Trenggaleknjenggelek - Setelah sukses mengawal jutaan pemudik dalam arus mudik dan arus balik Lebaran 2025, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyampaikan empat hal penting.
Empat hal itu nantinya akan digunakan sebagai catatan untuk penyelenggaraan Operasi Ketupat di masa mendatang.
Keempat poin tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama antara Korlantas Polri dengan instansi terkait demi peningkatan pelayanan dan keamanan transportasi Lebaran.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan empat catatan penting tersebut pada Selasa (8/4/2025).
Ia menekankan bahwa keempat poin itu merupakan fokus utama seluruh personel di lapangan selama masa arus mudik dan balik berlangsung.
“Yang pertama adalah tata kelola moda transportasi. Baik itu darat, laut, udara, itu nanti juga harus kita persiapkan (untuk mudik dan balik selanjutnya),” kata Irjen Agus.
Menurutnya, moda transportasi dalam segala lini harus benar-benar siap, mengingat skala pergerakan masyarakat saat musim mudik dan balik mencapai jutaan orang secara serentak.
Catatan kedua yang disampaikan jenderal bintang dua tersebut adalah soal kesiapan infrastruktur.
Ia menilai penting untuk meningkatkan pengawasan terhadap kelayakan jalan dan sarana transportasi lain yang akan dilalui pemudik demi memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
Poin ketiga menyangkut manajemen rekayasa lalu lintas. Agus menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan di lapangan selama masa arus mudik dan balik harus dirancang dengan matang, sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Sementara itu, poin keempat yang ia sebut sebagai pendekatan “out of the box” adalah pelibatan pemerintah daerah dalam pendataan pemudik.
Ia mencontohkan, pendataan warga di Jakarta dan Bekasi yang akan mudik ke berbagai daerah harus dilakukan secara akurat untuk menjadi dasar perencanaan Operasi Ketupat.
“Nanti kami akan melibatkan pemerintah daerah untuk bisa mendata, contohnya mungkin di Jakarta, ada berapa masyarakat Jakarta yang akan mudik, nanti akan kami data ke depan. Termasuk Bekasi juga gitu,” jelasnya.
Agus menjelaskan bahwa pendataan ini akan menjadi acuan yang lebih terukur bagi petugas di lapangan.
Data tersebut nantinya akan dilengkapi dengan hasil survei tahunan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri.
“Sehingga nanti mengelola arus mudik dan arus balik itu nanti betul-betul update. Di samping juga survei, Korlantas tahun ini juga sudah mengeluarkan survei. Jadi, kira-kira pergerakan orang dan pergerakan kendaraan itu sudah kami survei semua,” pungkasnya. (kho)