7 Kesalahan Pelihara Ikan Arwana Super Red yang Sering Dilakukan Pemula

Putri Dwi Lestari • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 07:40 WIB
Kesalahan pelihara Arwana Super Red sering dilakukan pemula, dari pakan berlebihan, air, filter, pompa, hingga lupa menutup akuarium.(PINTEREST)
Kesalahan pelihara Arwana Super Red sering dilakukan pemula, dari pakan berlebihan, air, filter, pompa, hingga lupa menutup akuarium.(PINTEREST)

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Kesalahan pelihara Arwana Super Red masih sering dilakukan penghobi pemula. Mulai dari memaksakan ikan agar cepat besar, memberikan pakan yang sama di setiap fase, hingga mengganti air langsung dari keran. Kebiasaan tersebut dinilai justru dapat mengganggu pertumbuhan dan kondisi ikan.

Sejumlah kesalahan umum dalam memelihara Arwana Super Red dibahas dari sisi perawatan sehari-hari. Salah satu hal yang ditekankan adalah memahami bahwa arwana memiliki fase pertumbuhan yang tidak bisa dilewati.

Ikan arwana disebut memiliki masa hidup relatif panjang dibandingkan sejumlah ikan hias lain. Terdapat Arwana Super Red yang berusia lebih dari 40 tahun. Sementara arwana berusia 15, 20, hingga 25 tahun disebut cukup sering ditemukan di kolam, akuarium, maupun bak fiber.

Pertumbuhannya juga berlangsung lambat. Dari ukuran sekitar 10 sentimeter hingga mencapai ukuran maksimal 65-70 sentimeter membutuhkan waktu panjang. Bahkan, sejak lahir sampai siap berproduksi disebut membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam tahun.

Baca Juga: SMAN 2 Trenggalek Siap Tampilkan Permainan Terbaik Bermain Lepas, Kompak, dan Tetap Sportif

Jangan Paksa Arwana Cepat Besar

Kesalahan pertama yang sering dilakukan penghobi baru adalah memaksakan porsi makan agar arwana cepat besar. Padahal, ikan tersebut memiliki beberapa fase, mulai dari telur, baby, juvenil atau remaja, dewasa, hingga siap produksi.

Setiap fase tidak bisa dilewati begitu saja. Memaksa pertumbuhan dengan memberikan makanan secara berlebihan justru berisiko membuat bentuk tubuh tidak berkembang seimbang.

Ikan arwana yang terlalu banyak dipaksa makan dapat memiliki tubuh gemuk, tetapi dayung dan ekornya justru pendek atau kecil. Karena itu, pemberian pakan disarankan menyesuaikan kapasitas perut ikan.

Kesalahan berikutnya adalah memberikan jenis makanan yang sama pada seluruh fase pertumbuhan. Padahal, kebutuhan arwana disebut berbeda berdasarkan usianya.

Untuk baby arwana, anak ikan gabus dan anak ikan mas disebut sebagai salah satu pilihan pakan. Anak ikan gabus dikaitkan dengan pertumbuhan dayung, ekor, serta sirip, sedangkan anak ikan mas disebut membantu pertumbuhan badan.

Saat masuk fase remaja, arwana mulai dapat dikenalkan dengan udang. Pakan tersebut disebut dapat membantu memaksimalkan potensi warna karena mengandung betakaroten. Pemberian pakan pun tidak seharusnya hanya terpaku pada satu jenis makanan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Amankan Posisi Keenam di FP1 MotoGP Inggris 2026

Jangan Berlebihan Menggunakan Produk Perawatan

Kesalahan lain yang sering dilakukan penghobi pemula adalah terlalu banyak menggunakan water conditioner atau suplemen meski ikan dalam kondisi baik.

Penggunaan produk tambahan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Antiklorin atau antikloramin diperlukan ketika menggunakan air PAM karena air tersebut mengandung klorin. Sementara bakteria starter dibutuhkan apabila sistem filtrasi menggunakan media biologis.

Produk lain, seperti penurun pH atau TDS, disebut tidak perlu digunakan apabila kondisi air memang tidak bermasalah.

Penggantian air langsung dari keran juga menjadi perhatian. Air PAM maupun air sumur disarankan ditampung, diendapkan, dan diaerasi terlebih dahulu selama minimal 1 x 24 jam. Untuk pergantian air, sekitar 30 persen dinilai sudah cukup apabila dilakukan secara rutin.

Ukuran akuarium juga harus diperhitungkan. Meski ikan masih berukuran kecil, penggunaan akuarium yang terlalu sempit akan membuat penghobi harus segera melakukan pemindahan. Ukuran akuarium minimal memiliki panjang 120 sentimeter, lebar 60 sentimeter, dan tinggi 50 sentimeter. Untuk ikan kecil, ketinggian air sekitar 25-35 sentimeter disebut sudah cukup.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Gagal Raih Poin di Moto3 Belanda, Tergelincir pada Lap 8

Pemilihan filter dan pompa juga harus menyesuaikan kebiasaan pemilik dalam melakukan perawatan. Filter besar dengan banyak media biologis dinilai lebih sesuai bagi pemilik yang jarang mengganti air. Sebaliknya, penghobi yang rutin mengganti air tidak selalu membutuhkan filter berukuran besar.

Kapasitas pompa pun tidak berarti semakin besar semakin baik. Sirkulasi air yang terlalu lambat dapat mengurangi oksigen, sedangkan aliran yang terlalu cepat membuat air melewati media filter sebelum proses penguraian berlangsung optimal.

Kesalahan terakhir yang sangat penting adalah lupa menutup akuarium. Arwana dikenal memiliki kebiasaan melompat. Tutup yang tidak terpasang dengan baik setelah mengganti air atau memberi makan dapat membuat ikan keluar dari akuarium, terutama ketika pemilik tidak menyadarinya.

Selain itu, penggunaan tanning untuk mempercepat keluarnya warna juga sebaiknya tidak dipaksakan. Arwana memiliki usia dan ukuran tertentu sebelum potensinya dapat dimaksimalkan. Memaksakan proses tersebut pada ikan yang belum siap disebut dapat membuat warna tidak maksimal, ikan stres, bahkan berisiko mengalami masalah seperti menggigit ekor.

Editor : Putri Dwi Lestari
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Arwana Super Red Ikan Arwana Akuarium Arwana Kesalahan Pelihara Arwana Perawatan Arwana