Sarirotun Nadziroh Dari Rumah, Buktikan Perempuan Bisa Berkarya dan Berdaya

Mohammad Bima Faisal Mirza • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:10 WIB
KONSISTEN: Sarirotun Nadziroh, warga Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek, selain sebegai ibu rumah tangga juga tekuni dunia konten kecantikan.(SARIROTUN NADZIROH UNTUK RADAR TRENGGALEK)
KONSISTEN: Sarirotun Nadziroh, warga Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek, selain sebegai ibu rumah tangga juga tekuni dunia konten kecantikan.(SARIROTUN NADZIROH UNTUK RADAR TRENGGALEK)

MENJADI ibu rumah tangga bukan alasan untuk berhenti belajar dan mengembangkan diri. Hal itu dibuktikan Sarirotun Nadziroh, perempuan 30 tahun asal Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek. Di tengah kesibukannya mengurus keluarga, kuliah, menjalankan usaha, hingga menjadi beauty content creator pemula, dia tetap berusaha membuka ruang untuk bertumbuh.

Perjalanan Sarirotun di dunia konten kecantikan semakin berkembang setelah dirinya mengikuti seleksi Girlboss Academy 2026. Tak disangka, dia berhasil lolos dari tahap semifinal hingga menjadi bagian dari Top 20 pemenang yang mendapat kesempatan diundang langsung dalam OMG Creator Festival.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pencapaian yang memberikan motivasi baru baginya. Sarirotun bahkan dipercaya menjadi narasumber dalam talk show OMG Creator Festival. Baginya, kesempatan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama kreator lainnya.

“Awalnya saya mengikuti seleksi Girlboss Academy 2026. Alhamdulillah, saya terpilih dari semifinal hingga masuk Top 20 pemenang dan diundang langsung ke OMG Creator Festival,” ungkapnya.

Baca Juga: Kades Usulkan Empat Poin ke DPR

Sehari-hari, Sarirotun menjalani sejumlah peran sekaligus. Selain sebagai ibu rumah tangga dan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Malang, dia merupakan owner Sekar Ayu Homecare Beauty serta MiraMika Food & Drink. Dia juga mulai serius menekuni dunia konten kecantikan dan mendapatkan penghasilan tambahan melalui komisi dari konten.

Pilihan niche beauty bukan tanpa alasan. Sebagai seorang beautician, dia merasa dunia kecantikan sudah dekat dengan kesehariannya. Melalui konten, dia ingin membagikan pengalaman sekaligus memberikan ulasan produk kecantikan yang bermanfaat bagi orang lain.

“Saya suka belajar hal-hal baru di dunia kecantikan. Selain itu, saya ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari affiliate dan berbagi pengalaman review produk yang bermanfaat,” jelasnya.

Konsistensi membuat konten baru dijalani sekitar tiga bulan terakhir. Meski masih tergolong pemula, Sarirotun berusaha menjalaninya secara disiplin. Kunci yang dia pegang adalah manajemen waktu dan skala prioritas.

Baca Juga: Semarak Pitulasan Desa Munjungan Rawat Budaya dan Perkuat Guyub Warga

Pagi dan sore menjadi waktu untuk keluarga serta menyelesaikan pekerjaan rumah. Siang hari, dia menerima satu hingga tiga pasien untuk freelance homecare treatment. Sementara waktu malam digunakan sekitar satu hingga dua jam untuk mengikuti tutorial perkuliahan. Di sela-sela aktivitas tersebut, konten dibuat ketika terdapat waktu luang.

“Kalau kita memiliki tujuan yang jelas, waktu akan bisa diatur dengan baik. Keluarga tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Sarirotun berharap perjalanan yang dijalaninya dapat menjadi inspirasi bagi perempuan lain, khususnya ibu rumah tangga di Trenggalek.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital membuka kesempatan luas bagi perempuan untuk belajar dan berkarya tanpa harus meninggalkan rumah.

Baca Juga: Data Desil Tak Sesuai, Fakta di Lapangan Jadi Acuan

“Jangan ragu untuk memulai. Dari rumah pun kita bisa belajar, membangun usaha dan memberikan dampak. Kalau ada wadah pemberdayaan kreator, manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, berjejaring dan bertumbuh,” pesannya.

Dia percaya perempuan Trenggalek memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Baginya, menjadi perempuan berdaya tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian memulai dari langkah kecil justru menjadi modal penting untuk membuka peluang baru.

“Perempuan Trenggalek juga berhak untuk maju, berdaya, dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (bim/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
IRT BeautyCreator PemberdayaanPerempuan