JAKARTA - Negara Swiss selama ini dikenal sebagai negara maju, kaya raya, bersih dari korupsi, dan memiliki tingkat kebahagiaan penduduk yang sangat tinggi. Namun di balik citra tersebut, terdapat banyak fakta unik Negara Swiss yang jarang diketahui publik, mulai dari sistem pemerintahan dengan tujuh kepala negara hingga kekuatan rakyat dalam menentukan kebijakan nasional.
Negara Swiss, atau bernama resmi Konfederasi Swiss, terletak di jantung Benua Eropa dan terkurung daratan. Negara ini berbatasan langsung dengan Italia, Prancis, Jerman, Austria, dan Liechtenstein. Dengan luas wilayah sekitar 41.285 kilometer persegi, Swiss bahkan masih lebih kecil dibanding Provinsi Jawa Timur.
Sejarah Panjang Negara Swiss
Pemukiman awal di wilayah Swiss telah ada sejak 5.300 tahun sebelum masehi. Pada masa Kekaisaran Romawi, wilayah ini mulai berkembang sebagai bagian penting Eropa. Setelah runtuhnya Romawi, Swiss sempat dikuasai berbagai kerajaan hingga akhirnya delapan kanton memisahkan diri pada abad ke-13 dan membentuk Konfederasi Swiss.
Swiss sempat ditaklukkan Napoleon Bonaparte pada 1798 dan dijadikan Republik Helvetic, sebelum kembali menjadi konfederasi. Hingga kini, Swiss memiliki 26 kanton yang masing-masing memiliki kewenangan luas dalam pemerintahan.
Pemerintahan Unik: Tujuh Kepala Negara
Salah satu keunikan utama Negara Swiss adalah sistem pemerintahannya. Tidak seperti negara lain yang dipimpin satu presiden atau perdana menteri, Swiss dipimpin oleh tujuh orang Dewan Federal yang menjabat sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan secara kolektif.
Baca Juga: Mobil Bekas Resell Value Terbaik di Indonesia, Toyota Masih Nomor Satu Kalahkan Honda dan Daihatsu
Ketujuh Dewan Federal ini dipilih oleh Majelis Federal dan memiliki kedudukan setara. Semua keputusan nasional harus diambil melalui musyawarah atau pemungutan suara internal. Sistem ini membuat kekuasaan tidak terpusat pada satu orang.
Demokrasi Langsung yang Kuat
Meski rakyat Swiss tidak memilih langsung Dewan Federal, mereka memiliki kekuatan besar dalam sistem demokrasi langsung. Rakyat dapat menolak undang-undang yang telah disahkan dengan mengumpulkan 50 ribu tanda tangan dalam 100 hari untuk menggelar referendum nasional.
Bahkan, warga Swiss dapat mengusulkan perubahan konstitusi jika berhasil mengumpulkan 100 ribu tanda tangan. Inilah yang membuat kebijakan negara benar-benar dikontrol oleh rakyat.
Baca Juga: Mobil Bekas Resell Value Terbaik di Indonesia, Toyota Masih Nomor Satu Kalahkan Honda dan Daihatsu
Negara Swiss dan Kekayaan Penduduknya
Negara Swiss termasuk salah satu negara terkaya di dunia dengan PDB per kapita peringkat ke-7 global. Rata-rata gaji pekerja di Swiss berkisar Rp100–120 juta per bulan, sementara upah minimum mencapai sekitar Rp67 juta per bulan, termasuk untuk pekerjaan kasar seperti petugas kebersihan.
Meski biaya hidup tinggi—sekitar Rp47 juta per bulan untuk hidup layak—selisih pendapatan tetap memungkinkan warga Swiss menabung. Tak heran, rata-rata kekayaan orang dewasa di Swiss mencapai lebih dari USD 690 ribu.
Kemiskinan Tetap Ada
Di balik kemakmuran, Swiss juga memiliki tingkat kemiskinan sekitar 8,5 persen. Seseorang dianggap miskin jika penghasilannya di bawah Rp36 juta per bulan. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Swiss memberikan bantuan tunai hingga Rp38,5 juta per bulan, mencakup biaya makan, sewa rumah, dan asuransi kesehatan.
Negara Paling Netral di Dunia
Netralitas adalah prinsip utama kebijakan luar negeri Swiss. Negara ini tidak terlibat dalam Perang Dunia I maupun II dan tidak bergabung dengan Uni Eropa. Karena kenetralannya, Swiss menjadi lokasi markas berbagai organisasi internasional seperti PBB, WHO, FIFA, dan UEFA.
Surga Wisata dan Transportasi Terbaik
Selain kaya dan stabil, Negara Swiss juga terkenal akan keindahan alamnya. Pegunungan Alpen, Danau Brienz, Danau Thun, Interlaken, Zermatt, hingga kota tua Bern menjadi daya tarik utama wisatawan.
Swiss juga memiliki jaringan kereta api terbaik di Eropa dengan panjang sekitar 20 ribu kilometer. Transportasi publik menjadi pilihan utama warga karena ketepatan waktu dan kenyamanannya.
Dengan sistem pemerintahan unik, demokrasi kuat, kesejahteraan tinggi, dan alam yang memukau, Negara Swiss menjadi contoh bagaimana negara kecil bisa mencapai kemakmuran berkelanjutan.
Editor : Natasha Eka Safrina