7 Cara Memelihara Udang Hias Aquascape agar Tidak Mati, Perhatikan TDS hingga Suhu Air

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 17:53 WIB
7 cara memelihara udang hias aquascape agar tidak mudah mati, mulai TDS, pH, suhu air, aklimasi, pakan hingga cycling tank (Pinterest).
7 cara memelihara udang hias aquascape agar tidak mudah mati, mulai TDS, pH, suhu air, aklimasi, pakan hingga cycling tank (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Cara memelihara udang hias aquascape tidak cukup hanya dengan memasukkan udang ke dalam tank yang telah berisi air. Parameter air, suhu, proses aklimasi, pemberian pakan, hingga kematangan akuarium menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan agar udang hias tidak mudah mati.

Berdasarkan pengalaman yang dibagikan dalam video Aquasri Medan, terdapat tujuh hal utama yang perlu diperhatikan penghobi. Tips tersebut mencakup pengaturan parameter air, menjaga temperatur, melakukan aklimasi, menghindari pemberian pakan berlebihan, mengetahui parameter air dari penjual, mengganti air secara rutin, serta memastikan tank telah melalui proses cycling.

Parameter air menjadi bagian pertama yang dianggap paling penting dalam cara memelihara udang hias aquascape. Dua parameter yang disebut paling krusial adalah total dissolved solids atau TDS dan pH air.

Untuk udang jenis Neocaridina seperti red cherry, red rilly, yellow, orange, blue pearl, dan black, TDS yang disarankan berada pada kisaran 80 hingga 200 ppm. Sementara pH air berada di kisaran 6,5 sampai 7,5.

Berbeda dengan Neocaridina, jenis Caridina seperti Red Bee dan Black Bee disebut memiliki kebutuhan parameter berbeda. TDS yang disarankan berada pada kisaran 80 hingga 120 ppm dengan pH diusahakan berada di bawah angka 7.

Baca Juga: 38 Jenis Ikan Hias dan Harganya, dari Cupang Rp2.500 hingga Arwana Super Red Rp2,7 Juta

Suhu Air dan Aklimasi Jadi Perhatian Penting

Temperatur air menjadi tips kedua yang perlu diperhatikan. Udang hias disebut cenderung membutuhkan suhu air yang lebih sejuk.

Untuk jenis Neocaridina, suhu air maksimal yang disarankan adalah 28 derajat Celsius. Sementara Red Bee dan Black Bee yang termasuk kelompok Caridina disebut membutuhkan suhu lebih dingin, dengan suhu maksimal sekitar 26 derajat Celsius.

Penggunaan kipas aquascape dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menurunkan suhu. Namun, kipas disebut umumnya hanya mampu menurunkan suhu sekitar dua derajat dari suhu ruangan.

Jika penghobi ingin memelihara jenis Caridina yang membutuhkan suhu lebih rendah, penggunaan chiller atau penempatan akuarium di ruangan berpendingin udara menjadi pilihan yang disebutkan dalam video.

Tips ketiga adalah melakukan aklimasi sebelum udang dimasukkan ke akuarium. Langkah ini dilakukan untuk membantu udang menyesuaikan suhu dan parameter air.

Salah satu caranya adalah membiarkan kemasan berisi udang mengapung di atas air akuarium selama sekitar 10 hingga 15 menit. Cara lain dapat dilakukan dengan menggunakan selang kecil untuk mengalirkan air akuarium secara perlahan ke wadah tempat udang berada selama waktu yang sama.

Menurut penjelasan dalam video, langsung memasukkan udang ke dalam akuarium tanpa proses aklimasi dapat membuat udang lebih rentan mengalami stres.

Baca Juga: Cara Merawat Ikan Molly agar Tetap Sehat, Ini Suhu Air, pH, Pakan dan Tankmate yang Tepat

Jangan Overfeeding dan Rutin Ganti Air

Tips berikutnya adalah menghindari pemberian pakan berlebihan atau overfeeding. Pakan sebaiknya diberikan secukupnya dan habis dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.

Jika pakan tidak habis setelah dua jam, sisa pakan disarankan dikeluarkan dari akuarium. Pakan yang berlebihan disebut dapat memicu peningkatan amonia.

Pemberian pakan dalam jumlah sedikit tetapi lebih sering dinilai lebih baik dibandingkan memberikan makanan dalam jumlah banyak sekaligus. Frekuensi pemberian pakan dapat dilakukan satu hingga dua kali sehari, tergantung jumlah udang dan nafsu makannya.

Pemilihan penjual juga menjadi bagian dari tips yang dibagikan. Penghobi disarankan membeli udang dari seller yang memahami parameter air tempat udang dipelihara.

Informasi mengenai TDS dan pH air dari tank penjual dapat membantu penghobi menyesuaikan kondisi air di rumah. Dengan perbedaan parameter yang tidak terlalu ekstrem, proses adaptasi udang disebut dapat menjadi lebih mudah.

Tips keenam adalah melakukan pergantian air secara rutin. Pergantian air direkomendasikan dilakukan satu kali dalam seminggu dengan jumlah sekitar 20 hingga 30 persen.

Udang hias disebut lebih sensitif terhadap perubahan pH dibandingkan ikan. Karena itu, pergantian air secara drastis berpotensi membuat udang mengalami stres.

Pergantian air rutin juga bertujuan membantu mengurangi kadar nitrat dan limbah organik di dalam akuarium. Udang hias disebut memiliki sensitivitas terhadap kadar amonia dan nitrat sehingga konsistensi perawatan menjadi penting.

Tips terakhir adalah memastikan tank sudah mature atau matang sebelum udang dimasukkan. Akuarium perlu melalui proses cycling terlebih dahulu.

Dalam pengalaman yang dibagikan, proses cycling untuk tank udang paling cepat dilakukan selama sekitar satu bulan. Setelah itu, kondisi amonia dan nitrat dapat diperiksa sebelum udang dimasukkan.

Untuk penghobi aquascape, pemilihan jenis udang juga perlu disesuaikan dengan kondisi tank. Aquascape yang menggunakan pupuk cair dan injeksi CO2 disebut dapat membuat pH dan TDS lebih sulit stabil. Dalam kondisi tersebut, jenis seperti red cherry dan red rilly disebut lebih mampu bertahan dibandingkan beberapa jenis lain yang lebih sensitif terhadap suhu dan perubahan parameter air.

Tujuh tips tersebut bukan aturan mutlak karena kualitas air di setiap daerah dapat berbeda. Namun, menjaga kestabilan kondisi air dan melakukan perawatan secara konsisten menjadi bagian penting dalam memelihara udang hias agar dapat bertahan dan berkembang di dalam aquascape.

Baca Juga: 8 Ikan Hias Air Laut yang Mudah Dipelihara, Nemo hingga Botana Blue Tang

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Aquascape Udang Hias Aquascape Cara Memelihara Udang Hias Neocaridina Caridina