Bikin Aquarium Pond Tanpa Filter, Guppy Dipindah ke Kolam Mini dengan Tanaman Air

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 18:39 WIB
Aquarium pond tanpa filter dibuat dengan hardscape, substrate, dan tanaman air, lalu menjadi habitat baru bagi guppy dan anakannya (Pinterest).
Aquarium pond tanpa filter dibuat dengan hardscape, substrate, dan tanaman air, lalu menjadi habitat baru bagi guppy dan anakannya (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Aquarium pond tanpa filter dapat dibuat dengan memadukan hardscape, substrate, dan tanaman air dalam satu sistem yang dirancang menyerupai kolam mini. Konsep tersebut diterapkan pada sebuah akuarium dangkal yang sebelumnya akan dibongkar dan ditata ulang menjadi pond aquarium untuk memelihara ikan guppy beserta anakannya.

Proses pembangunan dimulai dengan membongkar dua akuarium yang ada di studio. Salah satunya merupakan akuarium dangkal, sedangkan akuarium lainnya memiliki bentuk lebih tinggi dan sebelumnya berisi green neon tetra, guppy, serta guppy fry atau anakan guppy.

Setelah hardscape dilepas dan sebagian air dikuras, ikan-ikan tersebut ditangkap dan dipisahkan. Green neon tetra dipindahkan ke akuarium berukuran 8 kaki, sementara guppy dan anakannya disiapkan untuk menempati akuarium pond yang baru.

Substrate dari akuarium lama tidak dibuang. Material tersebut disimpan untuk digunakan kembali karena disebut masih kaya nutrisi dan dapat membantu pertumbuhan tanaman.

Membuat Dinding Penahan dari Kayu dan Batu

Setelah posisi kedua akuarium ditukar, proses berikutnya adalah membangun hardscape. Konsep yang dipilih berupa dinding penahan atau retaining wall yang dibuat menggunakan kombinasi kayu dan batu.

Bagian belakang kanan akuarium dirancang menjadi area lebih tinggi untuk menampung tanah dan tanaman. Pembuatannya menggunakan batu kerikil bulat berukuran besar serta kayu dengan bentuk tidak beraturan.

Komposisi yang dipilih mengarah ke bentuk segitiga di salah satu sisi akuarium. Susunan tersebut juga memungkinkan bagian tertentu terlihat lebih gelap sehingga dapat digunakan untuk menyembunyikan peralatan.

Celah-celah di antara kayu dan batu kemudian diisi menggunakan material berukuran lebih kecil, termasuk lava stone, pumice, coarse sand, fine gravel, serta sebagian material substrate lama yang masih bisa digunakan.

Lapisan tersebut menjadi dasar untuk membangun dinding semakin tinggi. Batu dan kayu terus ditambahkan hingga membentuk area seperti wadah yang mampu menahan aqua soil di bagian atas.

Targetnya, permukaan tanah berada cukup dekat dengan permukaan air. Dengan demikian, tanaman yang ditanam pada bagian atas dapat tumbuh keluar dari air dan menciptakan tampilan seperti tepian kolam.

Moss juga dipasang pada beberapa bagian kayu menggunakan benang. Ikatannya tidak dibuat terlalu rapat agar tampilan tanaman terlihat lebih alami dan menyerupai tanaman yang telah tumbuh lama.

Beberapa celah yang sulit ditutup menggunakan batu diisi dengan potongan foam. Kayu, batu, dan beberapa titik kontak juga distabilkan menggunakan superglue gel.

Baca Juga: 7 Cara Memelihara Udang Hias Aquascape agar Tidak Mati, Perhatikan TDS hingga Suhu Air

Campuran Pasir hingga Tanaman Tumbuh Keluar Air

Bagian dasar akuarium kemudian dilapisi campuran pasir dan material dekoratif. Tidak hanya menggunakan satu jenis pasir, sejumlah material dengan tekstur dan warna berbeda dicampurkan untuk menghasilkan tampilan yang lebih natural.

Batu-batu kecil juga ditambahkan sebagai detail. Setelah itu, akuarium mulai diisi air hingga mencapai ketinggian yang cukup untuk memastikan kayu tidak mengapung.

Area aqua soil kemudian diberi tambahan nutrisi untuk mendukung tanaman yang akan tumbuh di bagian atas. Nutrisi tersebut ditempatkan langsung ke dalam media tanam.

Setelah air diisi, kondisi akuarium sempat menjadi keruh akibat partikel halus dari pasir dan substrate. Sebuah nano filter dengan fine filter floss digunakan untuk membantu menangkap partikel tersebut.

Tahap berikutnya adalah menambahkan tanaman untuk menghidupkan tampilan pond aquarium. Pearlweed digunakan untuk memberikan warna hijau terang dan mengisi sejumlah bagian.

Selain itu, beberapa tanaman lain juga ditempatkan pada batu untuk memberikan variasi tekstur. Area pulau di bagian atas kemudian ditanami sejumlah tanaman akuarium yang dicoba untuk tumbuh secara marginal atau sebagian keluar dari air.

Beberapa jenis tanaman ditempatkan dengan posisi akar tetap berada di area lembap. Akar tidak dipotong agar tanaman memiliki kesempatan lebih baik untuk tetap mendapatkan kelembapan ketika bagian batang dan daun tumbuh di atas permukaan air.

Konsep ini berbeda dari pond build yang menggunakan tanaman kolam pada bagian atas. Tanaman akuarium justru digunakan sehingga hasil pertumbuhannya nantinya dapat dipangkas dan dimanfaatkan kembali untuk akuarium lain.

Guppy Jadi Penghuni Aquarium Pond Tanpa Filter

Setelah tanaman dan hardscape selesai, aquarium pond tanpa filter tersebut dipersiapkan untuk menerima guppy dan anakannya.

Beberapa tanaman terapung ditambahkan, termasuk red root floaters. Bagian depan yang sebelumnya terlihat terlalu bersih juga diberi sedikit botanical untuk menambah kesan alami.

Menariknya, filter mekanis akhirnya tidak dipasang sebagai sistem permanen. Konsep yang dipilih adalah membiarkan aquarium pond mencapai keseimbangan melalui kombinasi jumlah tanaman dan sistem substrate.

Sebelum guppy dimasukkan, sistem baru tetap diberi tambahan bakteri bermanfaat untuk membantu memulai proses biologis di dalam akuarium. Kondisi air juga direncanakan untuk terus diuji, terutama untuk memantau kemungkinan peningkatan amonia atau nitrit.

Guppy dewasa dan anak-anaknya kemudian dipindahkan ke dalam pond aquarium. Ikan diberi pakan yang dihancurkan menjadi ukuran berbeda agar dapat dimakan oleh guppy dengan ukuran tubuh yang lebih besar maupun fry.

Hasil akhirnya menampilkan kolam mini dengan tepian tinggi yang dipenuhi tanaman, susunan kayu dan batu, serta detail moss di sejumlah bagian. Tanpa mengandalkan filter mekanis, sistem tersebut diharapkan dapat mencapai keseimbangan melalui peran tanaman dan substrate.

Baca Juga: 5 Tanaman Air Hidup Aquascape Murah untuk Pemula, Ada yang Mulai Rp5.000

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
ikan guppy Aquascape Aquarium Pond Tanpa Filter Aquarium Guppy Tanaman Air