TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Ikan hias air laut yang mudah dipelihara menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin mulai membangun akuarium air asin. Meski perawatan ikan laut kerap dianggap lebih sulit, sejumlah jenis disebut cocok dipelihara karena memiliki karakteristik yang relatif mudah beradaptasi di dalam akuarium.
Dalam pembahasan Arsipedia ID, terdapat delapan jenis ikan hias air laut yang diperkenalkan untuk penghobi. Daftarnya mencakup ikan Nemo atau clownfish, lionfish, butterflyfish, dottyback, yellow tang, yellow watchman goby, firefish, hingga botana blue tang.
Setiap jenis memiliki karakter, kebutuhan pakan, serta kondisi lingkungan yang berbeda. Karena itu, penghobi tetap perlu memperhatikan suhu, pH, ukuran akuarium, hingga kecocokan ikan sebelum mencampurkannya dalam satu tangki.
Ikan Nemo hingga Lionfish
Jenis pertama dalam daftar ikan hias air laut yang mudah dipelihara adalah ikan Nemo. Ikan ini dikenal pula sebagai clownfish atau ikan badut dan memiliki warna dasar oranye dengan tiga belang putih.
Nemo memiliki nama Latin Amphiprioninae yang dalam penjelasan video terdiri dari 28 jenis yang telah diidentifikasi. Ikan ini dikenal hidup di antara anemon laut dan melakukan simbiosis mutualisme dengan anemon di alam liar.
Habitatnya berada di perairan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, termasuk Indonesia. Nemo dapat tumbuh hingga sekitar 15 sentimeter di alam bebas dan sekitar 10 sentimeter di dalam tangki.
Di alam liar, ikan ini memakan plankton dan alga. Untuk pemeliharaan di akuarium, Nemo disebut dapat diberi cacing darah maupun roti sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Ikan ini juga lebih senang dipelihara bersama sejenisnya dan dapat mengalami stres jika dibiarkan sendirian.
Kondisi tangki tetap perlu diperhatikan. Nemo disebut membutuhkan air laut dengan pH sekitar 7,8 hingga 8,5 serta suhu 24 sampai 27 derajat Celsius. Anemon laut dan karang hidup juga disebut sebagai bagian dari lingkungan pemeliharaannya.
Jenis berikutnya adalah lionfish atau Pterois volitans. Ikan ini dikenal memiliki warna menarik dan sirip yang beragam. Namun, penghobi perlu berhati-hati karena lionfish memiliki duri berbisa.
Kelenjar racunnya disebut berada pada dua alur tulang belakang. Karena itu, lionfish tidak boleh dipegang secara langsung. Di dalam akuarium, pemberian makanan hidup disebut dapat membantu mengaktifkan naluri memangsanya.
Baca Juga: 38 Jenis Ikan Hias dan Harganya, dari Cupang Rp2.500 hingga Arwana Super Red Rp2,7 Juta
Butterflyfish hingga Firefish
Butterflyfish atau ikan kepe-kepe juga masuk dalam daftar. Ikan laut tropis dari famili Chaetodontidae ini dikenal memiliki tubuh menyerupai cakram dan warna mencolok, mulai hitam, putih, kuning, jingga, biru, hingga merah.
Butterflyfish aktif pada siang hari dan mencari perlindungan di habitat terumbu karang pada malam hari. Dalam video, ikan ini disebut gemar memakan ikan kecil, cacing, dan pelet.
Ada pula dottyback, ikan air asin kecil berwarna cerah dari kelompok Pseudochromidae. Meski ukurannya kecil, ikan ini dapat bersifat agresif dan mempertahankan wilayah berupa gua atau celah tempat tinggalnya.
Dottyback memiliki tubuh memanjang dengan variasi warna kuning, oranye, ungu, biru, hingga aksen merah muda. Ikan ini dikenal sebagai penghuni bagian bawah tangki dan memiliki sifat teritorial.
Selanjutnya adalah yellow watchman goby yang disebut cocok bagi penghobi pemula. Ikan ini bersifat relatif damai dan santai, meski terkadang dapat menjadi teritorial ketika bertemu ikan goby lain.
Yellow watchman goby merupakan ikan karnivor yang membutuhkan pakan berprotein tinggi dan bervariasi. Ikan ini disebut perlu diberi makan dua hingga tiga kali sehari serta membutuhkan tangki minimal 20 galon dengan suhu sekitar 22 sampai 28 derajat Celsius dan pH 8 hingga 8,4.
Firefish juga menjadi pilihan untuk tangki terumbu mini atau nano. Ikan bernama ilmiah Nemateleotris magnifica ini memiliki tubuh panjang dan ramping serta dikenal pemalu.
Firefish kerap bersembunyi ketika merasa terancam. Ikan ini banyak menghabiskan waktu melayang di sekitar akuarium sebelum tiba-tiba menyelam ke tempat perlindungan.
Botana Blue Tang Perlu Akuarium Luas
Jenis kedelapan adalah botana blue tang yang memiliki nama ilmiah Paracanthurus hepatus. Ikan ini memiliki tubuh pipih dengan warna dasar biru, bagian dada putih, kepala berwarna hitam, serta sejumlah kombinasi warna kuning dan putih pada sirip.
Botana blue tang hidup di perairan laut dangkal yang memiliki terumbu karang. Ikan ini dikenal lincah dan dapat bergerak sendiri maupun dalam kelompok.
Alga dan ganggang menjadi bagian dari makanan rutinnya. Karena memiliki karakter sebagai perenang dan penjelajah, penghobi disarankan menyediakan akuarium dengan ruang yang besar.
Suhu ideal yang disebutkan berada pada kisaran 27 hingga 29 derajat Celsius dengan pH sekitar 8,2 sampai 8,4. Pakan yang dapat diberikan antara lain ganggang laut segar atau kering, potongan udang, sayuran rebus, serta pelet.
Meski sejumlah jenis dalam daftar ini disebut relatif mudah dipelihara, kestabilan kondisi air tetap menjadi faktor penting. Penghobi juga perlu menyesuaikan ukuran akuarium, pakan, karakter ikan, dan kebutuhan masing-masing spesies sebelum memutuskan memeliharanya dalam satu tangki.
Baca Juga: Cara Merawat Ikan Molly agar Tetap Sehat, Ini Suhu Air, pH, Pakan dan Tankmate yang Tepat
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest