TRENGGALEK NJENGGELEK - Api Olimpiade untuk Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026 resmi diserahkan kepada panitia penyelenggara Italia dalam sebuah seremoni khidmat di Stadion Panathenaic, Athena, Yunani. Prosesi ini menjadi penanda dimulainya rangkaian panjang menuju pesta olahraga musim dingin paling bergengsi di dunia tersebut.
Penyerahan api Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026 dilakukan di tempat yang sarat sejarah. Stadion marmer di pusat kota Athena itu menjadi simbol lahirnya tradisi Olimpiade modern. Dari Yunani, api suci tersebut akan menempuh perjalanan sejauh 12.000 kilometer selama 63 hari sebelum tiba di Italia sebagai tuan rumah.
Dalam estafet panjang menuju pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026, sebanyak 10.000 pembawa obor akan dilibatkan. Mereka akan membawa api melintasi berbagai kota dan wilayah, menciptakan momen simbolis yang menyatukan semangat olahraga, perdamaian, dan persahabatan antarbangsa.
Perjalanan 63 Hari Menuju Italia
Setelah diserahkan di Athena, api Olimpiade akan memulai perjalanan panjangnya menuju Italia. Estafet obor selama 63 hari ini dirancang untuk menjangkau berbagai wilayah strategis sebelum akhirnya tiba di Milan dan Cortina d’Ampezzo.
Perjalanan sejauh 12.000 kilometer tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kesinambungan tradisi Olimpiade yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ribuan pembawa obor yang terlibat akan berasal dari beragam latar belakang, mulai dari atlet, tokoh masyarakat, hingga warga biasa yang dianggap merepresentasikan nilai-nilai Olimpiade.
Estafet obor menjadi salah satu momen paling dinanti menjelang pelaksanaan pesta olahraga dunia. Setiap titik persinggahan biasanya disambut meriah oleh masyarakat setempat, sekaligus menjadi ajang promosi internasional bagi tuan rumah.
Tradisi Sejak Olimpiade 1936
Gagasan estafet api dan obor Olimpiade ternyata memiliki sejarah panjang. Tradisi ini merupakan hasil kerja sama Yunani dan Jerman, yang pertama kali diperkenalkan sebelum Olimpiade 1936 di Berlin, Jerman.
Sejak saat itu, estafet api Olimpiade menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap penyelenggaraan Olimpiade, baik musim panas maupun musim dingin. Api yang dinyalakan di Yunani melambangkan kemurnian, semangat kompetisi, serta persatuan antarnegara.
Tradisi ini terus dipertahankan hingga kini, termasuk dalam rangkaian Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026. Prosesi tersebut menegaskan bahwa meskipun teknologi dan zaman terus berubah, nilai-nilai dasar Olimpiade tetap dijunjung tinggi.
Italia untuk Ketiga Kalinya
Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026 akan menjadi kali ketiga Italia menjadi tuan rumah ajang olahraga musim dingin terbesar di dunia. Sebelumnya, Italia pernah menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin pada 1956 di Cortina d’Ampezzo dan 2006 di Turin.
Penunjukan Milan dan Cortina sebagai tuan rumah menegaskan kesiapan Italia dalam menggelar event olahraga berskala global. Infrastruktur olahraga, transportasi, serta dukungan pemerintah menjadi faktor utama keberhasilan mereka memenangkan proses bidding internasional.
Pada edisi 2026 mendatang, ajang ini akan mempertandingkan 116 cabang olahraga. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ski gunung atau ski mountaineering, yang semakin populer di kalangan pecinta olahraga ekstrem musim dingin.
Keberagaman cabang olahraga tersebut menunjukkan perkembangan Olimpiade Musim Dingin yang terus beradaptasi dengan tren dan minat generasi baru. Selain itu, penyelenggaraan di dua kota sekaligus, Milan dan Cortina, diharapkan mampu memberikan pengalaman unik baik bagi atlet maupun penonton.
Sorotan Dunia Menuju 2026
Dengan dimulainya estafet api dari Athena, perhatian dunia kini perlahan tertuju pada Italia. Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026 diproyeksikan menjadi salah satu perhelatan olahraga terbesar dalam dekade ini.
Selain menjadi ajang kompetisi para atlet terbaik dunia, Olimpiade juga berfungsi sebagai panggung diplomasi olahraga. Negara-negara peserta akan berkumpul dalam semangat sportivitas, di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Penyerahan api di Athena menjadi simbol awal dari perjalanan panjang menuju pembukaan resmi di Italia. Selama 63 hari ke depan, api tersebut akan menjadi lambang harapan dan semangat yang menyala, menyatukan berbagai bangsa dalam satu panggung olahraga dunia.
Editor : Axsha Zazhika