TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Cara membuat aquascape untuk pemula perlu dimulai dengan menyiapkan akuarium, substrat, tanaman, hingga air dengan urutan yang tepat. Kesalahan dalam tahap awal, terutama langsung memasukkan banyak ikan ke akuarium baru, dapat meningkatkan risiko masalah pada kualitas air karena bakteri pengurai belum berkembang.
Dalam video yang dibawakan Ken Dhil, pembuatan aquascape dijelaskan melalui beberapa tahapan sederhana. Pemula disarankan memilih material yang mudah digunakan dan memperhatikan proses pembentukan ekosistem sebelum ikan dimasukkan ke dalam akuarium.
Tahap pertama adalah menyiapkan akuarium sesuai kebutuhan. Akuarium perlu ditempatkan di atas meja yang kokoh dan diberi alas empuk, seperti styrofoam, kain, atau karet.
Alas tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum proses penyusunan dasar aquascape dimulai.
Baca Juga: Mobil Favorit GIIAS 2026: Nissan Fairlady Z Jadi Pilihan Terbaik
Pilih Substrat dan Tanaman yang Mudah Dirawat
Tahap berikutnya dalam cara membuat aquascape untuk pemula adalah memilih substrat atau dasar akuarium. Beberapa pilihan yang disebut dalam video antara lain pasir Malang, pasir silika, dan soil.
Untuk pemula, pasir Malang direkomendasikan karena harganya lebih murah dan memiliki warna gelap. Sebelum digunakan, pasir tersebut perlu dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran.
Pasir Malang cukup dibilas sekitar dua hingga tiga kali. Setelah itu, pasir disarankan direndam menggunakan air mendidih untuk membantu membersihkan kuman dan parasit.
Sebagai pilihan tambahan, batu apung dapat dimasukkan ke dalam susunan dasar akuarium. Batu apung disebut dapat menjadi tempat hidup bakteri baik yang berguna bagi ekosistem akuarium.
Namun, batu apung juga perlu dibersihkan dan direndam dalam air mendidih sebelum digunakan.
Setelah dasar disiapkan, tahap selanjutnya adalah memilih tanaman. Pemula disarankan menggunakan tanaman yang tidak membutuhkan perawatan rumit.
Tanaman tersebut sebaiknya memiliki kebutuhan cahaya, CO2, dan nutrisi yang tidak terlalu tinggi. Sebelum dimasukkan ke dalam akuarium, tanaman juga perlu dicuci terlebih dahulu.
Baca Juga: Toyota Land Cruiser FJ Ternyata Lebih Besar dari Jimny, Ini Detail yang Bikin Kaget
Perhatikan Air dan Susunan Lapisan Aquascape
Kondisi air menjadi bagian penting dalam pembuatan aquascape karena berhubungan langsung dengan kehidupan ikan. Video tersebut menyebut air isi ulang sebagai salah satu pilihan yang aman, meski penggunaannya dinilai lebih mahal.
Alternatif lain adalah menggunakan air tanah yang telah diendapkan selama 24 jam. Air PDAM juga dapat digunakan, tetapi perlu dicampur larutan anti-klorin karena kandungan klorin atau kaporit.
Setelah ditambahkan larutan tersebut, air PDAM disebut dapat digunakan setelah menunggu sekitar 15 menit.
Untuk penyusunan lapisan aquascape, bagian paling dasar diisi dengan substrat. Sebagai tambahan, pemilik akuarium dapat memasukkan bibit bakteri atau probiotik untuk membantu mempercepat pertumbuhan bakteri baik.
Produk tersebut tersedia dalam bentuk bubuk maupun cairan. Setelah itu, batu apung dapat ditambahkan dan kemudian ditutup menggunakan pasir Malang.
Pupuk dasar juga dapat digunakan untuk menambah nutrisi tanaman. Pasir Malang kemudian ditambahkan hingga mencapai ketebalan minimal sekitar lima sentimeter agar tanaman lebih mudah ditancapkan.
Setelah susunan dasar selesai, air dapat diisi secukupnya terlebih dahulu. Tanaman kemudian ditanam sebelum akuarium diisi air hingga penuh.
Baca Juga: 5 Mobil GIAS Surabaya yang Wajib Dilihat, Ada EV Rp300 Jutaan hingga Land Cruiser Hybrid
Jangan Terburu-buru Memasukkan Ikan
Tahap yang perlu mendapat perhatian adalah memasukkan ikan. Kesalahan yang disebut sering terjadi pada akuarium baru adalah langsung memasukkan banyak ikan dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut berisiko karena kandungan amonia masih dapat tinggi, sementara bakteri pengurai belum berkembang dengan baik.
Untuk itu, ikan sebaiknya tidak langsung dimasukkan. Video tersebut menyarankan menunggu minimal tiga hari, sedangkan waktu yang disebut ideal adalah sekitar 14 hari untuk proses nitrogen cycle.
Filter atau aerator dapat dinyalakan untuk membantu mempercepat pertumbuhan bakteri. Setelah hari ketiga, water change dapat dilakukan secukupnya sebelum ikan dimasukkan.
Pergantian air dilakukan untuk membantu menghilangkan endapan kotoran di permukaan. Sebelum dilepas ke akuarium, ikan juga perlu beradaptasi terlebih dahulu dengan suhu air agar tidak mengalami stres.
Proses adaptasi tersebut disebut dapat dilakukan sekitar lima menit. Selain itu, pemilihan jenis ikan juga penting karena tidak semua spesies cocok dicampur dalam satu akuarium.
Dengan memperhatikan urutan persiapan, pemilihan material, kondisi air, serta proses nitrogen cycle, pemula dapat membangun ekosistem aquascape secara lebih bertahap sebelum menambahkan ikan sebagai penghuni akuarium.
Baca Juga: 10 Mobil Termahal di GIAS 2026, Ada AMG GT63 Pro hingga Mobil Pertama di Dunia
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest