Ikan Koi Jumbo 105 Cm Jadi Penghuni Kolam Baru, Ada Target Tumbuh 1,2 Meter

Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 05:15 WIB

 

Ikan koi jumbo 105 cm jenis Cagoi Ginrin menjadi penghuni baru kolam, bersama Yellow Monkey 57 cm dan koi Showa.
Ikan koi jumbo 105 cm jenis Cagoi Ginrin menjadi penghuni baru kolam, bersama Yellow Monkey 57 cm dan koi Showa.

JAKARTA - Ikan koi jumbo berukuran sekitar 105 sentimeter menjadi salah satu penghuni baru kolam dalam video tersebut. Koi jenis Cagoi Ginrin berwarna tembaga itu dipindahkan dengan bantuan dua orang karena ukurannya yang besar. Selain koi jumbo, dua koi lain juga ikut menempati kolam, termasuk Yellow Monkey yang disebut telah mencapai 57 sentimeter.

Kedatangan ikan-ikan tersebut menjadi momen khusus bagi pemilik kolam. Dalam video, pemindahan dilakukan secara hati-hati, terutama terhadap koi berukuran lebih dari satu meter. Ikan jumbo itu bahkan diangkat menggunakan plastik oleh dua orang agar tubuhnya tidak mengalami masalah saat dipindahkan.

“Bismillahirrahmanirrahim. Ini diangkat berdua gitu supaya jangan bengkong,” ujar pembuat video saat memindahkan koi tersebut.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele

Koi jumbo tersebut merupakan jenis Cagoi Ginrin dengan warna tembaga. Warna itu disebut tergolong langka, bahkan disebut jarang ditemukan di Jepang. Penampilannya juga semakin mencolok karena sisik ginrin yang memberikan efek seperti berlian.

Tiga Koi Baru Menghuni Kolam

Selain koi jumbo, terdapat dua koi lain yang dibawa ke kolam. Salah satunya merupakan koi Showa dari Omosako Koi Farm. Sementara satu lainnya adalah Yellow Monkey dari Dainichi Koi Farm.

Yellow Monkey disebut dibawa dari Jepang sebagai oleh-oleh. Ikan tersebut awalnya berukuran sekitar 35 sentimeter dan dalam waktu sekitar satu bulan telah mencapai 57 sentimeter.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele

Dalam video, Yellow Monkey disebut dititipkan untuk membantu memopulerkan jenis tersebut di Indonesia. Sebelum dikirim ke pemilik berikutnya, ikan itu terlebih dahulu menjalani karantina selama satu minggu.

Ketiga koi baru tersebut kemudian digabungkan dengan tujuh koi yang sebelumnya sudah berada di kolam. Dengan demikian, jumlah koi di kolam tersebut menjadi 10 ekor.

Koi jumbo menjadi salah satu ikan yang paling menarik perhatian. Ukurannya yang mencapai sekitar 105 sentimeter membuat proses pemindahan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Pemilik juga sempat membahas kekhawatiran bahwa koi berukuran lebih dari satu meter akan kesulitan berbelok. Namun, setelah dimasukkan ke kolam, ikan tersebut justru dapat bergerak dengan baik.

“Bisa lari-lari bukan belok lagi,” kata pembuat video setelah melihat pergerakan koi jumbo tersebut.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele

Koi Sempat Mendapat Perawatan Dokter

Kedatangan koi baru juga disertai proses pemeriksaan terhadap salah satu ikan yang sebelumnya mengalami luka pada bagian mulut. Luka tersebut disebut sudah berlangsung selama berbulan-bulan hingga mengalami infeksi.

Dalam video, dokter Roy memeriksa koi tersebut dan menemukan adanya infeksi yang berkaitan dengan bakteri. Luka yang awalnya kecil disebut dapat berkembang apabila dibiarkan.

Koi itu kemudian diberi sedasi sebelum mendapatkan perawatan. Setelah pengobatan, ikan dikembalikan ke kolam. Kondisinya disebut masih aktif dan tetap mau makan sehingga tidak memerlukan perawatan intensif.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele

Pemeriksaan juga menemukan adanya parasit pada bagian tubuh lainnya. Dalam penjelasan dokter, kondisi ikan yang sedang sakit dapat membuat lendir pelindungnya berkurang sehingga parasit lebih mudah menempel dan menyebabkan luka.

Perawatan koi menjadi salah satu perhatian penting dalam proses pemeliharaan ikan-ikan tersebut. Pemilik mengaku lebih tenang karena terdapat dokter yang dapat membantu memeriksa dan merawat koi apabila mengalami masalah kesehatan.

Selain kesehatan, makanan juga menjadi bagian dari perawatan. Dalam video, koi diajari mengonsumsi makanan berbentuk pasta yang tenggelam ke dasar air. Cara tersebut disebut sesuai dengan posisi mulut koi yang berada di bagian bawah tubuh.

Untuk koi jumbo, pemilik juga menargetkan pertumbuhan hingga sekitar 1,2 meter. Sementara Yellow Monkey ditargetkan dapat mencapai ukuran satu meter.

Setelah melalui proses adaptasi, ikan-ikan tersebut akhirnya mulai dilepas ke kolam baru. Air kolam disebut terus mengalir sehingga kondisinya dianggap sesuai untuk penghuni baru.

Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila
Koi Jepang Ikan Koi Jumbo Koi Cagoi Ginrin Yellow Monkey Koi Showa