TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Aquascape murah dengan modal sekitar Rp247 ribu dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin membangun tank sederhana tanpa membutuhkan sistem CO2. Konsep aquascape ini juga direkomendasikan bagi penghobi yang menginginkan perawatan lebih praktis, terutama dalam hal pergantian air.
Tank tersebut baru selesai dirakit dan berusia sekitar 30 menit saat diperlihatkan dalam video. Konsepnya dibuat dengan mengacu pada rekomendasi anggaran yang telah dibahas sebelumnya, dengan total modal yang disebut kurang dari Rp250 ribu.
Dalam rincian biaya yang disampaikan, akuarium dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp30 ribu. Sementara itu, lampu dibanderol sekitar Rp40 ribu dan filter sekitar Rp50 ribu. Sisa anggaran digunakan untuk memenuhi kebutuhan material seperti kayu, tanaman, pasir, pumis, bakteri starter, dan lem.
Total biaya seluruh material untuk membuat aquascape tersebut disebut mencapai sekitar Rp247 ribu.
Konsep aquascape murah ini dibuat untuk memberikan gambaran kepada orang-orang yang baru ingin masuk ke dunia aquascape. Selain menekan biaya awal, sistem yang digunakan juga dirancang agar tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan tanaman yang dapat bertahan tanpa injeksi CO2. Seluruh tanaman di dalam tank tersebut disebut dapat hidup tanpa suplai karbon dioksida tambahan.
“Semua tanaman di tank ini bisa bertahan tanpa di-inject CO2,” demikian dijelaskan dalam video.
Kondisi tersebut membuat konsep ini dinilai cocok untuk pemula. Penghobi tidak perlu langsung menyiapkan sistem CO2 ketika baru mulai mencoba membuat aquascape.
Baca Juga: 10 Mobil Termahal di GIAS 2026, Ada AMG GT63 Pro hingga Mobil Pertama di Dunia
Bisa Bertahan dengan Pergantian Air Sebulan Sekali
Selain tidak menggunakan suplai CO2, konsep aquascape murah ini juga menawarkan pola perawatan yang relatif sederhana. Berdasarkan pengalaman yang disampaikan dalam video, tanaman di dalam tank dapat tetap bertahan dan tumbuh meski pergantian air dilakukan sekitar satu bulan sekali.
Karena itu, konsep tersebut direkomendasikan bagi penghobi yang tidak memiliki banyak waktu atau cenderung malas melakukan perawatan dan pergantian air secara rutin.
Namun, pergantian air yang lebih jarang bukan berarti menjadi aturan utama yang harus diterapkan oleh semua penghobi. Dalam video tetap disampaikan bahwa pergantian air secara lebih rutin akan lebih baik jika memungkinkan.
Terutama pada tahap awal setelah proses penanaman selesai, pergantian air disarankan dilakukan lebih sering. Pada minggu pertama, air dianjurkan untuk diganti setidaknya setiap dua hari.
Langkah tersebut berkaitan dengan kondisi awal tank baru yang berpotensi memunculkan tannin, biofilm, dan berbagai material lain selama proses adaptasi.
Setelah kondisi awal tersebut terlewati, pergantian air dapat dilakukan lebih jarang. Berdasarkan pengalaman yang disampaikan, pergantian air satu bulan sekali masih memungkinkan tanaman untuk bertahan dan tumbuh.
Meski demikian, penghobi yang memiliki waktu untuk melakukan perawatan rutin tetap disarankan mengganti air lebih sering. Pergantian air yang dilakukan secara rutin disebut dapat membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.
Baca Juga: 5 Mobil GIAS Surabaya yang Wajib Dilihat, Ada EV Rp300 Jutaan hingga Land Cruiser Hybrid
Material Sederhana dengan Total Modal Rp247 Ribu
Dari sisi material, pembuatan aquascape ini menggunakan sejumlah komponen yang relatif sederhana. Selain akuarium, lampu, dan filter, material lain yang disebut digunakan adalah kayu Rasamala, pasir, pumis, bakteri starter, lem, serta tanaman.
Kayu menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk tema aquascape. Sementara pasir dan pumis digunakan sebagai bagian dari kebutuhan penyusunan tank.
Bakteri starter juga termasuk dalam daftar material yang digunakan dalam pembuatan aquascape tersebut. Seluruh komponen kemudian disusun untuk menghasilkan sebuah tema aquascape dengan tampilan yang tetap menarik meski menggunakan anggaran terbatas.
Pemilihan material dengan harga yang lebih terjangkau menjadi bagian dari konsep utama. Pembuatannya ingin menunjukkan bahwa membuat aquascape tidak selalu harus membutuhkan modal besar.
Total modal sekitar Rp247 ribu disebut sudah cukup untuk menghasilkan aquascape yang memiliki tema dan tampilan visual untuk dinikmati.
Konsep ini sekaligus memberikan alternatif bagi pemula yang ingin mulai mengenal dunia aquascape. Dengan tanaman yang dapat bertahan tanpa CO2 dan pola perawatan yang lebih sederhana, kebutuhan peralatan tambahan dapat ditekan.
Bagi penghobi yang memiliki keterbatasan waktu, konsep tersebut juga menawarkan pendekatan yang lebih praktis. Namun, perawatan rutin tetap menjadi pilihan yang lebih baik apabila memungkinkan dilakukan.
Dengan modal di bawah Rp250 ribu, pemula dapat mulai menyusun tank menggunakan kombinasi akuarium, pencahayaan, filter, kayu, pasir, pumis, bakteri starter, lem, dan tanaman. Hasilnya, sebuah aquascape murah dapat dibangun dengan konsep sederhana, tanpa injeksi CO2, dan tetap memberikan tampilan hijau yang menarik untuk dinikmati.
Baca Juga: Mobil Favorit GIIAS 2026: Nissan Fairlady Z Jadi Pilihan Terbaik
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest