Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Unik, Voting Discord Hantarkan Sushila Karki Jadi Perdana Menteri Interim Nepal

Bagus Setiawan • Jumat, 19 September 2025 | 04:05 WIB
Momen pengukuhan Sushila Karki sebagai perdana menteri interim Nepal oleh Presiden Ram Chandra Paudel, Jumat (12/9). (Instagram/@ind_renewed)
Momen pengukuhan Sushila Karki sebagai perdana menteri interim Nepal oleh Presiden Ram Chandra Paudel, Jumat (12/9). (Instagram/@ind_renewed)

NEPAL - Nepal resmi melantik Sushila Karki sebagai Perdana Menteri Interim pada Jumat (12/9/2-25).

Pelantikan ini menjadi momen bersejarah karena Sushila Karki tercatat sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi perdana menteri di Nepal.

Fenomena unik muncul karena proses menuju pengangkatan Perdana Menteri Interim ini dipengaruhi oleh voting di Discord yang dilakukan oleh ribuan anak muda, khususnya dari kalangan Gen Z.

Baca Juga: Nepal Bergolak, Benarkah Aksi Massa Disebut Terinspirasi dari Gerakan di Indonesia? Analis Beri Penyataan Terkait Gelombang Rakyat Asia Selatan

Kehadiran Karki sebagai perdana menteri interim berawal dari krisis politik setelah gelombang protes anti korupsi mengguncang Nepal pekan lalu.

Tekanan dari publik yang semakin besar membuat Perdana Menteri K.P. Sharma Oli akhirnya mengundurkan diri, hingga mengakibatkan kekosongan kepemimpinan di tengah situasi yang memanas.

Di saat itulah, komunitas Gen Z memanfaatkan Discord untuk menggelar polling informal guna mencari sosok yang dianggap mampu memimpin pemerintahan transisi.

Baca Juga: Ikut Soroti Demo di Indonesia, PBB Serukan Penyelidikan Secara Menyeluruh dan Transparan Atas Dugaan Pelanggaran HAM

Hasil polling di Discord menempatkan Sushila Karki sebagai figur yang paling diinginkan untuk memimpin.

Meskipun tidak memiliki kekuatan hukum, voting digital ini memberi tekanan moral dan politik yang kuat kepada elite negeri.

Akhirnya, negosiasi intensif antara perwakilan aktivis muda, panglima militer, dan Presiden Ram Chandra Paudel pun digelar. 

Baca Juga: Ketegangan AS-Rusia Meningkat: Benarkah Dunia di Ambang Perang Nuklir?

Presiden Nepal bersama dukungan militer akhirnya menyetujui pilihan tersebut dan mengangkat Karki sebagai perdana menteri interim.

Langkah ini dianggap kompromi untuk meredam ketegangan sosial sekaligus menjawab tuntutan para demonstran.

Karki sendiri sebelumnya dikenal sebagai mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal dan memiliki rekam jejak dalam penegakan hukum.

Pengalaman tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan publik di tengah krisis yang tengah berlangsung.

Karki menjadi kandidat terpilih karena integritas serta ketegasannya dalam melawan korupsi yang telah lama menjadi keluhan masyarakat Nepal.

Sebagai perdana menteri interim, Karki memikul tugas untuk menjaga stabilitas politik hingga pemilu nasional digelar pada 5 Maret 2026 mendatang.

Fokus utamanya adalah memastikan jalannya pemerintahan transisi, menenangkan situasi di jalanan, serta mempersiapkan pemilu yang adil dan transparan.

Fenomena Discord di Nepal ini kemudian menjadi sorotan global karena menunjukkan bagaimana ruang digital dapat berperan dalam menentukan arah politik sebuah negara. (*)

Monumen Antonio Stradivari, tokoh musik Italia yang menjadi salah satu dari empat pencipta biola legendaris dunia. (Dok. Kementerian Pariwisata Italia)
Monumen Antonio Stradivari, tokoh musik Italia yang menjadi salah satu dari empat pencipta biola legendaris dunia. (Dok. Kementerian Pariwisata Italia)
Stadion Giovanni Zini, markas US Cremonese yang terletak di pusat kota Cremona. (Dok. Fotoblog Fankurve)
Stadion Giovanni Zini, markas US Cremonese yang terletak di pusat kota Cremona. (Dok. Fotoblog Fankurve)
Cukai
Cukai
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Gen Z #nepal #Perdana Menteri Interim #Discord #Sushila Karki