Trenggaleknjenggelek – Pengusaha teknologi asal Amerika Serikat sekaligus orang terkaya dunia, Elon Musk, kembali menggegerkan publik.
Lewat platform media sosial X miliknya, Elon Musk membuka jajak pendapat soal rencana membentuk partai politik baru di tengah panasnya hubungan dengan mantan Presiden AS, Donald Trump.
Dalam unggahan yang dibuat pada Jumat (6/6/2025), Elon Musk bertanya kepada para pengikutnya, "Apakah sudah waktunya untuk membuat partai politik baru di Amerika yang benar-benar mewakili 80 persen di tengah?"
Namun, hal yang tak diduga justru respon warganet yang mengejutkan perihal wacana partai baru itu.
Dalam waktu satu hari, hasil polling menunjukkan bahwa 80 persen pengguna X menyatakan dukungan terhadap ide Musk membentuk partai baru dengan garis ideologi tengah—sebuah gagasan yang menyasar kelompok masyarakat yang tidak sepenuhnya berada di sayap kanan maupun kiri politik AS.
Langkah ini muncul di tengah memburuknya hubungan Musk dengan Trump, yang selama ini sering disebut media sebagai duo bromance dalam lanskap politik dan ekonomi AS.
Ketegangan meningkat tajam setelah Trump dalam pidatonya di Oval Office mengekspresikan kekecewaannya atas kritik Musk terhadap kebijakan pengeluaran negara.
Tak tinggal diam, Elon Musk membalas langsung pernyataan Trump melalui X.
Ia menyebut bahwa kemenangan Partai Republik pada pemilu lalu tidak lepas dari perannya, bahkan menuding Trump tidak tahu berterima kasih.
"Tanpa saya, Trump akan kalah dalam pemilihan, Partai Demokrat akan mengendalikan DPR dan Partai Republik akan 51-49 di Senat," tegas Musk dalam tanggapannya.
Situasi ini menambah dinamika menjelang pemilihan presiden 2024, terutama jika Musk benar-benar merealisasikan pembentukan partai politik baru.
Dengan pengaruh besar yang ia miliki di sektor teknologi dan media sosial, serta daya tarik personalnya terhadap basis pemilih independen dan milenial, langkah ini berpotensi mengubah peta kekuatan politik di Amerika Serikat. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri