TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Indonesia memiliki banyak jenis ikan hias asli Indonesia yang populer di kalangan penghobi akuarium, baik di dalam maupun luar negeri. Keindahan warna, bentuk tubuh unik, hingga karakter khas membuat sejumlah ikan dari perairan Nusantara memiliki daya tarik tersendiri, bahkan beberapa di antaranya disebut memiliki harga jual tinggi.
Potensi ikan hias Indonesia juga dinilai besar. Dalam video disebutkan Indonesia tidak pernah absen dari daftar lima besar negara dengan tingkat ekspor ikan hias tertinggi di dunia. Beragam spesies dari sungai, danau, rawa, hingga perairan gambut menjadi bagian dari kekayaan ikan hias air tawar Indonesia.
Beberapa jenis bahkan menjadi endemik di wilayah tertentu. Berikut 20 ikan hias asli Indonesia yang dibahas dalam video, mulai dari ikan yang populer untuk akuarium hingga spesies dengan populasi yang disebut semakin menurun.
Baca Juga: Mitsubishi Xpander Ultimate CVT Facelift: 5 Kelebihan dan 3 Kekurangannya
Botia Badut dan Arwana yang Mendunia
Salah satu ikan hias asli Indonesia yang populer adalah botia badut atau clown loach. Ikan ini berasal dari perairan tropis Sungai Batanghari di Jambi dan Sungai Barito di Kalimantan.
Botia dikenal memiliki warna merah hingga kekuningan dengan tiga garis hitam mencolok. Garis tersebut melintasi bagian mata, tengah tubuh, dan pangkal ekor. Selain warnanya yang cerah, perilakunya juga menarik perhatian penggemar akuarium.
Dengan perawatan yang baik, ikan botia disebut dapat hidup hingga puluhan tahun dan bahkan mencapai usia sekitar 20 tahun di akuarium.
Jenis berikutnya adalah ikan arwana yang populer tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Salah satu arwana endemik Indonesia yang disebut dalam video adalah arwana super red.
Ikan ini dapat ditemukan di Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang disebut sebagai habitat super red. Jenis arwana asli Indonesia lainnya yang dibahas meliputi Red Tail Golden Arwana, Jardini Arwana, dan Banjar Red Arwana.
Kelompok ikan pelangi juga menjadi bagian dari kekayaan perairan Indonesia. Beberapa spesies ikan rainbow berasal dari wilayah Indonesia bagian timur, terutama Sulawesi dan Papua.
Melanotaenia parva dan Melanotaenia boesemani disebut sebagai contoh spesies ikan rainbow yang berada di Indonesia. Ukurannya berkisar antara 7 hingga 10 sentimeter sehingga kerap digunakan sebagai penghuni aquascape.
Baca Juga: Mobil Favorit GIIAS 2026: Nissan Fairlady Z Jadi Pilihan Terbaik
Ikan Endemik dari Sulawesi, Papua, dan Kalimantan
Ikan selebes rainbow atau Marosatherina ladigesi merupakan ikan hias air tawar endemik dari wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Tubuhnya ramping dengan warna yang dapat berubah bergantung kondisi pencahayaan.
Sebagian besar tubuhnya berwarna coklat atau kuning. Pada bagian punggung terdapat garis neon yang memantulkan warna biru dan hijau. Ikan ini dikenal aktif dan senang berenang secara berkelompok, meski pejantan dapat menjadi teritorial saat musim kawin.
Ada pula Iriatherina werneri atau ikan pelangi sirip benang. Ikan kecil dari keluarga ikan pelangi ini dikenal memiliki tubuh ramping, warna-warni, serta sirip memanjang seperti filamen pada ikan jantan.
Spesies tersebut berasal dari wilayah Indonesia, terutama Papua, serta Papua Nugini dan Australia Utara. Habitatnya meliputi rawa, laguna, dan sungai berarus lambat dengan banyak vegetasi.
Ikan gourami coklat dari Sumatera dan Kalimantan juga masuk dalam daftar. Ikan berukuran sekitar 6 hingga 7 sentimeter ini memiliki tubuh pipih berwarna coklat dengan pola belang unik.
Namun, gourami coklat disebut agak sulit dipelihara karena sensitif terhadap kondisi air. Habitat alaminya berada di perairan air hitam seperti rawa gambut dan sungai di sekitarnya.
Sementara itu, ikan cana atau gabus hias memiliki sejumlah spesies yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Channa micropeltes dan Channa marulioides disebut sebagai dua spesies yang terkenal.
Baca Juga: 5 Mobil GIAS Surabaya yang Wajib Dilihat, Ada EV Rp300 Jutaan hingga Land Cruiser Hybrid
Dari Ikan Predator hingga Cupang Endemik
Daftar berikutnya mencakup ikan tiger atau dats yang disebut sebagai ikan hias predator asli Indonesia. Ikan ini ditemukan di perairan tawar Kalimantan, Sumatera, dan Papua serta memiliki harga jual tinggi, terutama jika warna dan corak sisiknya dianggap sempurna.
Kemudian terdapat ikan sepat mutiara, Boraras brigittae atau mosquito rasbora, dan Sundadanio axelrodi. Ketiganya dikenal sebagai ikan berukuran relatif kecil yang memiliki corak dan warna menarik untuk akuarium maupun aquascape.
Bumblebee goby dari Jawa, Kalimantan, dan Sumatera juga memiliki ciri tubuh kuning cerah dengan garis hitam solid. Namun, ikan ini disebut cukup teritorial terhadap spesiesnya sendiri.
Jenis lain yang dibahas adalah ikan buntal kerdil ekor merah, Mugilogobius adeia dari Danau Matano di Sulawesi, tiger barb dari Sumatera dan Kalimantan, serta ikan belida dari Sumatera dan Kalimantan.
Video tersebut juga menyoroti Oryzias celebensis atau selebes medaka, Monodactylus argenteus, Betta channoides dari Lembah Sungai Mahakam, dan Betta burdigala dari Kepulauan Bangka Belitung.
Betta burdigala disebut termasuk kelompok wild betta dengan status terancam punah. Ikan ini hidup di perairan rawa gambut berair tenang yang mengandung banyak tanin dari tumbuhan yang membusuk.
Beragam jenis tersebut menunjukkan kekayaan ikan hias asli Indonesia yang berasal dari berbagai ekosistem perairan. Mulai dari sungai besar, danau, rawa gambut, hingga perairan tenang di berbagai pulau Nusantara, setiap spesies memiliki karakter dan daya tarik yang berbeda.
Baca Juga: 10 Mobil Termahal di GIAS 2026, Ada AMG GT63 Pro hingga Mobil Pertama di Dunia
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest