Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Menjelang Konklaf, Kardinal Suharyo Harap Paus Baru Lanjutkan Warisan Paus Fransiskus

Zaki Jazai • Rabu, 7 Mei 2025 | 19:31 WIB

Kardinal Suharyo menjawab pertanyaan wartawan menjelang konklaf
Kardinal Suharyo menjawab pertanyaan wartawan menjelang konklaf

Trenggaleknjenggelek – Menjelang dimulainya konklaf pemilihan Paus baru, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta, menyampaikan harapannya agar pemimpin tertinggi Gereja Katolik selanjutnya tetap meneruskan semangat dan arah kepemimpinan Paus Fransiskus.

Kardinal Suharyo tiba di Roma pada Minggu (4/5/2025) dan kini bersiap untuk mengikuti proses konklaf yang akan dimulai Rabu, 7 Mei 2025 di Kapel Sistina, Vatikan.

Dalam keterangannya kepada media Italia Adnkronos, Kardinal Suharyo menyatakan optimisme bahwa proses konklaf kali ini akan berlangsung singkat. “Saya memperkirakan tidak lebih dari tiga hari,” ujarnya.

Baca Juga: Kardinal Suharyo Tiba di Vatikan, Wakili Indonesia dalam Konklaf Pemilihan Paus Baru

Meski singkat, ia menekankan pentingnya kesiapan batin dalam mengikuti pemilihan.

“Saya akan masuk ke Kapel Sistina dengan hati yang terbuka,” kata Kardinal Suharyo, menandakan keterbukaannya terhadap proses spiritual dan keputusan kolektif Gereja.

Ia juga berharap paus baru kelak melanjutkan visi kepemimpinan Paus Fransiskus yang dikenal dekat dengan umat dan sederhana.

“Kami berharap penerus beliau dapat melanjutkan warisan kepemimpinan yang dekat dengan umat, sederhana, dan membawa wajah Gereja yang ramah serta terbuka bagi dunia,” tegasnya.

Baca Juga: Kardinal Ignatius Suharyo Diserbu Wartawan di Vatikan, Disebut Calon Paus dari Asia

Sementara itu, Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, mengonfirmasi bahwa seluruh 133 kardinal elektor telah tiba di Roma dan akan tinggal di Casa Santa Marta, tempat khusus selama masa konklaf. Seluruh proses dijalankan dengan sistem keamanan dan kerahasiaan ketat, termasuk pembatasan komunikasi dengan dunia luar.

Dalam pertemuan terakhir para kardinal sebelum konklaf, berbagai tantangan yang dihadapi Gereja Katolik global turut dibahas. Mulai dari peran perempuan dalam Gereja, krisis iklim, hingga pentingnya misi sosial Gereja.

Sorotan utama tertuju pada harapan akan sosok Paus yang mampu menjadi “gembala yang dekat dengan umat”, serta mampu menjembatani dunia yang sedang dilanda konflik dan perpecahan.

Baca Juga: Jejak WNI di Konklaf Vatikan, Bukan Hanya Suharyo, Indonesia Pernah Diwakili Dua Kardinal Sebelumnya

Atmosfer Roma jelang konklaf kian terasa tegang. Namun, harapan seperti yang disampaikan Kardinal Suharyo menjadi pengingat bahwa Gereja Katolik mencari pemimpin yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai moral dan kemanusiaan ke tengah dunia yang berubah cepat.(jaz)

BERJALAN LANCAR: Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menandatangani berita acara di musrenbang RPJMD di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
BERJALAN LANCAR: Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menandatangani berita acara di musrenbang RPJMD di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
Oza Rangkuti dan Aisha Lahtiba
Oza Rangkuti dan Aisha Lahtiba
Luna Maya
Luna Maya
Editor : Zaki Jazai
#kapel sistina #Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo #paus fransiskus #Konklaf