Merawat Kenangan di Kampung Halaman Menemukan Cerita Baru di Negeri Kanguru Tata Kelola Sampah Terta

Gunawan Awan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:20 WIB
 MANDIRI: Alifa Zamza Rozalba, warga Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, sempat menjadi guru di Trenggalek dan kini memilih kerja di Australia.(ALIFA ZAMZA ROZALBA UNTUK RADAR TRENGGALEK)
MANDIRI: Alifa Zamza Rozalba, warga Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, sempat menjadi guru di Trenggalek dan kini memilih kerja di Australia.(ALIFA ZAMZA ROZALBA UNTUK RADAR TRENGGALEK)

KARANGAN, Radar Trenggalek – Tak pernah terbayang sebelumnya bagi Alifa Zamza Rozalba bahwa perjalanan hidupnya akan membawanya hingga ke Australia. Perempuan asal Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, itu kini menjalani babak baru kehidupan di Negeri Kanguru.

Keputusan untuk meninggalkan Indonesia bukan perkara mudah. Beragam pertanyaan sempat muncul di benaknya. Tentang kehidupan di negeri orang, pekerjaan, hingga pendidikan yang telah ditempuhnya.

Alifa sebelumnya menempuh pendidikan dan memilih profesi sebagai guru. Baginya, menjadi guru bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan kesabaran, tanggung jawab, serta ketulusan dalam mendampingi peserta didik. "Saya sangat mengapresiasi teman-teman yang sampai sekarang tetap memilih dan menjalani profesi sebagai guru," ungkapnya.

Selain mengajar, Alifa juga aktif sebagai master of ceremony (MC) di Indonesia. Dunia MC menjadi bagian penting dalam perjalanan dirinya. Karena itu, meninggalkan aktivitas tersebut untuk sementara bukanlah keputusan yang ringan.

Namun, seiring bertambahnya usia, Alifa mulai memahami bahwa hidup terkadang meminta seseorang berani melepaskan kenyamanan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luas.

Baca Juga: Merawat Kenangan di Kampung Halaman Dari Prambon Tugu ke Finlandia

Kini, meski masih tergolong baru tinggal di Australia, dia mengaku bersyukur dapat merasakan kehidupan di negara tersebut. Baginya, pengalaman di Australia bukan semata-mata tentang pekerjaan, melainkan kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan mampu beradaptasi.

Rutinitas sehari-hari pun berjalan sederhana. Senin hingga Jumat diisi dengan bekerja. Sementara Sabtu menjadi waktu yang paling ditunggu. Dia biasanya memanfaatkan akhir pekan untuk berjalan-jalan dan mengunjungi berbagai tempat di Australia.

Pemandangan kota, taman, hingga sejumlah tempat yang sebelumnya hanya dilihat melalui foto kini dapat disaksikan secara langsung. Pengalaman tersebut menjadi cerita baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Sementara Minggu biasanya digunakan untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan kebutuhan selama sepekan. Salah satu rutinitasnya adalah memasak makanan untuk persediaan beberapa hari ke depan.

Bagi Alifa, kegiatan sederhana tersebut justru menjadi bagian penting dari proses belajar hidup mandiri. Meski demikian, tinggal di negara baru tentu memiliki tantangan. Salah satu yang cukup dirasakan adalah perbedaan harga barang dan kebutuhan sehari-hari jika dibandingkan dengan nilai rupiah.

BABAK BARU: Alifa Zamza saat menikmati kehidupan barunya di Australia.
BABAK BARU: Alifa Zamza saat menikmati kehidupan barunya di Australia.

Selain itu, Australia memiliki banyak aturan yang pada awalnya terasa berbeda dengan kebiasaan di Indonesia. Namun, seiring waktu, Alifa mulai memahami bahwa aturan tersebut dibuat untuk menciptakan keteraturan dan kenyamanan bersama.

Dia juga mengaku kagum terhadap sejumlah hal sederhana yang terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketersediaan air minum dari keran serta sistem pengelolaan sampah yang tertata. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa merantau bukan sekadar mencari pekerjaan atau mencoba kehidupan baru.

Lebih dari itu, merantau merupakan proses belajar tentang keberanian, kemandirian, adaptasi, sekaligus menghargai setiap kesempatan. "Merantau bukan berarti meninggalkan tanah air. Justru ketika berada jauh dari Indonesia, saya semakin menghargai hal-hal sederhana yang dahulu mungkin dianggap biasa," tuturnya.

Baca Juga: Pusaka Diinapkan di Balai Desa Kamulan Senin Kembali ke Pendapa

Perjalanan dari Trenggalek menuju Australia kini menjadi babak baru dalam kehidupan Alifa. Dia belum mengetahui secara pasti seperti apa perjalanan tersebut ke depan. Namun, satu hal yang diyakininya adalah terus menikmati proses, bekerja dengan baik, dan membawa nama baik daerah serta Indonesia di tempatnya berada.

Bagi Alifa, hidup tidak selalu tentang mempertahankan semua yang telah dimiliki. Terkadang, ada hal-hal yang harus direlakan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih besar.

Bukan untuk melupakan masa lalu, melainkan membawa pelajaran dari masa lalu untuk membangun cerita baru. Dan Australia, bagi Alifa, adalah salah satu bab baru tersebut.(gun/c1/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
KisahInspiratif australia trenggalek