Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Asal Usul Amapiano: Bagaimana Musik Afrika Selatan Menyebar ke Seluruh Dunia

Amalia Rizky Indah Permadani • Senin, 9 Juni 2025 | 22:11 WIB

Amapiano lahir di Johannesburg, kini mendunia. Temukan bagaimana genre ini mengubah industri musik
Amapiano lahir di Johannesburg, kini mendunia. Temukan bagaimana genre ini mengubah industri musik


Trenggaleknjenggelek - Amapiano, genre musik yang lahir di Afrika Selatan, pertama kali muncul di Johannesburg sekitar tahun 2012.

Seiring berjalannya waktu, genre ini berkembang pesat, terutama di kalangan anak muda di klub-klub malam dan acara hiburan lokal.

Nama “Amapiano” berasal dari bahasa Zulu, yang artinya “piano”, mengacu pada peran penting instrumen piano dalam genre ini.

Sejak awal kemunculannya, Amapiano menggabungkan elemen-elemen musik house dengan jazz, Kwaito, dan beat perkusif yang sangat khas.

Kehadiran Amapiano di Afrika Selatan sangat didorong oleh budaya lokal yang kaya akan musik dan tari.

Pada awalnya, genre ini dipopulerkan oleh produser dan DJ seperti DJ Maphorisa, Kabza De Small, dan Sha Sha yang kemudian memanfaatkan platform media sosial seperti YouTube dan SoundCloud untuk menyebarkan karya mereka.

Keberhasilan mereka dalam dunia digital sangat berperan dalam memperkenalkan Amapiano ke audiens yang lebih luas.

Seiring berjalannya waktu, Amapiano mulai menggeser dominasi genre-genre lain yang lebih tradisional di Afrika Selatan.

Tak hanya terkenal di dalam negeri, Amapiano segera menarik perhatian dunia internasional. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Spotify turut membantu mempercepat proses globalisasi genre ini.

Dengan karakteristik yang unik, Amapiano tidak hanya menjadi aliran musik yang disukai di Afrika, namun juga merambah ke Eropa, Amerika, dan Asia, membuka jalan bagi musik Afrika untuk mendapatkan perhatian global. (mal)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani