan paling menentukan dalam usaha pengembangbiakan ikan hias, termasuk pada ikan guppy. Bagi para pembudidaya, proses pemijahan yang berlangsung cepat dan menghasilkan banyak anakan menjadi target utama. Secara alami, ikan guppy membutuhkan waktu sekitar lima minggu dari proses awal hingga melahirkan. Namun, dengan teknik pemijahan massal yang tepat, proses pengembangbiakan ini dapat berjalan lebih efisien, hemat biaya, dan menghasilkan jumlah burayak yang melimpah.

Langkah pertama dalam melakukan pemijahan massal adalah menyeleksi indukan jantan dan betina. Kriteria indukan betina yang siap pijah adalah berumur minimal 3 hingga 4 bulan. Pada usia ini, organ reproduksi betina telah matang sempurna. Di sisi lain, indukan jantan yang dipilih harus memiliki kualitas fisik prima, aktif bergerak, sehat, serta mengusung corak warna dan bentuk sirip yang indah. Faktor genetik memegang peranan mutlak dalam menentukan estetika anakan, sebab corak serta bentuk tubuh burayak diturunkan langsung dari kedua induknya.

Media atau wadah penangkaran untuk pemijahan sangat fleksibel. Pembudidaya dapat menggunakan akuarium, kolam terpal, bak semen, atau ember berukuran minimal 30 x 30 cm. Faktor terpenting dari media ini terletak pada kualitas air yang digunakan. Air wajib diendapkan terlebih dahulu selama minimal 24 jam sebelum dimasukkan ke wadah penangkaran. Ketinggian air ideal untuk tempat pemijahan adalah minimal 25 cm, dengan batas populasi maksimal 30 ekor ikan dalam satu wadah agar tidak terjadi penumpukan limbah organik yang berlebihan.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele

Untuk mengoptimalkan kualitas lingkungan air di dalam wadah pemijahan, tambahkan tanaman air seperti ekor kucing atau istilah sejenisnya. Tanaman ini berfungsi membantu menyerap zat-zat beracun hasil dari sisa pakan dan kotoran ikan. Selain itu, pemasangan instrumen aerator sangat dianjurkan untuk membuang gas-gas berbahaya dalam air sekaligus menjaga sirkulasi oksigen terlarut tetap stabil selama masa pemijahan.

Dalam pemijahan massal, rasio perbandingan jumlah jantan dan betina harus diperhatikan dengan cermat. Formulasi yang ideal adalah menggunakan racikan 1 ekor ikan jantan berbanding 5 ekor ikan betina. Jika pembudidaya memiliki wadah penangkaran berukuran besar, jumlahnya dapat disesuaikan menjadi 5 ekor jantan berbanding 10 ekor betina atau lebih. Metode massal ini dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan pemijahan satu per satu karena mempercepat waktu kerja dan menghemat penggunaan wadah.

Prosedur memasukkan ikan ke dalam wadah pemijahan juga memiliki teknik khusus. Indukan betina harus dimasukkan terlebih dahulu pada pagi hari agar dapat beradaptasi dengan lingkungan air yang baru. Selanjutnya, indukan jantan baru dimasukkan pada sore harinya. Selama berada dalam satu wadah, pemijahan tidak selalu terjadi pada hari pertama. Oleh karena itu, biarkan seluruh indukan berkumpul dan menjalani proses pemijahan secara alami selama satu hingga dua minggu.

Pemeriksaan hasil pemijahan dapat dilakukan setelah proses berjalan selama 14 hari. Ciri-ciri indukan betina yang berhasil hamil dapat dikenali dari fisik perutnya yang membuncit serta munculnya bercak atau titik hitam di area sekitar bawah perut. Jika tanda-tanda kehamilan tersebut sudah terlihat jelas, indukan betina harus segera diangkat dan dipisahkan ke wadah perawatan khusus. Pemisahan ini krusial dilakukan guna mencegah betina hamil dikejar-kejar atau diganggu oleh ikan jantan yang dapat memicu stres hingga kegagalan kehamilan.

Indukan betina yang dipisah selanjutnya akan menjalani masa kehamilan selama 25 hingga 30 hari. Selama masa penantian ini, pemberian pakan kaya protein secara teratur akan membantu menjaga kondisi fisik induk hingga saatnya melahirkan puluhan burayak segar yang siap dibesarkan.

Baca Juga: SMAN 2 Trenggalek Siap Tampilkan Permainan Terbaik Bermain Lepas, Kompak, dan Tetap Sportif

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
Budidaya Ikan Guppy Cara Memijahkan Ikan Guppy Pemijahan Ikan Guppy Indukan Guppy Hamil Ternak Ikan Guppy