Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Wedusan: Si "Gulma Pengganggu" yang Diam-diam Punya Segudang Manfaat

Administrator • Senin, 24 Maret 2025 | 02:20 WIB
Trenggalekjenggelek - Jika Anda pernah melihat tanaman liar dengan bunga berbulu halus yang gampang terbawa angin, kemungkinan besar Anda sedang berhadapan dengan babadotan atau bandotan (Ageratum conyzoides), orang jawa sering menyebutnya wedusan.

Tanaman ini sering dianggap remeh karena tumbuh liar di kebun, pekarangan, bahkan di sela-sela trotoar. Namun, siapa sangka si "pengganggu" ini menyimpan potensi yang cukup mengesankan, baik dalam pengobatan tradisional maupun manfaat ekologis.

Kenalan Singkat dengan Wedusan


Wedusan memiliki ciri khas daun bergerigi dengan permukaan agak berbulu, batang hijau yang cenderung tegak, serta bunga berbentuk bulat kecil berwarna ungu kebiruan atau putih dengan mahkota berbulu halus.

Bunga ini mudah pecah dan terbawa angin, membuatnya cepat menyebar ke berbagai lokasi — makanya sering dikira gulma yang menyebalkan.

Di beberapa daerah, babadotan dikenal dengan nama yang unik, seperti wedusan (karena aromanya yang mirip kambing) atau bandotan.

Manfaat Wedusan yang Jarang Diketahui


Meski sering dipandang sebelah mata, Wedusan ternyata punya segudang manfaat:

Potensi Risiko Tanaman Wedusan


Meski punya banyak manfaat, wedusan juga mengandung senyawa pyrrolizidine alkaloid yang jika dikonsumsi berlebihan bisa berbahaya bagi hati. Oleh karena itu, penggunaannya sebagai obat herbal sebaiknya dilakukan dengan dosis yang tepat dan di bawah pengawasan ahli.

Pada akhirnya, wedusan mengajarkan kita bahwa tidak semua yang tampak "mengganggu" itu tidak berguna. Di balik kesan gulma yang meresahkan, ternyata ada manfaat tersembunyi yang patut diapresiasi.

Jadi, lain kali Anda melihat tanaman ini tumbuh liar di halaman, jangan buru-buru mencabutnya — siapa tahu, ia sedang menyiapkan bantuan darurat untuk luka kecil Anda.

Seperti kata pepatah Jawa "Wong sing katon remeh, asring nyimpen masakeh" (Orang yang tampak sepele, sering menyimpan hal yang berharga). Nah, Wedusan ini contohnya.

Referensi


Kotta, M., & Muchtaridi, M. (2017). Review: Herban Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Sebagai Antibakteri Pada Luka Terbuka. Farmaka, 15(2), 1-7. Editor : Administrator
#Ageratum conyzoides #Wedusan #bandotan #Luka #babadotan #Herbal