HONG KONG - Tiongkok kembali menghentak dunia teknologi melalui pameran Global Sources Fair di Hong Kong. Dalam ajang bergengsi tersebut, kemajuan Robot Humanoid Tiongkok menjadi primadona yang paling menyita perhatian. Salah satu perusahaan rintisan asal Shenzhen, Engine AI Robotics, memperkenalkan model terbaru mereka, PM01, yang diklaim memiliki kemampuan gerak dan interaksi yang sangat mendekati perilaku manusia asli.
Keunggulan utama dari Robot Humanoid Tiongkok generasi terbaru ini terletak pada konsep Embodied Intelligence atau kecerdasan yang mewujud. Berbeda dengan robot kaku di masa lalu, PM01 mengintegrasikan persepsi, kognisi, lokomosi, dan interaksi secara mulus di ruang manusia. Dengan tinggi 1,38 meter dan berat 40 kilogram, robot ini dirancang cukup ringkas untuk mulai masuk ke lingkungan rumah tangga paling lambat pada akhir tahun 2026 mendatang.
Pihak Engine AI menyatakan bahwa mereka telah mengembangkan rantai industri robotika yang lengkap di Shenzhen, mulai dari perangkat lunak presisi hingga aplikasi pengguna akhir. Nilai output industri ini bahkan diprediksi melampaui 200 miliar Yen pada tahun 2024. Hal ini membuktikan bahwa Robot Humanoid Tiongkok bukan lagi sekadar prototipe eksperimen, melainkan produk manufaktur serius yang siap dipasarkan secara global untuk membantu pekerjaan domestik hingga perawatan lansia.
Teknologi Sendi dan Pergerakan Cair
Secara teknis, PM01 menggunakan desain full stack pada sistem kontrol geraknya. Rahasia di balik keluwesan robot ini adalah sistem sendi dengan derajat kebebasan tinggi (High Degree of Freedom). Setiap lengan memiliki lima derajat kebebasan, sedangkan setiap kaki memiliki enam derajat kebebasan, ditambah mobilitas ekstra pada bagian leher dan pinggang.
Kombinasi ini memungkinkan robot untuk berjalan dengan langkah panjang dan alami, melakukan putaran, bahkan melakukan gerakan dinamis seperti menari dan salto depan (front flip). Kecepatan berjalannya pun mengesankan, mencapai hingga 2 meter per detik. Berbeda dengan robot humanoid asal Amerika Serikat yang seringkali masih menggunakan kaki menekuk saat berjalan, PM01 mampu melangkah tegak persis seperti manusia.
Ekosistem Terbuka Layaknya App Store
Selain perangkat keras yang tangguh, Engine AI mengusung ambisi besar melalui ekosistem terbuka (open source). PM01 dibangun dengan arsitektur dual-chip dan mendukung software stack berbasis ROS (Robot Operating System). Hal ini memungkinkan para peneliti dan pengembang di seluruh dunia untuk menyesuaikan algoritma, melatih model AI baru, hingga menambahkan sensor tambahan sesuai kebutuhan.
Pihak pengembang mengibaratkan robot ini seperti iPhone. Di masa depan, akan ada "App Store" khusus untuk robot, di mana pengguna bisa mengunduh aplikasi tertentu sesuai skenario penggunaan, baik itu untuk patroli industri, hiburan, hingga asisten kesehatan di rumah. Dengan harga yang diklaim lebih terjangkau, robot ini diharapkan bisa menjadi platform riset sekaligus asisten multifungsi bagi perusahaan kecil maupun laboratorium penelitian.
AI Companion dan Perangkat Pintar Masa Depan
Selain robot berukuran besar, pameran tersebut juga memamerkan perangkat asisten AI berwujud hologram dan robot mungil untuk anak-anak. Salah satunya adalah Lily, asisten AI dalam kapsul holografik yang bisa berinteraksi secara emosional. Perangkat ini mampu memahami berbagai bahasa seperti Mandarin, Kantonis, hingga Inggris, dan dapat berfungsi sebagai teman bicara bagi orang yang merasa kesepian atau sebagai tutor bahasa bagi anak-anak.
Integrasi AI ke dalam perangkat keras ini menunjukkan bahwa Tiongkok telah melampaui fase pembuatan mainan tradisional. Mereka kini memadukan kekuatan manufaktur dengan kecerdasan buatan untuk menciptakan produk interaktif yang mampu merespons sentuhan, suara, dan emosi pengguna. Dengan perkembangan yang berjalan harian, kehadiran robot cerdas yang melayani kopi di restoran atau merawat lansia di rumah bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan realitas yang tinggal menunggu waktu.
Editor : Natasha Eka Safrina