JAKARTA – Sebuah tragedi memilukan menimpa rombongan biksu yang sedang menjalani ritual keagamaan di wilayah timur laut Thailand. Sebanyak delapan biksu dilaporkan tewas setelah sebuah mobil bak terbuka yang dikendarai oleh seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun menghantam barisan mereka dengan kecepatan tinggi.
Peristiwa naas dalam tragedi pilu di Thailand ini terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 pagi waktu setempat. Insiden maut tersebut berlangsung di salah satu ruas jalan di wilayah Mueng, saat para biksu sedang khusyuk berjalan kaki. Berdasarkan laporan dari media DW, kecelakaan ini langsung memicu gelombang simpati dan kedukaan mendalam di seluruh negeri.
Sebelum kecelakaan terjadi, rekaman video yang kini viral di media sosial memperlihatkan momen-momen terakhir yang tenang. Rombongan biksu yang berjumlah 34 orang tersebut terlihat berjalan kaki dengan tertib di pinggir jalan raya. Tragedi pilu di Thailand ini mengubah suasana damai tersebut menjadi pemandangan yang mencekam hanya dalam hitungan detik.
Kronologi Kejadian di Jalur Ziarah
Para biksu tersebut diketahui tengah melakukan perjalanan spiritual atau ziarah keagamaan. Mereka berjalan kaki dari Provinsi Mukdahan dengan tujuan akhir ke Provinsi Ubon Ratchathani. Namun, saat berada di wilayah Mueng, sebuah mobil pikap atau bak terbuka tiba-tiba melaju tanpa kendali dari arah belakang rombongan.
Kendaraan roda empat tersebut tampak kehilangan kontrol penuh sebelum akhirnya menerjang kerumunan. Dalam video yang beredar, beberapa biksu yang berada di posisi tertentu sempat menyadari bahaya dan berhasil melompat untuk menyelamatkan diri. Sayangnya, belasan biksu lainnya yang berada di jalur langsung mobil tidak memiliki waktu yang cukup untuk menghindar.
Hantaman keras dari kendaraan yang melaju kencang itu membuat para korban terpental. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa lima orang biksu meninggal dunia seketika di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialami. Sementara itu, tiga biksu lainnya dinyatakan wafat saat sedang dilarikan dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 Km
Data Korban dan Penyelidikan Polisi
Selain mengakibatkan delapan korban jiwa, kecelakaan maut ini juga menyebabkan kedaruratan medis bagi anggota rombongan lainnya. Tujuh orang biksu dilaporkan mengalami luka parah dan harus mendapatkan perawatan intensif di ruang gawat darurat. Sementara itu, 20 biksu lainnya dinyatakan selamat, meski mengalami luka ringan dan syok berat akibat insiden tersebut.
Pihak kepolisian setempat segera mengamankan lokasi dan melakukan investigasi awal mengenai penyebab kecelakaan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pengemudi kendaraan maut tersebut dipastikan merupakan seorang anak di bawah umur yang baru menginjak usia 11 tahun. Bocah tersebut diketahui membawa lari mobil bak terbuka milik ayahnya tanpa izin maupun pengawasan orang tua.
Salah seorang biksu yang berhasil selamat dari maut menceritakan kesaksiannya yang mengerikan. Ia menggambarkan bagaimana kendaraan tersebut tiba-tiba muncul dengan kecepatan yang sangat tinggi dari arah belakang, lalu menghantam rekan-rekannya tanpa ada tanda-tanda pengereman. Suara benturan keras langsung disusul oleh kepanikan massal di lokasi.
Baca Juga: Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Pilot Diduga Tewas Ditembak, Aparat Selidiki Kasus
Hingga saat ini, otoritas penegak hukum Thailand masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui motif dan penyebab pasti mengapa bocah tersebut bisa mengendarai mobil di jalan raya. Kasus ini juga memicu perdebatan luas di kalangan publik mengenai kelalaian orang tua dalam mengawasi anak di bawah umur serta keamanan para peziarah di jalan umum.(*)
Editor : Juwita Ratnasari