Trenggaleknjenggelek— Indonesia akan memiliki wakil dalam proses konklaf pemilihan Paus baru di Vatikan. Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, dijadwalkan berangkat ke Roma pada 3 Mei 2025 untuk mengikuti rangkaian persiapan konklaf.
Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, menyampaikan bahwa keberangkatan Kardinal Ignatius dimajukan dari jadwal semula atas permintaan Dewan Kardinal. "Beliau dijadwalkan berangkat pada 4 Mei, tetapi karena permintaan Dewan Kardinal, keberangkatannya dimajukan ke 3 Mei," kata.
Dewan Kardinal mengatur bahwa setelah masa berkabung sembilan hari atas wafatnya Paus Fransiskus, para kardinal harus segera berkumpul untuk memulai persiapan konklaf. Masa berkabung berakhir pada 4 Mei, dan rangkaian persiapan akan dimulai pada 5 Mei 2025.
"Maka Bapa Kardinal harus tiba di Roma pada 4 Mei," tambah Susyana.
Pastor rekan Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus, mengajak seluruh umat untuk mengiringi keikutsertaan Kardinal Ignatius dengan doa.
"Pada saat konklaf, kita mendoakan khusus agar proses pemilihan Paus yang baru diberkati Tuhan dan dinaungi Roh Kudus. Doa untuk konklaf ini akan didoakan setiap hari," ujarnya.
Terkait ketidakhadiran Kardinal Ignatius dalam upacara pemakaman Paus Fransiskus, Romo Yohanes menjelaskan bahwa itu merupakan keputusan pribadi sang Kardinal.
"Kita menghormati keputusan beliau. Yang terpenting adalah kesatuan doa, meski tidak semua bisa hadir secara fisik di Vatikan," katanya.
Paus Fransiskus wafat pada 21 April 2025 di usia 88 tahun akibat pneumonia, dan dimakamkan pada 26 April 2025 di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma. Kehadiran Kardinal Ignatius di konklaf ini menjadi momen penting, mengingat Indonesia akan turut ambil bagian dalam memilih pemimpin baru Gereja Katolik sedunia.(jaz)
Editor : Zaki Jazai