Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Film Bidaah, Kontroversi atau Provokasi Agama di Layar Kaca?

Mahsun Nidhom • Jumat, 11 April 2025 | 20:28 WIB
Film Bidaah mengangkat kontroversi tajam. Sebuah eksplorasi berani tentang manipulasi dan relasi dalam spiritualitas.
Film Bidaah mengangkat kontroversi tajam. Sebuah eksplorasi berani tentang manipulasi dan relasi dalam spiritualitas.

Trenggaleknjenggelek - Sejak tayang perdana di VIU pada 6 Maret 2025, Film Bidaah langsung mencuri perhatian publik. Dalam waktu singkat, drama ini mencatat rekor luar biasa dengan lebih dari 1 miliar penonton dan masih bertambah sampai saati ini.

Namun, pencapaian ini bukan tanpa kontroversi. Di balik kesuksesannya, Bidaah menjadi medan perdebatan sengit antara kebebasan berekspresi dan batasan nilai-nilai religius.

Kisah Gelap di Balik Nama Baiduri

Drama ini berpusat pada tokoh Baiduri, seorang perempuan muda yang tumbuh dalam keluarga dengan latar religius yang kuat. Hidupnya berubah ketika ia tergiring masuk ke dalam organisasi keagamaan radikal bernama Jihad Ummah oleh ibunya.

Organisasi tersebut dipimpin oleh figur karismatik bernama Imam Al Mahdi Ilman, atau yang dikenal sebagai Walid.

Walid bukanlah pemuka agama biasa. Ia memanfaatkan kefrustrasian remaja dari keluarga broken home dan membungkus manipulasi dalam bahasa spiritual.

Di sinilah Bidaah memulai eksplorasi psikologis yang mengguncang relasi, eksploitasi, dan kekerasan terselubung dalam baju keshalehan.

Antara Kritik dan Kontroversi

Tak dapat dimungkiri, daya tarik utama film ini datang dari keberaniannya menyentuh isu-isu sensitif. Salah satu adegan yang menjadi pusat kontroversi adalah ketika para jemaah meminum air mandi Walid karena diyakini membawa keberkahan.

Adegan ini memicu gelombang protes dari berbagai kalangan, termasuk tokoh-tokoh agama, yang menilainya sebagai bentuk pelecehan terhadap praktik spiritual.

Di sisi lain, penggemar Film Bidaah justru memuji drama ini sebagai kritik sosial yang jujur dan penting. Mereka menilai film ini berhasil membuka tabir bagaimana ajaran agama bisa diselewengkan demi ambisi pribadi, sesuatu yang seringkali sulit dibicarakan secara terbuka.

Seni yang Menantang Moral

Dalam dunia hiburan, seni sering kali berjalan di garis tipis antara pencerminan realitas dan pelanggaran norma. Bidaah adalah contoh ekstrem dari seni yang menantang moral dan menantang kenyamanan.

Apakah ini bentuk kebebasan berekspresi yang sehat, atau justru provokasi yang membahayakan ketertiban sosial?

Terlepas dari jawabannya, satu hal yang pasti Film Bidaah telah menciptakan ruang diskusi baru di masyarakat.

Di tengah zaman di mana segala sesuatu dapat menjadi viral, film ini menunjukkan bahwa seni tidak hanya untuk menghibur, tapi juga untuk menggugah dan, terkadang, menyentil nurani. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#WALID #agama #provokasi #kontroversi #Islam #Film Bidaah