TRENGGALEK NJENGGELEK- Cara ternak ikan cupang sebenarnya dapat dilakukan dengan tahapan sederhana, termasuk oleh pemula. Prosesnya dimulai dari menyiapkan air dan wadah pemijahan, memilih indukan jantan serta betina yang siap kawin, hingga memantau telur dan burayak. Ketelitian menjadi kunci agar proses breeding berjalan lancar dan indukan tidak mengalami stres.
Siapkan Media Pemijahan
Tahap pertama adalah menyiapkan media untuk pemijahan. Air bersih perlu diendapkan terlebih dahulu setidaknya sekitar setengah hari. Dalam praktik pada video tersebut, air diisi hingga ketinggian sekitar 15 sentimeter.
Setelah itu, garam ikan ditambahkan dengan takaran satu sendok teh peres. Garam kemudian dilarutkan hingga tercampur dengan air.
Daun ketapang juga digunakan dalam media pemijahan. Daun tersebut dimasukkan ke dalam air setelah diremas sedikit. Keberadaan daun ketapang nantinya juga menjadi tempat bagi indukan jantan membuat sarang busa.
Pilih Indukan Cupang yang Siap
Setelah media siap, indukan jantan dimasukkan terlebih dahulu. Ikan dibiarkan beberapa saat agar beradaptasi dengan kondisi air dan lingkungan barunya.
Berikutnya, indukan betina ditempatkan dalam gelas plastik transparan. Gelas tersebut kemudian dimasukkan ke media pemijahan sehingga jantan dan betina dapat saling melihat tanpa langsung bercampur.
Pemilihan indukan betina menjadi salah satu bagian penting. Indukan yang siap bertelur umumnya memiliki bagian perut yang terlihat lebih buncit. Selain itu, terdapat bintik putih di bagian bawah perut yang menjadi tempat keluarnya telur.
Pemisahan sementara menggunakan gelas transparan bertujuan memberikan kesempatan kepada kedua ikan untuk saling mengenali dan menunjukkan ketertarikan sebelum disatukan.
Tunggu Indukan Jantan Membuat Sarang Busa
Setelah kedua ikan diperkenalkan, bagian atas wadah ditutup. Namun, penutup tetap perlu diberi lubang untuk sirkulasi udara. Kondisi tersebut dibiarkan selama kurang lebih satu hari.
Setelah indukan jantan selesai membuat sarang busa, indukan betina dapat disatukan. Sarang busa biasanya terlihat berada di balik atau di sekitar daun ketapang.
Pada tahap ini, pemilik perlu melakukan pemantauan. Setelah disatukan, kedua ikan akan melakukan proses perkawinan hingga betina mengeluarkan telur.
Baca Juga: Polytron Fox 500 2026 Dipamerkan, Harga Rp38 Jutaan dan Fitur Melimpah
Kenali Tanda Cupang Selesai Bertelur
Proses penyatuan indukan hingga bertelur umumnya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari. Salah satu tanda betina sudah selesai bertelur adalah mulai menjauh dari jantan dan lebih sering diusir oleh indukan jantan.
Tanda lainnya dapat terlihat pada sarang busa. Busa yang sebelumnya tampak transparan akan terlihat memiliki bintik-bintik putih. Bintik tersebut merupakan telur ikan cupang.
Kondisi perut betina yang sebelumnya buncit juga dapat terlihat lebih kempis setelah proses bertelur selesai. Pada tahap tersebut, indukan betina perlu segera diangkat dan dipindahkan dari wadah pemijahan.
Tutup Wadah dan Pantau Telur
Setelah betina dipindahkan, wadah kembali ditutup. Langkah ini bertujuan membuat indukan jantan lebih tenang selama menjaga telur.
Indukan jantan memiliki peran dalam menjaga sarang dan telur hingga menetas. Karena itu, kondisi lingkungan sebaiknya tidak terlalu sering diganggu agar ikan tidak mengalami stres.
Jika indukan jantan panik atau mengalami stres, terdapat risiko telur dimakan. Pemantauan tetap diperlukan, tetapi sebaiknya dilakukan tanpa terlalu sering membuka atau mengganggu media pemijahan.
Beri Pakan Indukan Secara Rutin
Selama proses breeding, indukan tetap perlu diberi makanan. Dalam video tersebut, pemberian pakan dilakukan dua kali sehari.
Jenis makanan yang disarankan adalah kutu air atau cacing sutra. Pemberian pakan secara teratur membantu menjaga kondisi indukan selama proses pemijahan berlangsung.
Setelah beberapa waktu, telur akan berkembang hingga burayak mulai terlihat berenang di permukaan air. Kemunculan burayak menjadi tanda bahwa proses pemijahan ikan cupang berhasil dilakukan.
Dengan persiapan media yang tepat, pemilihan indukan matang, serta pemantauan selama proses bertelur, breeding ikan cupang dapat dilakukan secara bertahap. Bagi pemula, ketelitian dan kesabaran menjadi bagian penting agar proses pemijahan berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Alva Cervo, Motor Listrik Kencang Buatan Indonesia: Gagah, Bertenaga, tapi Ada Kekurangannya
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest