Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Nepal Bergolak, Benarkah Aksi Massa Disebut Terinspirasi dari Gerakan di Indonesia? Analis Beri Penyataan Terkait Gelombang Rakyat Asia Selatan

Bagus Setiawan • Jumat, 12 September 2025 | 01:45 WIB
Gelombang demonstrasi Gen Z di Nepal memicu kerusuhan dan pembakaran gedung-gedung politik.
Gelombang demonstrasi Gen Z di Nepal memicu kerusuhan dan pembakaran gedung-gedung politik.

NEPAL - Demonstrasi Nepal kembali memanas setelah aksi massa yang dipimpin oleh mayoritas Gen Z menelan korban jiwa dan memicu kerusuhan di sejumlah kota.

Gelombang protes di Nepal ini bukan hanya dipicu persoalan internal, tetapi juga disebut memiliki kemiripan dengan gerakan masyarakat sipil di Indonesia.

Pakar menilai, aksi massa yang terjadi di Nepal menjadi refleksi kekecewaan generasi muda atas korupsi dan ketimpangan, sekaligus mendapat inspirasi dari protes besar di Indonesia dan negara Asia Selatan lainnya.

Baca Juga: Ikut Soroti Demo di Indonesia, PBB Serukan Penyelidikan Secara Menyeluruh dan Transparan Atas Dugaan Pelanggaran HAM

Awalnya, demonstrasi Nepal dipicu kemarahan publik atas gaya hidup mewah anak-anak pejabat yang viral di media sosial dengan istilah “nepo kids”.

Fenomena tersebut memperlihatkan jurang ketimpangan sosial, di mana elite politik hidup bermewah-mewahan sementara banyak rakyat Nepal bergulat dengan pengangguran dan kemiskinan.

Isu itu kemudian berkembang menjadi seruan anti korupsi dan keadilan sosial, sehingga mendorong massa menyerang rumah mantan Perdana Menteri KP Sharma Oli, kantor partai berkuasa, dan bangunan politik lainnya.

Baca Juga: China Warning, Israel Harus Batalkan Rencana Kuasai Gaza City

Menurut laporan The Himalayan Times, aksi massa juga menargetkan kantor pusat Kongres Nepal di Sanepa serta rumah Presiden NC Sher Bahadur Deuba.

Kerusuhan yang terjadi sejak awal pekan ini menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai lebih dari 500 demonstran akibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Sebagai respons, pemerintah Nepal melarang adanya penggunaan media sosial untuk meredam arus mobilisasi dan penyebaran konten protes di dunia maya.

Sementara itu, mantan Penasihat Ekonomi Utama Pemerintah India, Sanjeev Sanyal, menyebut pola protes di Nepal memiliki kesamaan dengan beberapa negara Asia Selatan.

“Terlepas dari apapun pendapat orang tentang rezim PM Oli atau masa depannya, perangkat yang sama digunakan secara mencurigakan dan terlalu sering di negara-negara tetangga. Kita melihat mahasiswa dijadikan umpan di Bangladesh, Sri Lanka, dan yang lebih baru di Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa ‘organik’ hal-hal ini,” ungkap Sanjeev, dikutip Kamis, (11/9/2025).

Baca Juga: Presiden Prabowo Sebut Indonesia Komitmen Perkuat Kerja Sama dengan BRICS, Singgung Kekuatan Besar Wakili Lebih dari Separo Populasi Dunia

Hal serupa juga disampaikan aktivis Aalia Mauro yang menyebut bahwa semangat demonstrasi Nepal datang dari gerakan di Indonesia.

“Terinspirasi oleh Indonesia, kaum muda Nepal bangkit, protes besar-besaran atas korupsi dan ketimpangan meletus, dan gedung parlemen benar-benar terbakar,” ujarnya dalam unggahan di platform X.

Di sisi lain, kondisi sosial ekonomi Nepal turut memperdalam ketegangan.

Data Bank Dunia menunjukkan tingkat pengangguran pemuda mencapai 32,6 persen pada 2024, sementara lebih dari 20 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Selain itu, perekonomian Nepal sangat bergantung pada remitansi, yang pada 2024 tercatat menyumbang 33,1 persen dari produk domestik bruto (PDB), salah satu yang tertinggi di dunia.

Ketimpangan kepemilikan lahan juga menambah daftar persoalan, dengan 10 persen rumah tangga terkaya menguasai lebih dari 40 persen lahan, sementara banyak warga miskin nyaris tidak memiliki tanah.

Para analis menilai, kombinasi antara kekecewaan ekonomi, frustasi politik, serta inspirasi dari gerakan lintas negara membuat demonstrasi Nepal berpotensi terus membesar. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#aksi massa #nepal #indonesia #Demonstrasi Nepal