Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Eropa Membara! WNI Ungkap Situasi di Tengah Gelombang Panas Ekstrem

Desita Putri Kirani • Selasa, 30 Juni 2026 | 15:00 WIB
Gelombang panas ekstrem melanda Eropa, suhu 41 derajat melumpuhkan transportasi dan mengganggu aktivitas masyarakat luas.(Youtube)
Gelombang panas ekstrem melanda Eropa, suhu 41 derajat melumpuhkan transportasi dan mengganggu aktivitas masyarakat luas.(Youtube)

 

JAKARTA - Suhu ekstrem hingga 41 derajat Celsius di Leipzig, Jerman, melumpuhkan transportasi publik. Menghadapi situasi tersebut, warga setempat memilih membatalkan agenda outdoor dan mengamankan diri di dalam rumah selama jam-jam terpanas.

Selain Jerman, cuaca ekstrem ini turut melanda sejumlah negara Eropa Barat seperti Prancis, Spanyol, Italia, Belgia, Belanda, dan Republik Ceko.

Kondisi tersebut memicu dikeluarkannya peringatan dini terkait risiko kesehatan, hambatan transportasi, serta potensi kebakaran hutan yang meluas.

Di Berlin, aparat kepolisian sampai menyiagakan truk air di area Stadion Olimpiade demi membantu masyarakat meredakan suhu tubuh. Badan meteorologi setempat bahkan melaporkan ibu kota Jerman itu berhasil memecahkan rekor baru dengan suhu tertinggi sementara mencapai 39,9 derajat Celsius pada akhir pekan kemarin.

Baca Juga: Gempa Dahsyat Guncang Jepang, Tak Berpotensi Tsunami

Lonjakan suhu tersebut resmi melewati rekor tertinggi sebelumnya yang sempat bertahan sejak tahun 2015 di ibu kota Jerman.

Badan meteorologi setempat sebenarnya telah memprediksi bahwa temperatur di Berlin dan Brandenburg berpotensi menembus 40 derajat Celsius. Menanggapi situasi ini, pemerintah setempat meminta warga untuk mengurangi kegiatan fisik yang menguras energi serta memberikan perhatian ekstra kepada kelompok masyarakat yang rentan.

Meluasnya gelombang panas ekstrem di benua Eropa ini tidak hanya melumpuhkan berbagai fasilitas publik, tetapi juga mengacaukan ritme aktivitas harian. Lantas, bagaimana cara warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana bertahan di tengah situasi sulit ini?

Baca Juga: Monster Energy Yamaha MotoGP Optimistis Tatap Balapan Berikutnya, Perubahan Motor Jadi Harapan Baru Raih Kemenangan

Mantan atlet downhill asal Indonesia yang kini menetap di Dessel, Belgia, Risa Suseanti, mengungkapkan bahwa masyarakat setempat telah mengantisipasi kedatangan cuaca ekstrem ini.

Menurutnya, pihak berwenang sudah merilis peringatan dini seminggu sebelum gelombang panas mencapai puncaknya.

"Kita sebenarnya sudah mendapatkan warning (peringatan) bahwa minggu depan akan panas," kata Risa.

Uniknya, demi melihat langsung dampak perubahan cuaca di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, Risa sempat memantau situasi dari udara menggunakan pesawat Cessna sebelum suhu udara menyentuh titik tertinggi.

"Saya sempat naik pesawat Cessna untuk melihat situasi di sekitar area rumah, dan itu memang terpantau lumayan panas," tuturnya.

Baca Juga: Pertamina Enduro VR46 Racing Team Tunjukkan Ambisi Besar di MotoGP 2026, Siap Manfaatkan Setiap Seri Demi Perbaiki Posisi Klasemen

Risa mengabarkan bahwa situasi terkini di wilayahnya berangsur membaik setelah sempat dilanda cuaca buruk. Menurutnya, status kedaruratan di Belgia kini sudah mulai diturunkan seiring dengan turunnya hujan.

"Setelah hujan dan badai tersebut, code orange yang biasanya kita dapatkan sekarang sudah turun. Karena dari hujan itu, cuacanya sekarang menjadi agak sedikit lebih dingin," ujar Risa.(*)

Editor : Desita Putri Kirani
#panas ekstrem #suhu panas #eropa