Langkah demi langkah di jalan salib, menapaki jejak pengorbanan penuh cinta.
Trenggaleknjenggelek - Meskipun memiliki inti makna yang sama, peringatan Jumat Agung berlangsung dengan berbagai tradisi unik di seluruh dunia — termasuk di Indonesia.
Tradisi-tradisi ini memperlihatkan bagaimana iman dan budaya lokal berpadu dalam menyambut hari suci tersebut.
Di Indonesia, salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Semana Santa di Larantuka, Nusa Tenggara Timur.
Kota kecil ini menjadi pusat ziarah nasional setiap Jumat Agung.
Ribuan umat Katolik berkumpul untuk mengikuti prosesi malam yang sakral, membawa patung-patung suci dan berjalan dalam keheningan doa.
Tradisi ini merupakan warisan Portugis yang terus lestari hingga kini.
Di negara lain seperti Filipina, Jumat Agung kerap dirayakan dengan prosesi jalan salib dan bahkan penyaliban simbolik.
Sementara di Spanyol, prosesi megah dengan patung Yesus dan Maria dibawa keliling kota, diiringi nyanyian duka.
Di Italia, Paus memimpin doa jalan salib di Colosseum Roma, menjadi simbol refleksi bagi umat di seluruh dunia.
Masing-masing tradisi ini memiliki warna tersendiri, namun tetap membawa pesan yang sama: mengenang penderitaan Yesus Kristus dengan penuh hormat.
Dari Larantuka ke Roma, dari Sevilla ke Manila — Jumat Agung menjadi momen kesatuan iman yang menyentuh berbagai lapisan budaya dan masyarakat. (mal)