Jamur Barat Muncul Saat Musim Hujan, Ini Alasan Sulit Dibudidayakan

Putri Dwi Lestari • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 19:06 WIB
Jamur barat hanya muncul saat musim hujan. Kenali alasan sulit dibudidayakan, hubungan dengan rayap, dan rasa umaminya.(PINTEREST)
Jamur barat hanya muncul saat musim hujan. Kenali alasan sulit dibudidayakan, hubungan dengan rayap, dan rasa umaminya.(PINTEREST)

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Jamur barat menjadi salah satu jamur liar yang banyak diburu ketika musim hujan tiba. Memiliki rasa umami yang khas, jamur ini dikenal nikmat dikonsumsi, tetapi keberadaannya tergolong langka dan sulit dibudidayakan. Jamur barat hanya tumbuh pada kondisi lingkungan tertentu, bahkan memiliki hubungan unik dengan rayap dalam proses pertumbuhannya.

Jamur barat dikenal dengan nama Latin Clitocybe nebularis. Berbeda dengan jamur tiram, enoki, shitake, dan jamur kuping yang umum dibudidayakan, jamur barat biasanya tumbuh secara liar.

Kemunculannya juga sangat bergantung pada musim. Jamur ini disebut mulai muncul ketika musim hujan datang dan biasanya disertai angin kencang.

Baca Juga: Tanaman Mistis yang Penuh Manfaat, Daun Kelor hingga Sawo Kecik Ternyata Punya Khasiat Besar

Nama jamur barat berkaitan dengan sebutan angin barat atau kondisi musim hujan lebat yang disertai angin kencang. Setelah hujan dan angin terjadi, masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan atau daerah yang masih memiliki hutan dapat mulai mencari jamur tersebut.

Jamur barat biasanya tumbuh di tempat yang lembap. Lokasinya antara lain berada di bawah pohon yang rindang atau semak-semak yang teduh dan memiliki kelembapan cukup.

Secara fisik, jamur ini memiliki batang dan tudung menyerupai caping. Tingginya dapat mencapai sekitar 8 sentimeter. Diameter batang maksimal sekitar 1 sentimeter, sedangkan tudungnya dapat berukuran kurang lebih 12 sentimeter.

Warnanya putih dengan sedikit nuansa kelabu hingga kecokelatan. Jamur barat juga memiliki aroma yang khas.

Baca Juga: Kecil namun kaya khasiat, inilah manfaat daun kelor untuk kesehatan mulai dari atasi maag, darah tinggi, hingga cegah kanker. Simak penjelasannya!

Salah satu alasan jamur barat sulit ditemukan adalah sifatnya yang musiman. Jamur tersebut tidak mudah dibudidayakan karena membutuhkan kondisi lingkungan yang sangat spesifik.

Berdasarkan penelitian, budidaya jamur barat membutuhkan mikroklimat atau iklim buatan dalam skala kecil yang menyerupai kondisi alam. Penciptaan lingkungan tersebut dinilai sulit dan membutuhkan biaya besar.

Tidak hanya kondisi udara yang perlu diperhatikan. Tanah tempat jamur tumbuh juga harus dikondisikan agar sesuai dengan lingkungan alaminya.

Kesulitan tersebut semakin kompleks karena jamur barat memiliki hubungan dengan rayap. Keduanya diketahui memiliki simbiosis mutualisme atau hubungan yang saling menguntungkan.

Baca Juga: 3 Makanan Khas Sunda yang Wajib Dicoba, Ada Nasi Liwet hingga Tahu Gejrot

Rayap memakan sumber makanan berupa sisa tumbuhan, seperti daun, ranting, dan kayu. Material tersebut kemudian dibawa ke lorong-lorong kecil di dalam tanah, tempat jamur barat tumbuh.

Jamur barat memiliki struktur akar berbentuk seperti labirin. Bagian tersebut mengeluarkan enzim yang membantu menguraikan selulosa atau serat pada kayu.

Melalui hubungan tersebut, rayap terbantu dalam mencerna material kayu. Sementara itu, jamur barat mendapatkan sumber makanan dari material tumbuhan yang dibawa rayap.

Hubungan antara jamur dan rayap inilah yang menjadi salah satu tantangan dalam upaya membudidayakan jamur barat secara buatan.

Selain langka, jamur barat dikenal karena cita rasanya. Jamur ini disebut memiliki rasa umami yang kuat. Bahkan, pengolahannya dapat dilakukan secara sederhana dengan tambahan sedikit bawang dan garam.

Cita rasa tersebut berkaitan dengan kandungan asam glutamat. Jamur barat memiliki kandungan protein sekitar 8 hingga 49 persen, karbohidrat 17 hingga 65 persen, lemak 1 hingga 14 persen, serta mineral 1 hingga 13 persen.

Kandungan asam glutamat menjadi salah satu unsur yang menghasilkan sensasi gurih atau umami. Senyawa tersebut juga dikenal dalam bentuk turunannya sebagai monosodium glutamat atau MSG.

Umur Jamur Barat Singkat

Perburuan jamur barat perlu dilakukan ketika musim kemunculannya tiba. Sebab, jamur ini memiliki umur yang relatif singkat sebelum membusuk atau ditemukan manusia.

Di dalam bagian tudung jamur barat juga disebut terdapat mikroorganisme berupa cacing atau oligosarita. Namun, perannya dalam jamur tersebut belum diketahui secara jelas.

Belum ada penjelasan mengenai fungsi mikroorganisme tersebut. Disebutkan pula bahwa sejauh informasi yang disampaikan, tidak terdapat dampak negatif ketika mikroorganisme itu ikut terkonsumsi bersama jamur barat.

Editor : Putri Dwi Lestari
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Rayap Jamur Liar Rasa Umami jamur barat musim hujan