Cara Merawat Monstera agar Tumbuh Subur, Ini Panduan Lengkapnya

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 19:30 WIB
Cara merawat monstera agar subur dan berdaun indah, mulai dari cahaya, pupuk, media tanam hingga teknik penyiraman.
Cara merawat monstera agar subur dan berdaun indah, mulai dari cahaya, pupuk, media tanam hingga teknik penyiraman.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK - Cara merawat monstera perlu memperhatikan pencahayaan, suhu, kelembapan, media tanam, pemupukan hingga penyiraman. Tanaman hias ikonik dengan daun lebar dan fenestrasi atau lubang khas ini sebenarnya cukup mudah dirawat, tetapi kesalahan memberikan air dan cahaya dapat menghambat pertumbuhannya. Dengan perawatan yang tepat, monstera bisa tumbuh sehat sekaligus menghasilkan daun yang lebih besar dan berlubang.

Monstera memang mampu bertahan dalam kondisi cahaya rendah. Namun, kondisi tersebut dapat membuat pertumbuhannya lebih lambat dan daun tidak maksimal membentuk fenestrasi.

Pastikan Mendapat Cahaya Tidak Langsung

Monstera sebaiknya ditempatkan di area dengan cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung. Jendela dengan pencahayaan yang cukup bisa menjadi pilihan.

Jika daun berubah kuning atau cokelat, ukurannya mengecil, atau tanaman tumbuh memanjang dan kurus, kondisi tersebut dapat menjadi tanda kurang cahaya. Pemilik dapat menggunakan grow light atau memindahkan tanaman secara bertahap menuju sumber cahaya.

Pemindahan sebaiknya dilakukan perlahan, misalnya sekitar setengah kaki setiap dua hingga tiga minggu. Jika bagian tepi daun mulai kecokelatan atau permukaan atas daun menguning, tanaman kemungkinan menerima cahaya terlalu kuat sehingga perlu dijauhkan kembali.

Perhatikan Suhu dan Kelembapan

Monstera menyukai suhu yang stabil sekitar 60-80 derajat Fahrenheit. Hindari menempatkan tanaman di dekat pintu atau jendela yang sering dibuka karena perubahan suhu ekstrem dapat mengganggu pertumbuhannya.

Dari sisi kelembapan, monstera tumbuh baik pada tingkat sekitar 60-70 persen dan masih dapat mentoleransi sekitar 50 persen. Jika udara terlalu kering, ujung daun bisa berubah cokelat dan kering.

Mengelompokkan beberapa tanaman dapat membantu meningkatkan kelembapan secara ringan. Untuk kebutuhan yang lebih besar, penggunaan humidifier bisa menjadi pilihan. Namun, daun sebaiknya tidak terus-menerus basah karena dapat memicu masalah jamur.

Gunakan Media Tanam yang Memiliki Drainase Baik

Monstera yang baru dibeli biasanya masih dapat tumbuh menggunakan media dari pusat tanaman atau nursery. Namun, seiring pertumbuhan akar, tanaman perlu dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Repotting dapat dilakukan sekitar satu hingga dua tahun sekali atau ketika akar mulai memenuhi pot. Gunakan media yang memiliki drainase dan aerasi baik, tetapi tetap mampu menyimpan air dalam jumlah yang cukup.

Salah satu campuran yang digunakan dalam video terdiri dari 40 persen coco coir atau peat moss, 25 persen bark, 25 persen perlit, dan 10 persen charcoal.

Baca Juga: Cara Memelihara Ikan Guppy Tanpa Aerator, Perhatikan 5 Hal Penting Ini

Berikan Pupuk Sesuai Kebutuhan

Pemupukan dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan monstera, terutama selama musim pertumbuhan yang umumnya berlangsung dari awal musim semi hingga awal musim gugur.

Pemupukan dapat dilakukan sekitar satu kali sebulan menggunakan pupuk seimbang dengan dosis sesuai petunjuk produk. Ketika pertumbuhan melambat pada musim dingin, dosis dapat dikurangi menjadi sekitar 25-50 persen dari dosis tinggi yang direkomendasikan.

Untuk pemula, pemberian pupuk dengan dosis setengah kekuatan dapat menjadi langkah awal. Pemberian pupuk berlebihan justru berisiko menyebabkan penumpukan garam pada media.

Pangkas Daun dan Waspadai Hama

Daun yang menguning atau kecokelatan dapat dipangkas untuk menjaga penampilan tanaman. Alat pemangkas sebaiknya disterilkan setiap selesai digunakan pada tanaman berbeda untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Monstera juga dapat terserang tungau laba-laba, kutu putih, fungus gnats, dan scale. Karena itu, tanaman perlu diperiksa secara rutin. Tanda seperti jaring kecil, residu lengket, perubahan warna daun, atau serangga kecil perlu segera ditindaklanjuti.

Daun juga perlu dibersihkan menggunakan semprotan air dan kain lembut. Bersihkan bagian atas dan bawah daun secara perlahan agar tetap bersih dan mendukung proses fotosintesis.

Jangan Asal Menyiram Monstera

Penyiraman menjadi bagian penting dalam cara merawat monstera. Pada musim pertumbuhan, penyiraman umumnya dilakukan sekitar satu minggu sekali. Saat pertumbuhan melambat, frekuensinya dapat dikurangi menjadi dua hingga tiga minggu sekali.

Namun, jadwal tersebut hanya menjadi panduan. Sebelum menyiram, periksa kelembapan media dengan memasukkan jari sekitar 2,5-5 sentimeter ke dalam tanah. Jika terasa kering, tanaman dapat disiram. Jika masih lembap, tunggu beberapa hari.

Pemeriksaan juga dapat dilakukan menggunakan tusuk kayu hingga bagian bawah media. Cara ini membantu pemilik memahami seberapa cepat tanaman menggunakan air sehingga risiko penyiraman berlebihan dan busuk akar dapat diminimalkan.

Baca Juga: Harga Ikan Koi Blitar Ukuran Jumbo, Ada yang Tembus Rp4 Juta

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
cara merawat monstera tanaman monstera media tanam monstera pupuk monstera penyiraman monstera