Kardinal Suharyo Tiba di Vatikan, Wakili Indonesia dalam Konklaf Pemilihan Paus Baru
Zaki Jazai• Rabu, 7 Mei 2025 | 14:00 WIB
Kardinal Ignatius Suharyo tiba di Vatikan dan bersiap ikut konklaf
Trenggaleknjneggelek — Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta, telah tiba di Vatikan untuk mengikuti Konklaf pemilihan Paus baru yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2025 di Kapel Sistina. Kehadirannya disambut hangat oleh warga, media internasional, dan perwakilan Indonesia di Vatikan.
Setibanya di Italia pada 5 Mei, Kardinal Suharyo disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Trias Kuncahyono, serta sejumlah perwakilan Keuskupan Agung Jakarta. Warga sekitar pun antusias menyambut beliau, bahkan berebut untuk bersalaman dan berfoto.
Sebagai satu-satunya kardinal elektor dari Indonesia, Kardinal Suharyo memiliki peran penting dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Dengan usianya yang masih 74 tahun, ia memenuhi syarat sebagai pemilih dan, secara teori, juga dapat dipilih.
Sebelum Konklaf dimulai, Kardinal Suharyo menyempatkan diri untuk mengunjungi patung para imigran di Piazza Santo Petrus, menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu sosial yang selama ini juga menjadi perhatian Paus Fransiskus. Ia juga telah memimpin misa dan menghadiri sejumlah pertemuan resmi Vatikan.
“Saya baru akan berangkat nanti pada tanggal 4 Mei untuk mengikuti Konklaf,” ujarnya dalam wawancara sebelum keberangkatan. Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan rutin antar kardinal telah dimulai sejak awal Mei. “Akan diputuskan bersama, apakah Konklaf akan langsung dimulai pada tanggal 6 atau masih perlu waktu persiapan,” imbuhnya.
Konklaf kali ini akan diikuti oleh 138 kardinal di bawah usia 80 tahun dari seluruh dunia. Proses ini berlangsung secara tertutup dan penuh kehati-hatian, dengan para kardinal dikarantina sepenuhnya dari dunia luar hingga pemilihan selesai dan diumumkan secara resmi.
Kehadiran Kardinal Suharyo juga menjadi representasi Asia Tenggara dalam pemilihan penting ini, membawa perspektif regional dalam pembicaraan tentang arah Gereja Katolik ke depan.
Dukungan dari Tanah Air
Di Indonesia, umat Katolik turut mendoakan proses pemilihan Paus baru. Misa Requiem untuk mendiang Paus Fransiskus telah digelar di Katedral Jakarta, dipimpin oleh Duta Besar Apostolik Mgr. Piero Pioppo. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Uskup Antonius Subianto Bunjamin, mewakili Indonesia dalam upacara pemakaman Paus di Vatikan.
Uskup Subianto menegaskan, “Kardinal Suharyo tahun ini berusia 74 tahun, jadi beliau adalah salah satu yang berhak untuk memilih dan dipilih menjadi Paus.”
Kehadiran Kardinal Suharyo di Vatikan menarik perhatian luas. Akun resmi @humaskaj melaporkan bahwa beliau tampak ramah saat menyapa wartawan internasional yang menunggunya. “Kardinal Suharyo terpantau menyapa dengan ramah para wartawan dan menanggapi sejumlah pertanyaan mereka,” demikian pernyataan dari Humas Keuskupan Agung Jakarta.
Dengan dimulainya Konklaf pada 7 Mei, seluruh perhatian umat Katolik dunia kini tertuju pada Kapel Sistina, tempat proses sakral ini berlangsung. Siapa pun yang terpilih, dunia akan segera menyaksikan munculnya pemimpin baru Gereja Katolik yang membawa harapan untuk masa depan.(jaz)
Selain menabrak mobil rombongan guru TK, truk tronton juga menabrak rumah warga Kalijambe, Bener, Purworejo. Editor : Zaki Jazai