Trenggaleknjenggelek-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh elemen pertanian saat ini tengah fokus meningkatkan produksi pangan, khususnya padi dan jagung. Langkah ini diambil sebagai respon atas kondisi global yang kian menantang.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyebutkan bahwa negara-negara eksportir saat ini mulai memberlakukan pembatasan ekspor. Kondisi ini berdampak langsung pada ketersediaan pangan nasional.
"Dampak El Nino saat ini sudah terasa. Salah satunya, kita terpaksa melakukan impor beras dan jagung," ujar Dedi.
Baca Juga: Membakar Jerami di Sawah Kurang Baik bagi Petani, Ini Penjelasannya dari Kementan
Dedi tidak menampik bahwa produksi beras nasional tengah mengalami tekanan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa langkah terbaik adalah mempercepat peningkatan produksi dalam negeri, bukan bergantung pada impor.
"Solusinya, kita harus menggenjot produksi beras dan jagung di musim tanam rendeng seperti saat ini," tegasnya.
Baca Juga: Menjelang Panen , Raya Warga Desa di Trenggalek Gelar Tradisi Genduren Petik Padi
Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Dedi juga berpesan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kementerian untuk mendukung penuh program-program peningkatan produktivitas pertanian. Ia menekankan pentingnya fokus bersama agar upaya refocusing yang telah dilakukan dapat menghasilkan output nyata.
"Refocusing telah dilakukan dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas padi dan jagung," pungkas Dedi.
Baca Juga: Serapan Gabah Bulog di Trenggalek Perkuat Kepercayaan Petani kepada Negara Pasca Panen
Kementerian Pertanian menaruh harapan besar pada musim tanam rendeng kali ini sebagai momentum memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan luar negeri.(jaz)
Editor : Zaki Jazai