Trenggaleknjenggelek - Amerika Serikat baru-baru ini membuat langkah diplomatik penting dengan meminta bantuan China untuk mencegah potensi krisis di Selat Hormuz. Permintaan ini disampaikan oleh Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, pada wawancara pers dengan Fox News.
Selat Hormuz adalah jalur perdagangan vital bagi minyak mentah dunia. Hampir sepertiga pasokan minyak global melewati selat ini setiap harinya. Ketegangan meningkat setelah muncul kekhawatiran bahwa Iran akan menutup Selat Hormuz, yang dapat mengganggu stabilitas pasokan minyak dunia dan memicu lonjakan harga energi secara global.
Dalam pernyataannya, Rubio menegaskan, “Saya mendorong pemerintah China di Beijing untuk berbicara dengan mereka, karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk pasokan minyak mereka.” Hal ini menunjukkan bahwa Amerika menyadari peran strategis China sebagai salah satu konsumen minyak terbesar dunia dan memiliki pengaruh diplomatik yang cukup kuat di kawasan tersebut.
Langkah Amerika meminta China terlibat dalam diplomasi kawasan menandai adanya kesadaran bahwa stabilitas Selat Hormuz bukan hanya kepentingan Amerika, tetapi juga kepentingan global, terutama negara-negara besar seperti China. Jika jalur ini terganggu, dampaknya akan dirasakan oleh banyak negara, tidak hanya Amerika atau negara-negara di Timur Tengah.
Permintaan bantuan ini juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat. Dengan melibatkan China, diharapkan ada tekanan lebih besar kepada Iran agar tidak mengambil langkah ekstrem yang bisa membahayakan ekonomi dunia. (sun)