TRENGGALEK- Tingkat keberhasilan dalam budidaya ikan guppy tidak hanya diukur dari banyaknya indukan yang berhasil melahirkan, tetapi juga dari angka kelangsungan hidup anakan atau burayak. Burayak ikan guppy yang baru lahir membutuhkan perhatian dan pola pemberian pakan yang sangat spesifik. Kesalahan dalam memilih jenis pakan maupun waktu pemberiannya dapat berdampak fatal, bahkan menyebabkan kematian massal pada anakan ikan yang baru menetas.
Satu aturan paling mendasar yang wajib dipahami oleh seluruh pembudidaya adalah larangan memberi makan burayak guppy yang baru lahir. Burayak yang baru keluar dari perut induknya masih memiliki kantung kuning telur (yolk sac) di tubuhnya yang berfungsi sebagai cadangan makanan alami. Cadangan pakan bawaan ini mampu menopang kebutuhan nutrisi burayak selama 3 hingga 5 hari pertama kehidupannya. Pemberian pakan pada periode awal ini justru hanya akan mengotori air dan merusak kualitas media pendederan.
Setelah melewati masa 3 hingga 5 hari dan cadangan makanan alaminya habis, pembudidaya baru diperbolehkan memberikan pakan luar. Untuk burayak yang tepat memasuki umur 5 hari, jenis pakan yang paling cocok diberikan adalah infusoria. Infusoria merupakan organisme mikroskopis yang memiliki ukuran sangat kecil, sesuai dengan bukaan mulut burayak guppy yang masih amat sempit.
Baca Juga: Koi Gosanke Jadi Langganan Juara, Ini 3 Jenis yang Wajib Dikenal
Seiring bertambahnya usia, variasi pakan burayak dapat ditingkatkan secara bertahap. Ketika burayak berada di rentang usia setelah 5 hari hingga sebelum 20 hari, pakan ideal yang disarankan adalah artemia (udang renik) atau pelet khusus yang memiliki kandungan protein tinggi. Selain artemia, pembudidaya juga bisa memberikan kutu air, namun dengan syarat wajib disaring terlebih dahulu agar ukuran kutu air yang dikonsumsi sesuai dengan kapasitas pencernaan anakan ikan.
Setelah burayak melewati usia 20 hari, sistem pencernaannya sudah tumbuh lebih kuat. Pada fase ini, anakan guppy sudah dapat diberikan pakan berupa kutu air murni tanpa perlu disaring lagi. Opsi pakan lain yang mulai bisa diperkenalkan adalah cacing sutra. Pakan hidup seperti cacing sutra sangat efektif memacu pertumbuhan fisik ikan guppy secara signifikan.
Meski cacing sutra bagus untuk percepatan pertumbuhan, pembudidaya harus ekstra waspada saat memberikannya kepada anakan guppy. Sangat dilarang memberikan cacing sutra pada burayak yang usianya masih sangat muda di bawah 20 hari. Cacing sutra memiliki ukuran tubuh yang relatif panjang dan tekstur yang ulet. Jika dipaksakan dimakan oleh burayak kecil, cacing tidak akan langsung mati di dalam perut, sehingga dapat merusak dan mengganggu organ pencernaan ikan. Kasus kematian burayak setelah diberi cacing sutra umumnya disebabkan oleh faktor ini.
Selain masalah ukuran, faktor kebersihan cacing sutra juga sering menjadi pemicu kematian burayak. Cacing sutra yang diambil langsung dari alam umumnya membawa banyak kuman dan belum steril. Oleh karena itu, sebelum disajikan kepada ikan, cacing sutra harus melalui proses penanganan khusus seperti pembilasan dengan air bersih secara berulang kali hingga benar-benar higienis.
Pemberian pakan yang tepat harus diimbangi dengan perawatan wadah pendederan. Gunakan air bersih dengan ketinggian sekitar 40 cm yang dilengkapi aerasi bertekanan lembut, serta lakukan penggantian air setiap 3 hari sekali. Tempatkan wadah di ruang terbuka yang terkena sinar matahari agar asupan nutrisi pakan dapat diserap optimal dan membentuk warna tubuh guppy yang cemerlang.
Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube