TRENGGALEK NJENGGELEK- Cara memangkas bugenvil menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan tanaman dengan banyak ranting dan bunga yang lebat. Pemangkasan tidak bisa dilakukan sembarangan karena usia ranting ternyata berpengaruh terhadap jumlah tunas baru yang muncul. Ranting tua disebut mampu menghasilkan lebih banyak anak ranting dibandingkan ranting yang masih muda.
Bugenvil dengan perantingan yang padat cenderung memiliki tampilan lebih rimbun ketika memasuki masa berbunga. Karena itu, pemangkasan menjadi salah satu perawatan penting bagi penghobi tanaman hias yang ingin membentuk tajuk bugenvil agar semakin penuh.
Melalui sebuah video dari kanal Taman Tropis Indonesia, pemilik tanaman menjelaskan perbedaan hasil pemangkasan ranting tua dan ranting muda. Penjelasan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan mengenai apakah ranting bugenvil yang masih muda boleh dipangkas untuk membuat tanaman lebih rimbun.
Baca Juga: Harga Pleci di Pasar Pramuka, Mulai Rp35 Ribu hingga Tembus Rp2,5 Juta
Ranting Tua Bisa Menghasilkan Banyak Anak Ranting
Dalam praktik yang ditunjukkan, pemangkasan ranting tua menghasilkan sejumlah tunas baru. Dari satu titik pemotongan, bahkan dapat tumbuh sekitar enam anak ranting dan masih memungkinkan muncul tunas tambahan.
Anak-anak ranting tersebut kemudian dibiarkan berkembang hingga cukup tua dan menghasilkan bunga. Setelah bunga selesai dan rontok, ranting kembali dipangkas untuk merangsang pertumbuhan cabang berikutnya.
Pola tersebut dapat dilakukan secara bertahap. Dari ranting utama akan muncul anak ranting, kemudian anak ranting yang sudah berkembang dapat dipangkas kembali sehingga menghasilkan cabang baru atau yang disebut sebagai cucu ranting.
Potong Setelah Ranting Berkembang
Pemangkasan berikutnya dilakukan ketika anak ranting sudah cukup tua. Dalam video, pemotongan dilakukan sekitar tiga hingga empat jari dari bagian pangkal atau titik tertentu pada ranting.
Tujuannya bukan sekadar mengurangi panjang tanaman, tetapi merangsang munculnya percabangan baru. Jika proses tersebut dilakukan berulang, struktur tanaman akan semakin bercabang.
Bugenvil yang mempunyai ranting, anak ranting, hingga cucu ranting yang berkembang dengan baik kemudian dapat membentuk tajuk yang lebih bulat dan padat. Ketika musim berbunga tiba, banyaknya percabangan diharapkan membuat bunga terlihat lebih lebat.
Jangan Terburu-buru Memangkas Ranting Muda
Lantas, bagaimana jika ranting yang dipotong masih muda? Hasilnya ternyata tidak selalu sama.
Dalam contoh yang ditampilkan, pemotongan ranting muda hanya menghasilkan satu ranting pengganti. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan percabangan menjadi kurang maksimal jika dibandingkan dengan pemangkasan ranting yang sudah tua.
Namun, ada pula ranting muda yang setelah dipangkas mampu menghasilkan lebih dari satu tunas. Salah satu contoh bahkan menunjukkan munculnya tiga ranting baru. Meski demikian, hasil pemangkasan ranting muda disebut tidak konsisten karena pada beberapa bagian hanya menghasilkan satu ranting.
Karena itu, berdasarkan praktik yang ditunjukkan dalam video, pemangkasan sebaiknya dilakukan ketika ranting sudah cukup tua agar peluang munculnya percabangan baru lebih banyak.
Pangkas Bertahap untuk Membentuk Tanaman
Teknik tersebut dapat dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan tanaman. Ranting tua dipangkas untuk memunculkan anak ranting. Setelah anak ranting berkembang dan berbunga, bagian tersebut dapat dipangkas kembali untuk merangsang pertumbuhan cabang berikutnya.
Dengan pola pemangkasan tersebut, struktur bugenvil perlahan dapat menjadi lebih kompleks. Semakin banyak percabangan yang tumbuh dan berkembang, tanaman akan terlihat semakin penuh.
Pemangkasan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman. Jangan hanya mengejar banyaknya cabang, tetapi berikan kesempatan bagi tunas baru untuk berkembang sebelum kembali dipangkas.
Pada akhirnya, kunci membuat bugenvil rimbun bukan sekadar sering memangkas, melainkan memilih waktu pemangkasan yang tepat. Ranting tua yang dipangkas secara bertahap dinilai menghasilkan percabangan lebih banyak dibandingkan ranting muda dalam praktik yang ditampilkan.
Bagi penghobi bugenvil, teknik ini dapat menjadi salah satu cara membentuk tanaman agar memiliki banyak ranting sebelum memasuki masa berbunga. Dengan struktur percabangan yang semakin baik, tampilan bugenvil pun berpotensi menjadi lebih padat dan menarik.
Baca Juga: Cara Merawat Aglonema agar Subur dan Rimbun, Coba Trik Sederhana Ini
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest