dr Pramesti Octa Laura Deta, Dipl. CIBTAC Dari Perantauan, Temukan Arti Perjuangan dan Kemandirian

Amalia Rizky Indah Permadani • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:07 WIB
BEKAL ILMU DAN PENGALAMAN: Sebagai dokter sekaligus mengelola klinik, dr Pramesti Octa Laura Deta Dipl CIBTAC berusaha tetap menyediakan waktu untuk keluarga.(DOK. PRIBADI)
BEKAL ILMU DAN PENGALAMAN: Sebagai dokter sekaligus mengelola klinik, dr Pramesti Octa Laura Deta Dipl CIBTAC berusaha tetap menyediakan waktu untuk keluarga.(DOK. PRIBADI)

PERJALANAN hidup seseorang tidak selalu berjalan lurus sesuai rencana. Hal itu pula yang dirasakan dr Pramesti Octa Laura Deta Dipl CIBTAC.

Berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur, perempuan yang akrab dikenal sebagai Laura Deta tersebut akhirnya menetap di Trenggalek dan membangun perjalanan kariernya di kota kecil ini.

Perjalanan itu bermula ketika Deta menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Islam Malang pada 2010. Setelah menyelesaikan pendidikan dan internship di Malang pada 2018, dia kemudian menikah dan mengikuti sang suami yang lebih dulu merintis karier di Trenggalek. Pada 2019, dia mulai bekerja di Puskesmas Tugu melalui program pengabdian sebagai dokter.

Seiring perjalanan waktu, Deta kemudian mengenal dunia estetika setelah bergabung dengan klinik milik kakak tingkatnya. Dari sana, ketertarikannya terhadap bidang estetika semakin berkembang.

Meski sebelumnya memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di bidang kulit, perjalanan hidup membuatnya memilih menekuni dunia estetika.

Baca Juga: Sarirotun Nadziroh Dari Rumah, Buktikan Perempuan Bisa Berkarya dan Berdaya

Kesibukannya bekerja dengan mobilitas Trenggalek-Tulungagung juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Hingga akhirnya pada 2023, Deta memutuskan untuk membangun kliniknya sendiri di Trenggalek.

Keputusan itu tidak lepas dari dorongan sang ayah yang melihat kesibukannya dan ingin agar putrinya dapat bekerja lebih dekat dengan keluarga.

Sang ayah bahkan ikut membantu mencari lokasi hingga memikirkan desain interior klinik. Namun, sebelum sempat melihat klinik tersebut berkembang lebih jauh, sang ayah meninggal dunia pada April 2024. Bagi Pramesti, kepergian sang ayah menjadi salah satu titik balik terbesar dalam hidupnya.

Kini, klinik yang dibangun dengan dorongan sang ayah dipandang Deta sebagai bagian dari warisan dan amanah. Dia merasa keadaan memaksanya untuk belajar berdiri sendiri sekaligus melanjutkan nilai-nilai yang telah ditanamkan kedua orang tuanya.

“Intinya tetap rendah hati saat berhasil, tetap kuat saat keadaan tidak sesuai harapan, tetap menjadi orang baik dalam keadaan apa pun,” ungkapnya.

Di tengah kesibukan sebagai dokter sekaligus mengelola klinik, Deta juga berusaha tetap menyediakan waktu untuk keluarga. Dia mengakui keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi belum sepenuhnya ideal.

Namun, dukungan dan saling pengertian dengan suami menjadi salah satu hal yang membuatnya tetap menjalani berbagai tanggung jawab.

Bagi Deta, perjalanan hidup juga mengajarkannya bahwa kondisi sulit bukan alasan untuk berhenti berkembang. Pengalaman merantau, membangun karier, hingga harus belajar mandiri membuatnya semakin yakin bahwa seseorang perlu memiliki pendidikan dan pengalaman sebagai bekal menghadapi kehidupan.

Pesan tersebut kemudian dititipkan kepada generasi muda Trenggalek. Menurut dia, anak muda tidak perlu merasa rendah diri hanya karena berasal dari daerah atau kota kecil. Kesempatan untuk belajar dan berkembang saat ini semakin terbuka luas.

“Utamakan pendidikan, berani punya mimpi besar, jangan minder karena kita berasal dari kota kecil. Dunia sekarang jauh lebih terbuka. Belajar sebanyak mungkin, cari pengalaman seluas mungkin,” pesannya.

Dia berharap anak muda Trenggalek tidak hanya mengejar cita-cita untuk kepentingan pribadi, tetapi juga kelak mampu membawa pengalaman dan hal-hal baik untuk daerah asalnya. “Kalau bisa, bawa sesuatu yang baik kembali untuk Trenggalek,” pungkasnya. (mal/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Kalimantan Timur dr Pramesti Octa Laura Deta Dipl CIBTAC Puskesmas Tugu