TRENGGALEK NJENGGELEK- Cara merawat bonsai sancang sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Tanaman yang dikenal mudah dibentuk menjadi bonsai ini dapat tumbuh subur di daerah panas maupun dingin, asalkan mendapatkan perawatan yang tepat. Mulai dari penyiraman, paparan sinar matahari, penggantian media, pemangkasan akar hingga pengendalian hama menjadi bagian penting agar bonsai sancang tetap sehat dan tidak cepat mati.
Bonsai sancang kerap dianggap sulit dipelihara karena tanaman dapat mengalami penurunan kesuburan hingga terserang hama. Namun, dalam video yang dibagikan, perawatan bonsai sancang disebut relatif mudah jika pemilik memahami kebutuhan tanaman.
Baca Juga: Cara Membuat Aglonema Rimbun, Bisa dari Satu Tanaman hingga Jadi Rumpun
Penyiraman Bonsai Sancang
Salah satu hal utama dalam cara merawat bonsai sancang adalah memperhatikan penyiramannya. Dalam video tersebut, penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari.
Media tanam juga harus memiliki pori-pori yang baik agar air tidak menggenang. Kondisi media yang mudah mengalirkan air penting untuk menjaga kesehatan akar.
Selain penyiraman, bonsai sancang disarankan diletakkan di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup. Tanaman ini disebut tetap dapat hidup baik di daerah panas maupun dingin, selama kebutuhan perawatannya diperhatikan.
Perhatikan Kondisi Media dan Akar
Penggantian media menjadi bagian penting ketika bonsai sancang sudah tidak lagi tumbuh subur. Salah satu tandanya adalah kondisi daun yang mulai terlihat kurang sehat.
Selain itu, akar yang sudah memenuhi pot juga menjadi tanda tanaman perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dalam kondisi tersebut, akar dapat dipangkas sebelum tanaman ditanam kembali menggunakan media yang sesuai.
Jika media lama sudah kehilangan kandungan yang dibutuhkan tanaman, penggantian media diperlukan agar pertumbuhan bonsai kembali optimal. Dalam video, media yang digunakan antara lain pasir Malang dan bahan seperti dekastar atau Osmocote.
Waspadai Kutu Putih dan Kutu Merah
Bonsai sancang juga perlu diperiksa secara rutin karena dapat terserang hama seperti kutu putih dan kutu merah. Serangan hama dapat membuat tanaman kehilangan kesuburannya jika tidak segera ditangani.
Pembersihan batang menjadi salah satu langkah yang dilakukan. Batang dapat disikat untuk menghilangkan kulit-kulit mati yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hama.
Pengendalian hama juga dapat dilakukan menggunakan insektisida sesuai kebutuhan. Perawatan secara rutin penting agar serangan hama tidak berkembang dan mengganggu kondisi tanaman.
Pemupukan untuk Menjaga Kesuburan
Selain media dan penyiraman, pemberian nutrisi juga diperlukan. Dalam video tersebut, penyubur seperti Atonik disebut dapat digunakan sekitar satu kali dalam seminggu dan diaplikasikan dengan penyemprotan pada bagian daun serta akar.
Dengan perawatan yang dilakukan secara konsisten, bonsai sancang dapat dipelihara tanpa harus selalu dianggap sebagai tanaman yang sulit dirawat. Kunci utamanya adalah memperhatikan kondisi media, akar, daun, batang, kebutuhan air, sinar matahari, serta keberadaan hama.
Bagi penghobi yang baru ingin memelihara bonsai sancang, memahami tanda-tanda tanaman mulai kurang sehat menjadi langkah penting. Dengan begitu, tindakan seperti pemangkasan akar, penggantian media, pemupukan maupun pengendalian hama dapat dilakukan sebelum kondisi tanaman semakin menurun.
Baca Juga: Cara Merawat Monstera agar Subur dan Cantik, Ini 8 Tipsnya
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest