Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Paus Fransiskus Wafat, Film Conclave Kembali Jadi Sorotan Dunia

Zaki Jazai • Sabtu, 26 April 2025 | 13:00 WIB

Film conclave yang menjadi sorotan
Film conclave yang menjadi sorotan

Trenggaleknjenggelek-Kabar duka wafatnya Paus Fransiskus tak hanya mengguncang umat Katolik seluruh dunia, tapi juga menyeret kembali perhatian publik ke film "Conclave", sebuah drama politik religius yang menggambarkan proses pemilihan paus baru. Film ini pertama kali dirilis pada 25 Oktober 2024, namun mendadak ramai kembali dibicarakan setelah situasi nyata di Vatikan mencerminkan alur cerita dalam film tersebut.

"Conclave"—yang berarti pertemuan tertutup para kardinal untuk memilih paus baru—membawa penonton masuk ke ruang-ruang rahasia di balik tembok Vatikan. Di sana, puluhan kardinal dari seluruh dunia berjuang menentukan sosok yang layak menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Baca Juga: Film Conclave Melejit hingga 283 Persen Usai Wafatnya Paus Fransiskus

Intrik, Rahasia, dan Perebutan Takhta Suci

Film ini mengisahkan situasi pasca wafatnya seorang paus. Empat kandidat utama muncul, masing-masing membawa ideologi dan pendekatan yang berbeda:

Sementara itu, Lawrence, Kepala Dewan Kardinal, awalnya hanya mengamati dari pinggir. Namun seiring waktu, ia mendapati dirinya berada di jantung krisis, ketika skandal moral dan politik mulai terkuak satu per satu. Intrik suap dan manipulasi suara menyeret nama-nama besar dalam konklaf, termasuk Tremblay yang ambisius.

Ketika kekacauan semakin mendalam, muncul nama yang tak terduga: Benitez, uskup dari Kabul, yang akhirnya terpilih menjadi paus baru. Kemenangannya mengagetkan semua pihak—namun, sebelum hasil diumumkan secara resmi, Lawrence mengetahui rahasia besar tentang Benitez. Meski hal itu berpotensi mengguncang Gereja, ia memilih untuk menyimpannya, demi menghormati kepercayaan paus sebelumnya padanya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Utus Mantan Presiden Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus di Roma

Politik dan Iman Bertarung di Balik Pintu Tertutup

"Conclave" bukan sekadar film tentang pemilihan paus. Ini adalah potret rumit tentang benturan antara kekuasaan, iman, dan moralitas dalam tubuh Gereja Katolik. Lewat dialog tajam dan konflik batin yang dalam, penonton diajak menyelami bagaimana kekuasaan rohani pun bisa terjebak dalam permainan duniawi.

Kapan Tayang di Indonesia?

Film ini sebelumnya ditayangkan di platform Peacock, namun sejak awal April 2025, hak tayangnya beralih ke Amazon Prime Video. Prime telah menjadwalkan penayangan Conclave mulai 22 April 2025. Sayangnya, hingga kini belum ada konfirmasi resmi kapan film ini akan tersedia untuk penonton di Indonesia.

Baca Juga: Paus Fransiskus Wafat, Vatikan Bersiap Gelar Konklaf Pemilihan Paus Baru

Pemirsa di Tanah Air disarankan untuk terus memantau informasi terbaru melalui akun resmi @primevideoid di Instagram, agar tak ketinggalan saat film ini akhirnya hadir di layar digital Indonesia.

"Conclave" bukan hanya hiburan, melainkan refleksi—tentang siapa yang pantas memimpin, dan apa yang harus dikorbankan untuk mempertahankan kebenaran

Semifinalis Piala FA Manchester City, Nottingham Forest dan Aston Villa semuanya berlomba untuk lolos ke Liga Champions musim depan
Semifinalis Piala FA Manchester City, Nottingham Forest dan Aston Villa semuanya berlomba untuk lolos ke Liga Champions musim depan
Editor : Zaki Jazai
#Conclave #kardinal #dunia #Paus Fransikus