Trenggaleknjenggelek – Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus, meninggal dunia pada Senin Paskah, 21 April 2025, dalam usia 88 tahun. Kepergian Paus Fransiskus menandai berakhirnya satu era kepemimpinan di Takhta Suci, dan Vatikan kini bersiap menggelar proses pemilihan paus baru melalui konklaf.
Dilansir dari BBC, sesuai tradisi, kematian seorang paus akan diikuti dengan panggilan kepada seluruh kardinal untuk menghadiri konklaf di Vatikan. Proses ini biasanya berlangsung dalam kurun waktu 15 hingga 20 hari setelah wafatnya paus. Saat ini, dari total 252 kardinal, terdapat 138 kardinal yang memenuhi syarat untuk memberikan suara, yakni mereka yang berusia di bawah 80 tahun.
Baca Juga: 16 Gereja di Trenggalek Jadi Titik Pengamanan Ibadah Jumat Agung oleh Polisi
Pemilihan paus akan berlangsung melalui pemungutan suara tertutup di Kapel Sistina. Untuk terpilih, seorang kandidat harus memperoleh dukungan dua pertiga suara dari para kardinal. Jika dalam empat putaran pemungutan suara setiap harinya tidak tercapai kesepakatan, proses pemilihan akan terus berlanjut hingga ditemukan paus baru.
Mengutip Independent, sejumlah nama telah mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus. Berikut lima nama yang disebut-sebut berpeluang besar:
Baca Juga: Tradisi Peringatan Jumat Agung di Berbagai Daerah
-
Kardinal Pietro Parolin
Saat ini menjabat Sekretaris Negara Vatikan, Parolin dikenal sebagai sosok moderat yang tidak berpihak kepada kubu konservatif maupun progresif dalam gereja. -
Kardinal Peter Erdö
Dikenal dengan pandangan konservatifnya, Erdö pernah menjabat sebagai Presiden Dewan Konferensi Uskup Eropa. -
Kardinal Luis Antonio Tagle
Berasal dari Asia, Tagle dikenal memiliki pandangan yang lebih terbuka terhadap isu-isu sosial dan keberpihakan pada kelompok minoritas. -
Kardinal Matteo Zuppi
Memiliki pengalaman luas dalam diplomasi global, Zuppi banyak mendapat dukungan berkat keterlibatannya dalam misi perdamaian, termasuk di Ukraina dan Amerika Serikat. -
Kardinal Raymond Leo Burke
Burke merupakan tokoh tradisionalis yang dikenal kerap mengkritik kebijakan Paus Fransiskus yang lebih liberal.
Baca Juga: Momentum Penguatan Iman dan Toleransi Pada Rangkaian Ibadat Jumat Agung
Konklaf mendatang diperkirakan akan menjadi momen bersejarah dalam menentukan arah Gereja Katolik di masa depan, di tengah tantangan global dan dinamika internal gereja.(jaz)
Editor : Zaki Jazai