Aquascape Iwagumi Ternyata Sulit, Ini Cara Membuat Tampilan Karpet dengan Spek Sederhana

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 19:10 WIB
Aquascape Iwagumi terlihat sederhana, tetapi membutuhkan setup tepat. Ini cara membuat efek tanaman karpet dengan batu lava dan spek sederhana (Pinterest).
Aquascape Iwagumi terlihat sederhana, tetapi membutuhkan setup tepat. Ini cara membuat efek tanaman karpet dengan batu lava dan spek sederhana (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Aquascape Iwagumi dikenal memiliki tampilan sederhana dengan dominasi formasi bebatuan dan tanaman karpet. Namun, di balik kesan minimalis tersebut, pembuatan konsep ini tidak selalu mudah, terutama jika peralatan yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Dalam video tutorial tersebut, pembuat aquascape menjelaskan bahwa tema Iwagumi terlihat simpel karena hanya menampilkan susunan batu dan tanaman yang tumbuh menyerupai karpet. Namun, konsep ini tetap membutuhkan pengaturan peralatan dan proses perawatan yang tepat.

Iwagumi sendiri disebut sebagai istilah dari Jepang yang memiliki arti formasi bebatuan. Tema ini juga disebut dipopulerkan oleh Takashi Amano, yang dalam video disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan aquascape modern.

Pada pembuatan kali ini, konsep aquascape Iwagumi tidak dibuat dengan peralatan berperforma tinggi. Tujuannya adalah mencari jalan tengah agar tampilan menyerupai Iwagumi tetap dapat dihadirkan menggunakan spek yang lebih sederhana.

Batu lava dipilih sebagai elemen utama hardscape. Batu-batu berukuran kecil terlebih dahulu dikumpulkan, kemudian digabung dan dilem di luar akuarium hingga membentuk struktur batu yang lebih besar.

Batu Lava dan Filter Undergravel Jadi Dasar Setup

Batu yang telah disusun kemudian ditempatkan di dalam akuarium. Batu berukuran besar diposisikan di sisi kanan, sedangkan batu yang lebih kecil berada di sisi kiri.

Penempatan tersebut juga disesuaikan dengan posisi peralatan. Awalnya, mesin powerhead berada di sebelah kiri. Namun, posisi tersebut dinilai kurang estetis karena bagian mesin terlihat dari arah depan akuarium.

Sebelum seluruh setup terlanjur basah, posisi powerhead kemudian dipindahkan ke sebelah kanan agar tertutup oleh batu besar. Dengan posisi tersebut, bagian yang terlihat dari depan hanya berupa pipa untuk menghasilkan arus di permukaan.

Sistem filtrasi yang digunakan adalah filter undergravel. Papan undergravel dipasang sebagai dasar, kemudian dihubungkan dengan mesin powerhead.

Bagian atas sistem tersebut ditutup menggunakan kapas. Setelah itu, pasir Malang bertekstur agak kasar yang telah dicuci sebelumnya ditambahkan sebagai media.

Pasir Malang tersebut berfungsi sebagai rumah bagi bakteri. Batu besar yang telah ditempatkan juga kemudian ditumpuk kembali dengan pasir Malang untuk membentuk susunan dasar aquascape.

Pembuat tutorial menekankan pentingnya proses cycling atau perendaman, terutama bagi pemula. Proses ini disebut tidak boleh dilewati karena menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan aquascape.

Menurut penjelasan dalam video, aquascape tidak dapat dibuat secara terburu-buru dengan harapan langsung sempurna pada hari yang sama. Setiap tahap membutuhkan proses dan waktu, termasuk saat melakukan perendaman.

Semakin baik proses tersebut dilakukan, peluang keberhasilan tanaman dan ekosistem di dalam akuarium juga disebut menjadi lebih besar.

Moss Lokal untuk Membentuk Efek Tanaman Karpet

Untuk menciptakan tampilan tanaman karpet khas aquascape Iwagumi, tanaman yang digunakan bukan tanaman karpet khusus, melainkan moss wipping lokal.

Moss tersebut ditempelkan di atas lapisan pasir Malang menggunakan lem. Pemasangannya dilakukan sedikit demi sedikit hingga menutupi bagian dasar dan mencapai area depan.

Selain moss, tanaman Bucephalandra digunakan untuk mengisi celah-celah di antara susunan batu. Sementara itu, Cryptocoryne ditempatkan di bagian belakang batu.

Dengan demikian, terdapat tiga jenis tanaman yang digunakan dalam setup tersebut, yakni moss wipping lokal, Bucephalandra, dan Cryptocoryne.

Moss juga digunakan untuk menutupi beberapa sambungan batu agar tampilan hardscape terlihat lebih menyatu. Penataan tanaman dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar komposisinya dapat disesuaikan.

Setelah akuarium diisi air hingga penuh dan mulai jernih, perhatian berikutnya diarahkan pada perawatan. Salah satu faktor utama yang disebut penting adalah kestabilan lampu.

Pada hari pertama setelah setup, air disarankan dikuras sekitar 70 persen. Air kemudian diganti kembali sesuai kebutuhan.

Pada hari ketiga, pergantian air dilakukan sekitar 50 persen. Setelah satu minggu sejak proses setup, air kembali diganti sebanyak sekitar 50 persen.

Pola pergantian air tersebut kemudian dapat dilanjutkan setiap minggu. Dalam video disebutkan bahwa perawatan seperti ini sebaiknya dilakukan selama satu hingga dua bulan pertama.

Setelah koloni bakteri berkembang di dalam sistem, perawatan diharapkan dapat berjalan lebih stabil. Untuk bagian dasar, penghuni seperti udang dan beberapa ekor keong juga disebut dapat ditambahkan.

Namun, apabila penghobi ingin memasukkan lebih banyak ikan, kebutuhan filtrasi juga harus diperhatikan. Pembuat tutorial bahkan menyarankan filter undergravel dapat dikombinasikan dengan jenis filter lain.

Dengan susunan batu lava, sistem undergravel, moss lokal, Bucephalandra, dan Cryptocoryne, konsep aquascape Iwagumi tetap dapat ditampilkan menggunakan peralatan yang lebih sederhana. Meski demikian, proses cycling, pencahayaan, filtrasi, dan perawatan tetap menjadi bagian penting untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

Baca Juga: 10 Mobil Termahal di GIAS 2026, Ada AMG GT63 Pro hingga Mobil Pertama di Dunia

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Aquascape Pemula Aquascape Iwagumi Takashi Amano Batu Lava Moss Aquascape