TRENGGALEK- Mengakselerasi proses kehamilan indukan ikan guppy menjadi fokus utama bagi para peternak ikan hias yang menginginkan siklus panen lebih cepat. Dalam kondisi normal, masa mengandung indukan betina guppy memakan waktu sekitar 25 hingga 30 hari, dengan potensi menghasilkan 20 hingga 50 ekor burayak dalam sekali melahirkan. Namun, periode kehamilan ini dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan anakan yang sehat apabila indukan mendapat perawatan intensif selama masa mengandung.
Langkah pertama yang wajib dilakukan begitu indukan dipastikan hamil adalah memindahkannya ke wadah perawatan khusus. Indukan betina yang hamil dapat diidentifikasi melalui perubahan fisik berupa perut yang membuncit serta hadirnya bercak atau titik hitam di bagian bawah perutnya setelah melewati proses pemijahan selama dua minggu. Pemisahan ini bertujuan untuk memberikan ruang yang tenang bagi indukan serta menghindarinya dari gangguan kejaran ikan jantan yang dapat memicu stres.
Faktor utama dalam merawat indukan guppy hamil terletak pada pemberian nutrisi dan pola pakan harian. Selama masa mengandung, indukan membutuhkan asupan pakan berkualitas tinggi yang kaya akan protein alami. Jenis makanan terbaik untuk indukan guppy yang sedang hamil adalah pakan hidup seperti kutu air dan cacing sutra. Pakan ini harus diberikan secara teratur dan konsisten dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.
Baca Juga: Koi Gosanke Jadi Langganan Juara, Ini 3 Jenis yang Wajib Dikenal
Asupan gizi dari pakan hidup terbukti sanggup menjaga kebugaran stamina indukan betina sekaligus menyuplai nutrisi penting bagi perkembangan janin burayak di dalam perutnya. Indukan yang tercukupi gizi mikronya cenderung memiliki masa kehamilan yang stabil, proses melahirkan yang lancar, serta mampu menekan risiko kematian indukan pascamelahirkan.
Selain faktor pakan, kualitas air pada wadah penampungan indukan hamil harus terus dipantau. Wadah perawatan cukup diisi dengan air bersih yang diendapkan dan dilengkapi dengan sistem aerasi. Tekanan aerasi dalam wadah penampungan betina hamil tidak boleh terlalu kuat. Aliran air yang terlalu deras justru dapat membuat indukan betina kelelahan karena harus terus berenang melawan arus, yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan kandungannya.
Pembudidaya juga diperbolehkan menambahkan tanaman air seperti hydrilla, eceng gondok, atau ekor kucing ke dalam wadah penampungan indukan hamil. Keberadaan tanaman air ini memiliki dua fungsi vital. Pertama, sebagai penyaring alami yang menyerap zat beracun sisa metabolisme. Kedua, sebagai tempat berlindung atau berteduh bagi burayak yang baru saja keluar dari perut induknya agar tidak dimangsa oleh induknya sendiri jika pembudidaya terlambat memisahkan.
Lingkungan tempat penampungan sebaiknya diletakkan di area yang mendapat pencahayaan yang cukup, namun terhindar dari paparan panas terik yang ekstrem. Suhu air yang stabil akan membuat indukan merasa nyaman hingga saatnya melahirkan.
Setelah masa penantian selama kurang lebih satu bulan, indukan akan melahirkan puluhan anakan burayak. Setelah seluruh burayak keluar, segera pindahkan indukan betina kembali ke kolam pemulihan dan biarkan burayak berada di wadah pendederan untuk memulai proses pembesaran. Dengan perawatan indukan hamil yang terencana, tingkat keberhasilan hidup burayak sejak hari pertama menetas dapat dipertahankan secara maksimal.
Baca Juga: Koi Gosanke Jadi Langganan Juara, Ini 3 Jenis yang Wajib Dikenal
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube