TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Cara merawat ikan arwana agar tetap aktif tidak hanya bergantung pada pemberian pakan. Kualitas air, ukuran akuarium, suhu, variasi makanan, hingga kebiasaan ikan berinteraksi dengan pemilik menjadi sejumlah hal yang diperhatikan dalam perawatan arwana di rumah.
Penghobi pemula kerap menghadapi kondisi ikan yang lebih banyak diam atau “mager”. Karena itu, lingkungan akuarium perlu dibuat sesuai dengan kebutuhan ikan.
Salah satu hal yang ditekankan adalah ukuran tank. Akuarium sebaiknya memiliki ukuran sekitar tiga hingga empat kali lipat dari ukuran ikan. Ruang yang lebih luas dinilai dapat membantu arwana bergerak lebih leluasa.
Kualitas air juga menjadi bagian penting dalam perawatan. Air yang disarankan adalah air endapan, bukan langsung dari air PAM. Pergantian air dilakukan sekitar 30 persen secara rutin.
Penggunaan garam dan obat penjernih air dalam jumlah tertentu. Bakteri starter dapat diberikan sekitar satu kali dalam seminggu. Penggunaan tersebut disebut berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan dan kejernihan air akuarium.
Baca Juga: Honda Moto3 Disorot, Performa Motor Disebut Jadi Tantangan Feda Ega Pratama
Pakan Jangan Terpaku Satu Jenis
Pola pemberian pakan menjadi bagian lain yang diperhatikan. Ada tiga jenis makanan yang bisa diberikan, yakni udang air tawar, ulat Hongkong, dan jangkrik.
Ketiga pakan tersebut diberikan secara bergantian. Tujuannya agar ikan terbiasa mengonsumsi berbagai jenis makanan dan tidak hanya menyukai satu jenis pakan.
Pemberian makanan dapat dilakukan pada waktu yang berbeda. Misalnya, udang diberikan pada pagi hari, ulat Hongkong pada siang hari, dan jangkrik pada malam hari. Namun, pemberian dua kali sehari juga dinilai tidak menjadi masalah.
Untuk arwana berukuran 17 sentimeter, porsinya cukup sedikit. Bisa diberikan satu ekor jangkrik pada pagi hari dan satu hingga dua ekor udang air tawar pada malam hari.
Udang yang digunakan bahkan diberikan dalam kondisi hidup. Udang yang bergerak dapat membuat arwana mengejar mangsa sehingga insting predatornya ikut terlatih.
Baca Juga: SPPG Tamanan Masih Suspend Lakukan Pembenahan Belum Akukan Pencabutan
Selain pakan, interaksi dengan ikan juga dilakukan sebelum waktu makan. Cara yang biasanya dilakukan yaitu mengetuk bagian akuarium dengan tangan. Setelah ikan merespons suara tersebut, makanan diberikan.
Kebiasaan itu dilakukan agar arwana terbiasa dengan keberadaan tangan atau orang di sekitar akuarium. Dengan demikian, ikan diharapkan tidak mudah takut ketika pemilik mendekati tank.
Suhu dan Pencahayaan Akuarium
Suhu air juga menjadi perhatian dalam cara merawat ikan arwana. Ikan Arwana menyukai air yang hangat. Ketika air terlalu dingin, ikan dapat menjadi lebih pasif.
Penggunaan lampu akuarium selama lebih dari 10 jam. Lampu tersebut juga dimanfaatkan sebagai sumber panas. Meski memiliki heater, perangkat tersebut tidak digunakan karena panas dari lampu dinilai sudah cukup menjaga kondisi air.
Ada pula teknik khusus dalam penempatan lampu. Cahaya tidak diarahkan langsung ke permukaan air. Ada beberapa penghobi menggunakan styrofoam untuk memantulkan cahaya terlebih dahulu sebelum mengenai air.
Cara tersebut dilakukan untuk mengurangi paparan cahaya langsung terhadap mata ikan. Cahaya yang terlalu sering mengenai bagian bawah arwana disebut dapat berkaitan dengan kondisi mata yang turun ke bawah.
Pada akhirnya, perawatan arwana di rumah dinilai tidak harus rumit. Dua hal yang paling ditekankan adalah menjaga kualitas air dan memberikan pakan secukupnya.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber